Makanan Minuman
Makanan Minuman
makanan dan minuman Sumatera Barat Padang
"Dendeang Lado Hijau" Padang
- 10 Desember 2018

Bahan Utama:

500 gr daging sapi has luar

1 sendok makan

garam 2 sendok makan asem jawa

 Air secukupnya untuk merebus

Bahan dan Bumbu Membuat Sambal Lado Hijau:

15 bh cabe hijau

2 bh asem kandis

 2 lbr daun jeruk 8 bh bawang merah

 1 bh jeruk nipis

 Cara Membuat:

Langkah pertama yang bisa dilakukan terlebih dahulu adalah dengan memotong-motong daging yang sudah disiapkan dengan ukuran tipis memanjang.

Hindari memotong daging dengan ukuran terlalu tebal atau telalu besar, hal ini akan membuat daging yang dimasak menjadi sulit matang secara merata, selain itu bumbu yang dibuat pun sulit meresap kedalam daging secara merata.

Selesai memotong-motong daging, ambil wadah berukuran sedang dan masukkan daging kedalamnya. Setelah itu, ambil daging ke tempat cucian dan cuci bersih daging hingga kotoran yang ada pada daging bisa dibersihkan dengan keseluruhan.

Angkat daging dari cucian dan sisihkan sementara. Siapkan panci dan berikan air, tunggu hingga air dalam panci mendidih, baru masukkan daging yang sudah dicuci kedalamnya dan rebus bersama dengan asam jawa dan garam. Rebus selama kurang lebih 20-25 menit hingga daging menjadi lebih empuk secara merata.

Setelah daging selesai direbus, ambil daging dari air rebusannya dan tempatkan pada wadah lain. Selesai direbus, masukkan kembali pada rebusan dan rebus kembali daging selama kurang lebih 1 jam dan biarkan hingga bumbu bisa meresap kedalamnya secara merata.

Ambil daging dari rebusan, dinginkan sementara dan pukul-pukul daging hingga melebar atau yang dalam bahasa Padang di tokok. Selesai dipukul-pukul, sekarang siapkan minyak dalam wajan, tunggu hingga panas dan goreng daging yang sudah ditokok hingga menjadi berwarna lebih kehitamans secara merata. Hanya saja, pastikan jika daging yang anda goreng tidak hangus.

Selesai digoreng, angkat dan tiriskan minyaknya hingga minyak pada daging surut secara merata. Kemudian sisihkan sementara.

 

Cara Membuat Sambal Lado Hijau:

Untuk membuat sambal lado hijau pertama silahkan iris cabe hijau yang telah dipersiapkan, iris juga bersama dengan bawang merah hingga halus secara merata.

Selanjutnya, panaskan minyak goreng dalam wajan dan tumis asam kandis dengan daun jeruk bersama dengan potongan bawang dan cabai.

Tumis-tumis hingga tercium bau harum yang sedap dan wangi.

Angkat tumisan dan saring minyaknya kemduian campurkan garam dan perasan jeruk nipips dan aduk-aduk hingga tercampur merata.

Setelah sambai lado hijau matang dari tumisan, silahkan ambil dendeng yang sudah dibuat tadi dan sajikan bersama dengan siraman sambal lado hijau ini dibagian atasnya.

Sajian ini akan terasa lebih nikmat dan lebih lezat apabila disajikan selagi hangat dan disantap dengan nasi hangat yang sedap.



Sumber: https://selerasa.com/resep-membuat-dendeng-lambok-lado-hijau-yang-sedap-asli-sumatera-barat | Selerasa.com

 

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Call center pinjamflexi
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
DKI Jakarta

Hubungi call center resmi Pinjam Flexi (0857) 58337054 atau CS Pinjam Flexi (0831)69265049 dan melalui email cs@pinjamflexi.id. layanan customer service Pinjam Flexi dapat dihubungi Senin-Minggu pukul 08:00-23:00 WIB.

avatar
Pinjamflexi08
Gambar Entri
HUDON TANO (PERIUK TANAH)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
BENDA MAGIS MASYARAKAT BATAK
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker