Makanan Minuman
Makanan Minuman
Resep Makanan Jawa Timur Paron
Daun Ubi Jalar Kukus dan Sambal Berambang Asem
- 2 Maret 2018

Memakan daun ubi jalar kukus dan sambal berambang asem merupakan budaya yang khas dari daerah Paron, Jawa Timur. Makanan ini sangat sederhana namun mampu membangkitkan nafsu makan, terutama bagi para penggemar rerumputan hijau dan sambal pedas. Daun ubi jalar yang harganya murah meriah di Paron, bahkan cenderung tidak dihargai sama sekali, ketika dikukus atau dimasak memiliki tekstur mirip seperti kangkung. Ketepatan waktu saat memasaknya memegang peranan penting. Terlalu lama memasaknya walau sedikit saja maka si daun akan lembek, sangat berlendir dan sama sekali tidak layak santap.

Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat makanan ini adalah 2 ikat daun ubi jalar, 5 butir bawang merah, 2 sdm asam Jawa, rendam dengan 5 sendok makan air panas, remas-remas hingga kental, 3 butir cabai merah keriting, 5 butir cabai rawit (ganti dengan cabai merah keriting jika tidak ingin pedas), 2  sdt terasi yang telah dibakar, 2 1/2 sdm gula pasir,  1/4 sdt kaldu bubuk, 1/4 sdt garam (skip jika sambal telah terasa asin dari terasi dan kaldu bubuk).

Adapun cara membuat makanan ini dimulai dengan menyiangi daun ubi jalar, kemudian mengambil bagian daun dan pucuk muda, buang batang yang keras. Cuci bersih dan kukus sebentar saja. Daun ubi jalar mudah lunak seperti kangkung dan bayam, jadi hati-hati saat memasaknya. Tidak memakan waktu lama, cukup 5 menit dalam air mendidih untuk membuatnya lunak. Tiriskan dan siram daun dengan air dingin agar panas air rebusan tidak membuat daun semakin lunak. Peras kuat-kuat. Dilanjutkan dengan membuat sambal, haluskan semua bahan, kecuali asam Jawa dan garam. Tuangkan air asam dan aduk rata. Cicipi rasanya dan sesuaikan takaran garam hingga terasa asam, asin dan manis. Daun ubi jalar kukus dan sambal berambang asem siap disantap.

 

Sumber: http://www.justtryandtaste.com/2012/05/sambal-berambang-asem-dan-daun-ubi.html

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Kidung Lakbok
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Kidung Lakbok atau Wawacan Kidung Lakbok adalah karya sastra lama berbentuk wawacan yang berasal dari Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Naskah ini diterbitkan kembali dan disusun rapi oleh M. Karso Prawiraatmadja di Bandjar pada tanggal 31 Agustus 1956. Karya ini menyimpan nilai sejarah dan kearifan lokal masyarakat setempat. Dokumentasi digital dan data ini disusun serta disumbangkan oleh Henri Purwanto.

avatar
Henripurwanto
Gambar Entri
HUDON TANO (Periuk Tanah)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
Benda Magis Masyarakat Batak Toba
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker