Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Bali Data lokasi belum ditemukan
Data lokasi belum ditemukan - Sambal Goreng Panas Hati
- 1 Desember 2018

Bahan-bahan:

  • Sesuai namanya, bahan utama yang dibutuhkan adalah ati ampela yang segar kurang lebih sebanyak 7 pcs saja. Bisa diganti juga dengan hati sapi kalau suka.
  • Kentang segar kurang lebih sebanyak 500 gram saja. Kupas kulit luar kentangnya lalu potong bentuk dadu kecil.
  • Pete diambil mata petainya saja kalau suka secukupnya sesuai selera. Kalau tidak suka dengan aroma petai bisa dihilangkan.
  • Lengkuas kurang lebih sepanjang 2 cm saja.
  • Daun salam kurang lebih sebanyak 2-3 pcs saja.
  • Bawang merah ukuran sedang besar kurang lebih sebanyak 3 pcs saja. Kupas kulitnya lalu iris-iris tipis serong.
  • Bawang putih ukuran sedang besar kurang lebih sebanyak 2 pcs saja. Kupas kulit luar bawang putihnya lalu iris menyerong juga.
  • Buah cabai merah besar sesuai selera atau kurang lebih sebanyak 7 buah sampai 9 buah. Cuci bersih lalu iris cabai merahnya serong.
  • Gula merah secukupnya supaya rasa dan aromanya lebih sedap rasanya.
  • Minyak goreng secukupnya untuk menumis bumbu sambal goreng ati dan menggoreng kentangnya.
  • Garam dapur beryodium secukupnya sesuai selera.
  • Air bersih secukupnya untuk merebus ati ampelanya.

Bahan Bumbu Yang Dihaluskan:

  • Buah cabai merah besar kurang lebih sebanyak 4-5 pcs. Cuci bersih cabai sebelum digunakan.
  • Buah cabai merah keriting pedas sesuai selera atau kurang lebih sebanyak 4-6 pcs.
  • Bawang merah ukuran sedang kurang lebih sebanyak 6 pcs saja. Kupas kulitnya dan potong-potong supaya mudah saat akan diuleg.
  • Bawang putih ukuran sedang besar kurang lebih sebanyak.
  • Santan kental kurang lebih sebanyak 300 ml saja.
  • Terasi yang sudah dibakar sebelumnya secukupnya atau kurang lebih sebanyak 1 sendok kecil saja.

 

Cara Membuat:

  1. Langkah pertama siapkan penggorengan dan beri minyak secukupnya.
  2. Tunggu sampai minyak panas lalu masukkan dan goreng kentang yang sudah dipotong dadu sampai matang kemudian angkat dan tiriskan sampai minyaknya turun.
  3. Siapkan panci dan beri air secukupnya. Rebus dan masak ati ampela yang sudah dicuci bersih secukupnya kemudian potong-potong juga bentuk dadu kecil.
  4. Haluskan dan uleg buah cabai, bawang merah, bawang putih dan bumbu sambal goreng kentang lainnya sampai halus.
  5. Siapkan penggorengan dan beri minyak secukupnya untuk menumis bumbu sambal gorengnya.
  6. Masukkan bawang merah, bawang putih dan cabai merah besar yang sudah diiris sebelumnya dan aduk-aduk sebentar.
  7. Tuang bumbu sambal goreng yang sudah diuleg sampai halus kemudian aduk-aduk sampai tercium bau harum khas tumisan bumbu.
  8. Masukkan lengkuas, daun salam, sedikit gula merah dan garam dapur beryodium kemudian aduk-aduk kembali sampai semua bahan tercampur rata. Bila perlu bisa ditambahkan penyedap rasa supaya lebih lezat.
  9. Tuang santan yang sudah dipersipakan sebelumnya dan aduk-aduk supaya tercampur rata dengan bumbu lain dan sampai santannya mendidih.
  10. Masukkan kentang yang sudah dipotong dan digoreng sebelumnya bersama dengan biji pete dan ati ampelanya.
  11. Aduk-aduk kembali sampai bumbu sambal gorengnya meresap dan tercampur rata.
  12. Setelah dirasa sudah meresap sempurna cicipi dahulu dan koreksi rasa bila diperlukan kemudian angkat dan taruh di piring sajian.

 

 

 

Referensi:

  1. Resep Cara Memasak (http://resepcaramemasak.info/cara-membuat-resep-sambal-goreng-ati-ampela-kentang-enak-mudah/)

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Rasa Sayange: Filsafat Kebersamaan dalam Senandung Anak-Anak Maluku
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Maluku

Rasa Sayange: Filsafat Kebersamaan dalam Senandung Anak-Anak Maluku Bagaimana mungkin sebuah lagu yang kerap dinyanyikan anak-anak sambil bertepuk tangan dan bersantai di pekarangan rumah bisa mengandung cetak biru lengkap tentang etika lingkungan dan tata krama bermasyarakat? Rasa Sayange , warisan lisan dari Kepulauan Maluku (Sumber 1, Sumber 2, Sumber 3), ternyata bukan sekadar lagu permainan tradisional dengan melodi ceria yang mudah dihafal. Di balik bait-baitnya yang singkat, tersimpan sistem pengetahuan tentang hubungan manusia dengan sesama dan alam—sebuah bukti bahwa pendidikan karakter di Nusantara tidak selalu memerlukan kelas formal, melainkan bisa tumbuh dari ruang-ruang bersantai yang penuh keakraban. Warisan Lisan dan Ritual Penyambutan Di Maluku, Rasa Sayange bukan lagu asing yang hanya muncul dalam buku teks pelajaran seni budaya. Lagu ini telah diwariskan secara turun-temurun dalam kehidupan masyarakat, menjadi bagian tak terpisahkan dari ritus sosial seha...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Rasa Sayange: Filsafat Kebersamaan dalam Senandung Anak-Anak Maluku
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Maluku

Rasa Sayange: Filsafat Kebersamaan dalam Senandung Anak-Anak Maluku Bagaimana mungkin sebuah lagu yang kerap dinyanyikan anak-anak sambil bertepuk tangan dan bersantai di pekarangan rumah bisa mengandung cetak biru lengkap tentang etika lingkungan dan tata krama bermasyarakat? Rasa Sayange , warisan lisan dari Kepulauan Maluku (Sumber 1, Sumber 2, Sumber 3), ternyata bukan sekadar lagu permainan tradisional dengan melodi ceria yang mudah dihafal. Di balik bait-baitnya yang singkat, tersimpan sistem pengetahuan tentang hubungan manusia dengan sesama dan alam—sebuah bukti bahwa pendidikan karakter di Nusantara tidak selalu memerlukan kelas formal, melainkan bisa tumbuh dari ruang-ruang bersantai yang penuh keakraban. Warisan Lisan dan Ritual Penyambutan Di Maluku, Rasa Sayange bukan lagu asing yang hanya muncul dalam buku teks pelajaran seni budaya. Lagu ini telah diwariskan secara turun-temurun dalam kehidupan masyarakat, menjadi bagian tak terpisahkan dari ritus sosial seha...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Rumah Panggung Bugis: Arsitektur Kosmologis dari Tanah Celebes
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Sulawesi Selatan

Rumah Panggung Bugis: Arsitektur Kosmologis dari Tanah Celebes Mengapa sebuah komunitas memilih mengangkat huniannya dari permukaan bumi yang subur, membangun kehidupan di atas kayu-kayu kokoh yang menjulang? Bagi suku Bugis di Sulawesi Selatan, jawaban atas pertanyaan ini tidak terletak pada pertimbangan fungsional semata—seperti perlindungan dari banjir atau serangan hewan—melainkan pada keyakinan mendalam tentang tatanan alam semesta dan struktur sosial manusia. Rumah panggung Bugis, dengan material kayu yang kokoh (Sumber 1), bukan sekadar arsitektur tradisional yang unik, melainkan perwujudan kosmogoni, strata sosial, dan falsafah hidup yang kompleks (Sumber 2). Kosmogoni Terwujud dalam Kayu Dalam tradisi arsitektur Bugis-Makassar, rumah panggung berfungsi sebagai mikrokosmos yang merefleksikan pandangan kosmologis masyarakat tentang tiga tingkat alam semesta. Konstruksi yang mengangkat lantai hunian dari tanah menggunakan tiang-tiang kayu yang solid (Sumber 1) menciptakan...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Rumah Panggung Bugis: Arsitektur Kosmologis dari Tanah Celebes
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Sulawesi Selatan

Rumah Panggung Bugis: Arsitektur Kosmologis dari Tanah Celebes Mengapa sebuah komunitas memilih mengangkat huniannya dari permukaan bumi yang subur, membangun kehidupan di atas kayu-kayu kokoh yang menjulang? Bagi suku Bugis di Sulawesi Selatan, jawaban atas pertanyaan ini tidak terletak pada pertimbangan fungsional semata—seperti perlindungan dari banjir atau serangan hewan—melainkan pada keyakinan mendalam tentang tatanan alam semesta dan struktur sosial manusia. Rumah panggung Bugis, dengan material kayu yang kokoh (Sumber 1), bukan sekadar arsitektur tradisional yang unik, melainkan perwujudan kosmogoni, strata sosial, dan falsafah hidup yang kompleks (Sumber 2). Kosmogoni Terwujud dalam Kayu Dalam tradisi arsitektur Bugis-Makassar, rumah panggung berfungsi sebagai mikrokosmos yang merefleksikan pandangan kosmologis masyarakat tentang tiga tingkat alam semesta. Konstruksi yang mengangkat lantai hunian dari tanah menggunakan tiang-tiang kayu yang solid (Sumber 1) menciptakan...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Pamali:
Ritual Ritual
Jawa Barat

Pamali: Ketika Larangan Tak Tertulis Mengatur Kehidupan Mengapa sebagian masyarakat Indonesia yang telah mengenyam pendidikan modern dan hidup di tengah kemajuan teknologi masih enggan memotong kuku di malam hari, bersiul saat senja tiba, atau menanam pohon kelapa di depan rumah? Fenomena ini bukan sekadar sisa primitivisme yang tertinggal, melainkan manifestasi dari pamali —sistem norma yang secara mengejutkan masih eksis sebagai pengatur sosial yang efektif. Pada titik tertentu, pamali menghadirkan paradoks budaya yang menarik: ia adalah "hukum" tanpa tulisan, "polisi" tanpa seragam, namun memiliki kekuatan mengikat yang seringkali lebih efektif dari peraturan tertulis. Kearifan Ekologis dalam Selubung Larangan Di tataran praktis, pamali seringkali berfungsi sebagai mekanisme pelestarian alam yang diselimuti narasi mistis. Masyarakat Sunda, misalnya, mengenal berbagai bentuk pamali yang sejatinya merupakan bentuk adaptasi terhadap lingkungan dan ekosiste...

avatar
Kianasarayu