Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Bali Data lokasi belum ditemukan
Data lokasi belum ditemukan - Roti Jagung
- 30 November 2018

Bahan:

  • 1 cangkir tepung jagung
  • ¾ cangkir tepung serbaguna
  • 1 sendok makan gula
  • 1 ½ sendok teh bakpuder
  • ½ sendok teh soda kue
  • ¼ sendok teh garam
  • 6 sendok makan mentega
  • 1 ½ cangkir susu mentega
  • 2 butir telur besar

 

Membuat Adonan:

  1. Panaskan oven sampai 425ºF. Sementara oven memanas, lapisi loyang berukuran 8 inci dengan mentega atau semprotan masak. Jika Anda tidak memiliki loyang berukuran 8 inci, gunakan loyang bulat berukuran 9x1-1/2 inci, atau kuali besi berukuran 10 inci. Pastikan untuk melumuri bagian bawah dan sisi loyang.[1]

    Sebagai pengganti, Anda juga dapat menambahkan satu sendok makan mentega ke dalam loyang dan memasukkan loyang ke dalam oven selama sekitar tiga menit. Ketika mentega meleleh, keluarkan loyang dari oven dan aduk sekelilingnya. Loyang panas akan membantu membuat tepi roti jagung renyah. Mentega berfungsi untuk meningkatkan rasa roti jagung.
  2. Campurkan bahan-bahan kering ke dalam mangkuk besar. Tambahkan tepung jagung ke dalam mangkuk bersama dengan tepung serbaguna, gula, bakpuder, soda kue dan garam. Campurkan semua bahan sehingga teksturnya merata dan halus.[2]

    Anda dapat memvariasikan jumlah gula yang ditambahkan. Sebagian orang menyukai roti jagung manis, sementara sebagian lainnya tidak ingin menggunakan gula.
  3. Campurkan bahan-bahan basah. Pecahkan dua telur besar ke dalam mangkuk berukuran sedang. Gunakan garpu untuk mengocoknya sampai halus. Tambahkan susu mentega ke telur. Dalam wadah terpisah, lelehkan enam sendok makan mentega. Ketika mentega meleleh, tambahkan ke telur dan susu mentega dan kocok semua bahan campuran.

    Jika Anda tidak memiliki susu mentega, Anda dapat menggabungkan dua telur dengan satu cangkir susu dan 1/4 cangkir mentega cair atau minyak goreng. Aduk semua ini bersama-sama.
  4. Gabungkan bahan basah dan bahan kering. Anda dapat menambahkan campuran susu mentega ke dalam campuran tepung jagung sekaligus. Gunakan spatula untuk mengambil tetesan susu mentega ke dalam mangkuk. Aduk-aduk bahan sampai tidak ada bagian yang kering. Pastikan tidak ada gumpalan tepung jagung di bagian bawah campuran. Namun jangan ada gumpalan yang dibuang, karena adonan harus kental.[3]

    Mengaduk adonan secara berlebihan dapat menyebabkan tekstur menjadi mengeras. Berhentilah mengaduk setelah tidak ada lagi bagian yang kering.


Memanggang Roti Jagung:

  1. Tuangkan campuran ke dalam loyang. Gunakan spatula untuk memastikan semua adonan masuk ke dalam loyang. Masukkan loyang dalam oven panas, pastikan untuk mencatat waktu Anda memasukkannya.

    Jika Anda memanaskan loyang di oven, namun loyang telah menjadi dingin, masukkan kembali dalam oven selama beberapa menit sebelum dikeluarkan dan menuangkan adonan.
  2. Bakarlah roti jagung Anda selama 15 sampai 20 menit. Perlu diketahui bahwa setiap oven berbeda, sehingga Anda harus mengawasi roti jagung untuk memastikannya tidak hangus. Roti jagung telah matang jika bagian atas menjadi garing cokelat keemasan. Untuk memastikan bahwa bagian tengahnya matang, masukkan tusuk gigi ke tengah roti jagung. Jika tusuk bersih saat diangkat (tidak ada adonan yang menempel), artinya roti jagung telah matang.[4]
  3. Angkatlah roti jagung dari oven. Tempatkan roti jagung pada sebuah alas dan biarkan dingin selama lima sampai sepuluh menit. Setelah dingin, gunakan pisau bergerigi untuk memotong roti jagung menjadi potongan-potongan kecil. Pisau bergerigi dapat memotong roti jagung tanpa membuatnya terburai dan hancur berantakan.
  4. Selesai.


Variasi Memasak:

  1. Bumbui roti jagung. Tambahkan beberapa jalapeño pada roti panggang. Rasanya akan menjadi sangat lezat.
  2. Buatlah sajian jagung manis. Jika Anda lebih memilih rasa manis dibandingkan pedas, buatlah roti jagung manis yang lezat. Ini akan disukai oleh orang dewasa maupun anak-anak.
  3. Buatlah roti jagung bebas gluten. Roti jagung juga bisa dibuat bebas gluten untuk disajikan di meja makan.
  4. Buatlah beberapa muffin roti jagung mini. Jika Anda kebetulan membuat semangkuk kecil cabai sebagai hidangan pembuka, muffin roti jagung mini juga cocok disajikan sebagai camilan cepat.


Tips:

  • Roti jagung lezat jika disajikan dengan mentega dan madu.
  • Anda dapat menambahkan banyak hal pada roti jagung, seperti zaitun, paprika potong dadu dan lain-lain.. Jadilah kreatif.

 

Waktu Memasak:
30 sampai 45 menit

 

Hal Yang Anda Butuhkan:

  • Gelas ukur
  • Sendok Makan
  • Sendok Teh
  • Loyang persegi atau bulat berukuran 20 cm
  • Rak atau alas untuk mendinginkan
  • Pengocok
  • Spatula
  • Oven

 

 

Referensi:

  1. ID Wikihow (https://id.wikihow.com/Memasak-Roti-Jagung)

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Call center pinjamflexi
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
DKI Jakarta

Hubungi call center resmi Pinjam Flexi (0857) 58337054 atau CS Pinjam Flexi (0831)69265049 dan melalui email cs@pinjamflexi.id. layanan customer service Pinjam Flexi dapat dihubungi Senin-Minggu pukul 08:00-23:00 WIB.

avatar
Pinjamflexi08
Gambar Entri
HUDON TANO (PERIUK TANAH)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
BENDA MAGIS MASYARAKAT BATAK
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker