Judul : Dainang
Artis : Siantar Rap Foundation
Lirik Lagu Batak Dainang – Siantar Rap Foundation :
#
Di hahurangan ki
Ai hodo patikkoshon au
Molo borngin lasni ari
Ingot do ho tu au
Mauliate ma inang
Di sude haholongan mi
Inanghu naburju na uli lagu
Reff :
Di tangiangmi i inang
Di haholongan mi tu au
Apus ma ilumi inang
Posroham posroham ale inang
Rap :
Langkah kaki tertatih solalelah berdiri
Menyeret langkah perlahan enggan untuk berhenti
Hodo inanghu na burju na uli na lagu
Idokhon ho anakhon ki do hamoraon di au
Tertawa coba melawan hati
Berburu sola di gurun melawan sola di lawan mengungkap tiada
Tiada berhenti
Sola sendiri hati lelah menanti
Satu masa tak pasti tak lagi engkau nikmati
Di tangiangmi i inang
Di haholongan mi tu au
Apus ma ilumi inang
Posroham posroham ale inang
Bakat telapak hapus amarah telanjang kaki
Tangan mengepal mata layu tahan dahaga
Tanpa mencela peluh bagai permata
Tangis jadi irama asa yang tak terkira
Buatmu mama sabar jadi lecana
Walau kaki bernana keras takkan menyerah
Walau takkan mampu seakan sia tersapu
Hanya padamu, Mama aku siap berpacu
Godang do dosaku tuho da inang
Godang hadangolonmu tarbahen au
Hupasahat endeku tu ho inang
Inangku na burju na lagu
Di tangiangmi i inang
Di haholongan mi tu au
Apus ma ilumi inang
Posroham posroham ale inang
Di tangiangmi i inang
Di haholongan mi tu au
Apus ma ilumi inang
Posroham posroham ale inang
Video: https://youtu.be/1Nti8MSynmY
Sumber: https://www.gobatak.com/lirik-lagu-batak-dainang-siantar-rap-foundation/
Jipeng: Kombinasi Unik Tanji dan Topeng dalam Orkes Betawi Sebuah seni teater khas Betawi yang muncul dari kolaborasi antara Tanji dan Topeng. Jipeng: Kombinasi Unik Tanji dan Topeng dalam Orkes Betawi Sebuah seni teater khas Betawi yang muncul dari kolaborasi antara Tanji dan Topeng. Jipeng: Kombinasi Unik Tanji dan Topeng dalam Orkes Betawi Sebuah seni teater khas Betawi yang muncul dari kolaborasi antara Tanji dan Topeng.
Kidung Lakbok atau Wawacan Kidung Lakbok adalah karya sastra lama berbentuk wawacan yang berasal dari Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Naskah ini diterbitkan kembali dan disusun rapi oleh M. Karso Prawiraatmadja di Bandjar pada tanggal 31 Agustus 1956. Karya ini menyimpan nilai sejarah dan kearifan lokal masyarakat setempat. Dokumentasi digital dan data ini disusun serta disumbangkan oleh Henri Purwanto.
HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692
Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara
Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland