Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Kalimantan Tengah Lamandau
Coto Manggala - Lamandau - Kalimantan Tengah
- 12 Februari 2018

Bahan-bahan

 
  1. 500 gr singkong, kupas kulitnya
  2. 15 bh bawang merah,buang kulitnya
  3. 7 bh bawang putih,buang kulitnya
  4. 1/2 sdt merica bubuk
  5. 1 btg kecil kayu manis
  6. 5 bji cengkeh
  7. garam seckpnya
  8. 2 bks royco ayam
  9. 1/4 kg ceker ayam bila suka
  10. 4 ons kulit sapi
  11. 4 batang daun bawang,iris kasar
  12. 5 batang daun sop iris tipis
    pelengkap:
  13. suun
  14. kerupuk
  15. jeruk nipis
  16. biji cabe
  17. bawang goreng secukupnya
  18. kecap manis
  19. suun
  20. air untuk memasak

Langkah

 
  1. Bersihkan singkong,potong beberapa bagian, lalu potong dadu ukuran sedang
  2. Kupas wortel, potong dadu kecil
  3. Bersihkan ceker/kaki ayam, potong sesuai selera
  4. Potong-potong kotak kulit sapi, cuci bersihkan
  5. Haluskan bawang merah,bawang putih, tambahkan merica bubuk & garam secukupnya,
  6. Panaskan minyak goreng,Tumis bumbu halus, tambahkan gula secukupnya,masukkan kayu manis, cengkeh, daun bawang yang sudah diiris halus,sampai harum, matikan api
  7. Didihkan air, masukkan ceker ayam, biarkan sambil sekali kali diaduk dan dipegang bila sudah agak lembut dagingnya, masukkan kulit sapi, kemudian masukkan singkong tadi yang sudah dibersihkan dan dipotong dadu
  8. Selanjutnya masukan bumbu yang sudah ditumis kedalam bahan-bahan yang sedang mendidih, beri royco rasa ayam, bila bahan yang dimasak tadi dianggap sudah masak, tambahkan daun sop, aduk sebentar, tes rasa, bila sudah pas matikan api
  9. Untuk pelengkap taruh suun dalam baskom atau mangkok, siram dengan air panas, tiriskan
  10. Potong sesuai selera jeruk nipis
    Siapkan mangkok,masukkan beberapa sendok coto manggala tadi yang sudah masak, tambahkan suun, kerupuk, bawang goreng, perasan jeruk nipis, bila suka tambahkan kecap manis dan cabe yang masih utuh

Sumber: https://cookpad.com/id/resep/1559546-coto-manggalasingkongkhas-lamandaukobar

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Kidung Lakbok
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Kidung Lakbok atau Wawacan Kidung Lakbok adalah karya sastra lama berbentuk wawacan yang berasal dari Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Naskah ini diterbitkan kembali dan disusun rapi oleh M. Karso Prawiraatmadja di Bandjar pada tanggal 31 Agustus 1956. Karya ini menyimpan nilai sejarah dan kearifan lokal masyarakat setempat. Dokumentasi digital dan data ini disusun serta disumbangkan oleh Henri Purwanto.

avatar
Henripurwanto
Gambar Entri
HUDON TANO (Periuk Tanah)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
Benda Magis Masyarakat Batak Toba
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker