Makanan Minuman
Makanan Minuman
Kue Kalimantan Barat Pontianak
Choi Pan Pontianak

Chai kwe (choi pan)

Makanan yang satu ini adalah khas Indonesia khususnya di Pontianak, makanan ini tidak digoreng melainkan di kukus . untuk kulitnya terbuat dari campuran tepung beras dan tepung tapioka. dan isinya bermacam-macam ada sayuran ada bengkuang sesuai selera kita. penasaran coba kita buat ....
 
Bahan-bahan
100 gramTepung Beras
25 gramTepung Sagu
3 sendok makanMinyak Goreng
secukupnyaGaram
100 mlAir
secukupnyaBengkuang
secukupnyaKeladi
secukupnyaKucai
secukupnyaUdang
secukupnyaBawang Putih
secukupnyaLada (Merica)
secukupnyaGaram
secukupnyaBawang Putih +
 
Langkah
  1. Siapkan untuk bahan isinya terlebih dahulu, disini saya menggunakan isian Keladi(talas), Bengkuang, dan Kucai.
  2. Cuci bersih kucai potong ukuran 3 cm.
  3. Kupas bengkuang bersihkan dan parut dengan parutan rujak.
  4. Rebus keladi dan parut juga. Lalu tumis masing2 isian tsb diatas dengan bumbu yang telah dihaluskan dahulu yaitu Ebi, bawang putih dan lada. dan bubuhi garam secukupnya. lalu sisihkan.(menumisnya masing-masing Bengkuang sendiri, keladi sendiri dst)
  5. Setelah ditumis tiriskan isian tadi agar saat diisikan ke kulit tidak byk mengandung air.. Sekarang saatnya membuat adonan kulit chai kwe. yaitu dengan cara campurkan Tepung beras, tapioka(sagu), air, sedikit garam dan 3 sdk makan minyak sayur.aduk rata kemudian masak diatas api kecil aduk2 sampai adonan yang mengumpal. Mulailah membuat kulit ambil sejumput adonan pipihkan berbentuk lingkaran dengan diameter 6-7 cm lalu isi tutup seperti membuat pastel.Lumuri tangan dengan tepung agar tidak lengket.(kalau saya agar cepat adonan kita giling tipis dan cetak dengan tutup gelas atau apa saja sesuai ukuran yg kita mau) lalu isi dan lipat.
  6. Simpan di loyang yang sebelumnya telah di oles dengan minyak sayur. Isi sampai adonan kulit habis.dan siapkan kukusan yang sebelumnya sdh dipanaskan terlebih dahulu . kukuslah selama 7-10 menit. setelah matang bubuhi atasnya dengan minyak bawang putih .
  7. Siap disantap dengan sambal cuka atau cabe botol .
 
Lokasi Penjual:
Sallo' Innyan Kopi Pontianak
Jl. Tebet Timur Dalam II No. 38C, Tebet, Jakarta
No. Kontak: 021 83796802
    
    
Sumber: https://cookpad.com/id/resep/176142-chai-kwe-choi-pan

 

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Berikut Cara Mengembalikan Dana PT Tri Usaha Berkat
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.

avatar
Admin99
Gambar Entri
PT Tri Usaha Berkat
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
DKI Jakarta

Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.

avatar
Admin99
Gambar Entri
Cara Mengembalikan Dana Masuk PT Tri Usaha Berkat
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
DKI Jakarta

Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.

avatar
Admin99
Gambar Entri
HUTING-HUTING
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Di masa lalu, masyarakat Batak mengenal sebuah peti penyimpanan berharga yang disebut Huting-Huting. Huting-huting berfungsi sebagai tempat menyimpan benda-benda berharga milik raja atau keluarga bangsawan, seperti perhiasan, pusaka, hingga barang bernilai lainnya. Karena fungsinya yang penting, huting-huting sering disebut sebagai "brankas tradisional" dalam budaya Batak. Yang membuatnya istimewa adalah ukiran pada bagian tutupnya. Berbagai ornamen, termasuk motif bintang dan makhluk simbolis (pinatang), dipahat dengan sangat detail. Menurut kepercayaan masyarakat dahulu, ukiran-ukiran tersebut memiliki kekuatan magis sebagai penjaga isi peti. Konon, apabila seseorang berniat mencuri isi huting-huting, maka roh penjaga yang disimbolkan melalui ukiran pinatang akan melindungi harta yang tersimpan di dalamnya. Kepercayaan ini menunjukkan bagaimana seni ukir, spiritualitas, dan sistem keamanan tradisional berpadu dalam kehidupan masyarakat Batak. Karena nilai dan kesak...

avatar
Hokker
Gambar Entri
SALE-SALEAN
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Utara

Di rumah adat Batak tradisional, terdapat sebuah bagian penting yang disebut Sale-salean. Sale-salean merupakan rak atau ukiran berbentuk segi empat yang digantung di atas tungku perapian (tataring). Fungsinya sangat praktis sekaligus mencerminkan kearifan leluhur dalam memanfaatkan ruang di dalam rumah. Di tempat inilah masyarakat Batak dahulu mengeringkan ikan, daging, hasil pertanian, hingga kayu bakar. Asap dari tungku yang terus menyala membantu proses pengeringan sekaligus membuat bahan makanan lebih awet untuk disimpan. Bagi masyarakat Batak masa lalu, dapur bukan sekadar tempat memasak. Dapur adalah pusat kehidupan keluarga, tempat berkumpul, berbagi cerita, dan menjaga persediaan pangan. Sale-salean menjadi bukti bahwa arsitektur tradisional Batak dibangun berdasarkan pengalaman, kebutuhan hidup, dan pengetahuan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Warisan budaya tidak selalu berupa benda mewah. Kadang ia hadir dalam benda sederhana yang menjadi bagian dari kehidu...

avatar
Hokker