Cerita Rakyat
Cerita Rakyat
Cerita Rakyat DKI Jakarta DKI Jakarta
Cerita Udrayaka
- 27 Desember 2018

Cerita Dines, cerita kerajahan, tentang kesaktian. Cerita dinas: pake dewa, cerita-cerita sakti.

Kalo cerita Udrayaka pake nggambar bintang, upamanya pak, nggambar ikan di laut. Pake nggambar bintang itu apakah memang bener ada sejarahnya atau kagak, kita kan nggak tau juga, bagi kita nih, kalo memang orang gede-gedean maka kan tau ada bukunya gitu.

Itu Udrayaka, Udrayana, Drasengsana, tiga tuh.

Ini yang bungsu Udrayaka nih, sebab dia yang nguatin cerita. Kesebutnya dia saja gitu. Yang disebut-sebut yang paling bungsu nih. Udrayana yang tua, Udrasengsana yang tengah, Udrayaka bungsu, gitu. Dia tuh, didalem kerajaan, di dalem istana gitu. Dia ditinggal sama orang tuanya, itu dia bertiga nih.

Jadi saudara yang tua nih, apabila mau pergi kemana-mana, saudara yang dua enggak ikut. Dia diajak deh gitu umpamanya.

Apabila seumpamanya dia mau pergi ke anu, dia kalo di pergi kan ke kerajaan-kerajaan juga. Dia mau ikut enggak bisa, enggak diajak.

jadi adiknya yang bungsu nih, Udrayaka, berpikir: "Jadi kalo begini caranya, ampe kapan kita mendapat kepinteran," Nih kata yang bungsu nih.

"Kalo dia berangkat sendiri, berangkat sendiri. Kita mau ikut enggak bole. Jadi seolah-olah kita enggak boleh pinter, kita enggak boleh tau," begitu.

Jadi begitu kakaknya pergi, yang paling tua nih; dia nih, si Udrayaka netral. Maksudnya buron dari istana tuh.

Mau cari kerjaan, mau kemana kek, gitu maksudnya deh. Sebab hidup di istana, kerna saudara pendiriannya begini, itu dia enggak senang. "Dari pada kita dibawah sudara, lebih baik dibawah perintah orang." Maksudnya mau cari kerjaan ditempat laen, di kerajaan laen.

Jadi ini kakaknya, yang si Udrasengsana serba salah. Dia kagak ikut ini, dia sayang sama yang bungsu, dia ikutin yang tua, yang bungsu pergi. Jadi serba salah bingung, bingung.

Jadi mau enggak mau: "Ah biarlah dia yang tua," sebab udah cukup. Dia sayang sama yang bungsu nih. Jadi si bungsu, pergi. Ngikut sama si bungsu nih.

Jadi brangkatnya dia, dia jalan-jalan sampe di kerajahan Kertaboja. Kerajahan Kertaboja, rajanya namanya Bojasegara, anaknya Bojawati.

Kebenaran Kerajahan itu, Kertaboja membutuhkan pegawai. Jadi si Udrayaka kerja disitu berdua ama si Udrasengsana.

Begitu dia kerja, kerja, kerja, kerja, lantas anaknya si Bojawati pada suatu hari melihat si Udrayaka, kerja begitu.

Begitu melihat, melihat, mungkin si Bojawati suka sam si Udrayaka. Begitu dia suka, Udrayaka nih enggak mau. Ampe segala bujukan-bujukan, dia Bojawati tetep ditolak sama Udrayaka.

Begitu Udrayaka enggak mau, si Bojawati merasa hina ditolak sama Udrayaka. Pulang mengadu kepada bapaknya nih, Bojasegara.

Ngadunya dia apa? Dipetenah si Udrayaka. Pada waktu dia ngeliat Udrayaka kerja, katanya Udrayaka ngebujukin dia, sehingga bajunya pada sobek. Padahal sobeknya itu dia nyobek sendiri, si Bojawati. Dia mengadu sama bapaknya, katanya: si Udrayaka memperkosa saya, baju saya ampe ancur disobek."

Jadi kaya si bapak kan panas denger anaknya mengadu begitu. Panggil, ceritanya si Udrayaka yang lagi kerja di kantoran gitu umpamanya.

Ditanya, "Udarayaka. Dia sih nggak mengaku. Begitu kagak mengaku sampe dipukul, diapain deh tetap dia kagak mengaku. Begitu dia kagak mengaku lantas dia diuji kepinteran si Udrayaka ini.

Sekarang disuruh nggambar istana nih, si Udrayaka.

"Kalo kamu sanggup nggambar ini istana nanti saya bebasin."

Gambar itu istana srenta isinya semua, srenta anaknya, panglimanya, dayangnya, semuanya, rajanya. Digambar semua itu si Udrayaka, persis.

Begitu dia gambar lantas ada tinta yang mengetel di lempangan paha Bojawati. Kan kalo orang nggambar pake tinta? Ngapa itu lempengan paha Bojawati itu tintanya ngetel sedikit, jadi seolah-olah kaya andeng-andeng kan?

Jadi anggapan si raja: "Kalo memang lu nggak perkosa anak gua, nggak mungkin lu tau bawa di sininya ada tai laler" Itu anggapan si raja. Jadi dipukulin lagi disitu Udrayaka tuh.

Jadi dia mah nyuruh gambar itu, juga mau nyelidik maksudnya, si Udrayaka perbuatan ama anaknya. Maka si Udrayaka enggak di sengaja itu tinta ngetel di lempengan paha.

Jadi anggapan si raja: "Wah, kalo lu nggak bujuk anak gua, kalo lu nggak perkosa, nggak mungkin lu tau ini, ada tai laler disini. Biar bagemana anak gua lu perkosa di taman," umpamanya begitu.

Jadi marah lagi tu raja ame Udrayaka. Ditanya masalah itu tai laler disini, tetap dia nggak ngaku juga.

"Itu nggak disengaja," Udrayaka bilang. "Itu hanya memang saya lagi ini, ngetel."

Nah sekarang sudah habis disiksa nggak ngaku juga, maksudnya raja bagemana sih? Bagemana ini Udrayaka supaya bisa mati.

Dia mau bunuh secara begitu saja dia nggak ada alesan. Nah disiksa dia, disuruh nggambar ikan di dalam laut. "Semua, berapa banyak ikan di laut lu musti gambar," begitu.

Jadi Udrayaka nih, saking kepingin slamet, berangkat dia ke laut. Dia nggak tau pada waktu itu. Apakah kaki atau bagemana, dia juga kurang tau. Tau ceritanya juga begitu.

Begitu dia masuk di laut untuk menggambar semua ikan. Semua ikat dapat digambar, cuma seekor ikan cumi-cumi susah digambar. Cumi-cumi jail. Tinta Udrayaka dicolong ikan cumi-cumi kemudian disemburkan ke laut. Maka air laut menjadi biru semua.

Gambar ikan dilaut sudah siap tapi raja pura-pura marah karena ada satu gambar ikan yang belum selesai.

Raja bermaksud mengusir Udrayaka. Diambil layangan Domas. Udrayaka disuruh menggambar bintang selangit dengan naik layangan. Raja memerintahkan panglima memotong benang layangan. Layangan mengapung kabur.

Sabdopalon, pelayan Udrayaka, mengadu kepada Udrasengsana.

Udrasengsana marah-marah kepada raja. Udrasengsana dibunuh. Mayatnya dibuang ke hutan.

Udrayana kembali dari pergi, saudara-saudaranya tidak ada. Dia mempunyai wasiat:
Daun Sembilana
Cupu
Cangkok kembang Wijayakusuma
Khasiat cangkok kembang Wijayakusuma bisa menghidupkan orang mati yang belum sampai saat ajalnya.

Khasiat cupu, dapat menolong.

Daun sembilana, setiap cabang tiga daun. Daun patah: mati, daun layu: sengsara.

Cupu dibanting. Keluar Anoman. Udrayana minta tolong Anoman mencari mayat Udrasengsana. Mayat Udrasengsana dibawa pulang. Begitu diungkulin kembang Wijayakusuma Udrasengsana hidup lagi.

Udrayana menyamar sebagai Udrayaka, ingin tau sebenarnya siapa yang senang, Bojawati atau Udrayaka.

Begitu liat Udarayaka tiruan Bojawati. Udrayaka tiruan kembali kepada Udrayana.

Udrayana membalas dendam kepada raja Kertaboja.

Udrayana kawin dengan Bojawati. Kerajahannya diserahkan Udrayana.

Udrayaka yang kabur mengapung dengan layangan sampai di kerajaan Tartar, jatuh disana. Kawin dengan raja putri cina.

Udrayaka bermaksud membalas dendam kepada Kertaboja.

Udrayaka tidak tahu bahwa yang menggantikan Kertaboja adalah Udrayana. Udrayaka dengan segala tentara Cina menyerbu Bojasegara.

Berantem sama sudara, disapih oleh Sabapalon, rukun kembali. Udrayaka menjadi raja di Tartar. Udrayana menjadi raja di negeri Kertaboja. Udrasengsana di negeri Pancawati.

 

 

Sumber : Cerita Rakyat Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Bekam Bali
Pengobatan dan Kesehatan Pengobatan dan Kesehatan
Bali

Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...

avatar
Marco20
Gambar Entri
Negeri antara: Jejak Putro aloh dan Manusia Harimau
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Aceh

NEGERI ANTARA: JEJAK PUTRO ALOH dan MANUSIA HARIMAU Karya: Mahlil Azmi Di pagi yang cerah, saat embun masih menempel di daun-daun dan suara burung hutan bersahut-sahutan, aku bersama seorang teman bernama Jupri memulai perjalanan menuju Gunung Alue Laseh, tujuan kami sederhana menangkap si kicau, burung cempala yang terkenal lincah dan bernilai mahal di kampung kami. Bekal kami pun tak seberapa: nasi, sedikit ikan asin, dan air secukupnya. Namun jarak yang jauh dan medan yang berat tak membuat semangat kami luntur. “Lil, kalau dapat cempala besar, kau traktir kopi ya,” kata Jupri sambil tertawa, memikul tasnya yang tampak lebih besar dari isinya. “Kau tenang saja, asal jangan kau makan burungnya duluan,” balasku. Kami tertawa, tawa ringan khas dua pemuda kampung yang belum tahu apa yang menanti di depan. Gunung kami memang bukan gunung biasa. Ia bagian dari hutan pegunungan Leuser di barat selatan Aceh. Di sana hidup binatang buas, termasuk sang raja hutan—harimau. Tapi ba...

avatar
Mahlilazmi_02
Gambar Entri
Genggong
Alat Musik Alat Musik
Bali

Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.

avatar
Yogaxd
Gambar Entri
Dari Rendang Hingga Gudeg: 10 Mahakarya Kuliner Indonesia yang Mengguncang Lidah
Makanan Minuman Makanan Minuman
DKI Jakarta

1. Rendang (Minangkabau) Rendang adalah hidangan daging (umumnya sapi) yang dimasak perlahan dalam santan dan bumbu rempah-rempah yang kaya selama berjam-jam (4–8 jam). Proses memasak yang sangat lama ini membuat santan mengering dan bumbu terserap sempurna ke dalam daging. Hasilnya adalah daging yang sangat empuk, padat, dan dilapisi bumbu hitam kecokelatan yang berminyak. Cita rasanya sangat kompleks: gurih, pedas, dan beraroma kuat. Rendang kering memiliki daya simpan yang panjang. Rendang adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang paling terkenal dan diakui dunia. Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, masakan ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan proses memasak yang unik. 1. Asal dan Filosofi Asal: Rendang berasal dari tradisi memasak suku Minangkabau. Secara historis, masakan ini berfungsi sebagai bekal perjalanan jauh karena kemampuannya yang tahan lama berkat proses memasak yang menghilangkan air. Filosofi: Proses memasak rendang yang memakan waktu lama mela...

avatar
Umikulsum
Gambar Entri
Ayam Ungkep
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Barat

Ayam goreng adalah salah satu menu favorit keluarga yang tidak pernah membosankan. Namun, jika kamu ingin mencoba variasi yang lebih gurih dan harum, ayam goreng bawang putih renyah adalah pilihan yang tepat. Ciri khasnya terletak pada aroma bawang putih yang kuat serta kriukannya yang renyah saat digigit. Resep ini juga sangat mudah dibuat, cocok untuk menu harian maupun Bahan-Bahan Bahan Ayam Ungkep ½ kg ayam (boleh potong kecil agar lebih cepat matang) 5 siung bawang putih 4 siung bawang merah 1 sdt ketumbar bubuk 1 ruas kunyit (opsional untuk warna) Garam secukupnya Kaldu bubuk secukupnya Air ± 400 ml Bahan Kriuk Bawang 5–6 siung bawang putih, cincang halus 3 sdm tepung maizena ¼ sdt garam ¼ sdt lada Minyak banyak untuk menggoreng Cara Membuat Ungkep ayam terlebih dahulu Haluskan bawang putih, bawang merah, kunyit, dan ketumbar. Tumis sebentar hingga harum. Masukkan ayam, aduk rata, lalu tuang air. Tambahkan garam dan kaldu bubuk. Un...

avatar
Apitsupriatna