Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Jawa Tengah Jawa
Cenil Kulit Buah Naga Daun Pandan
- 5 Desember 2018

Cenil Kulit Buah Naga Daun Pandan 😉 recipe main photo

 

 

Bahan-bahan

 
  1. 250 gr tepung tapioka/kanji
  2. 250 gr tepung terigu
  3. secukupnya Kulit buah naga (utk pewarna merah)
  4. secukupnya Daun pandan (utk pewarna hijau)
  5. secukupnya Garam
  6. secukupnya Gula jawa
  7. secukupnya Gula pasir (bisa diskip)
  8. secukupnya Kelapa parut
  9. secukupnya Air

Langkah

 
  1. Bisa 2 cara = 1. Campur tepung terigu, garam dg air hangat aduk rata.. cara ke 2.masak campuran tepung terigu, garam dg air aduk2 cuma sampai panas saja..angkat sisihkan

     
     
     
     
     
  2. Sy pakai cara yg ke 2..stlh itu campur sedikit demi sedikit dg tepung tapioka sampai adonan bisa dipulung saja bagi adonan menjadi 2..yg 1 pakai warna dr kulit buah naga yg dihancurkan boleh pki blender stau diuleg..klo sy kulitnya sy uleg & warna yg ke 2 pki daun pandan yg ditumbuk beri air sedikit saring campur di adonan..memang agak ribet tp lebih aman buat anak2 klo warnanya dr bahan alami

    Cenil Kulit Buah Naga Daun Pandan 😉 recipe step 2 photo
     
     
     
     
  3. Panaskan air..bentuk pulung2 adonan masukan di air panas..tunggu hingga adonan mengambang baru diambil ditiriskan..teruskan spi adonan habis.. wow jadinya byk sekali 😀

    Cenil Kulit Buah Naga Daun Pandan 😉 recipe step 3 photo
     
     
     
     
  4. Kukus kelapa parut& garam beri daun pandan..atau langsung saja gak perlu dikukus dibalurkan di cenil yg sdh jadi..klo sy kelapa parutnya sy kukus tujuanya apabila ada sisa kelapanya tidak cepat basi

    Cenil Kulit Buah Naga Daun Pandan 😉 recipe step 4 photo
     
     
     
     
  5. Masak gula jawa & daun pandan hingga leleh..campurkan di cenil yg sdh diberi parutan kelapa dan gula pasir (boleh diskip) ini krn gula jawa yg sy beli kurang manis jd sy tambahi taburan gula pasir..siap dihidangkandan dijamin tdk alot walaupun sdh dingin atau hbs dikrluarkn dr kulkas

    Cenil Kulit Buah Naga Daun Pandan 😉 recipe step 5 photo
     
     
     
     
  6. Siap disantap 😋..semoga bermanfaat 😉ðŸ¤--

    Cenil Kulit Buah Naga Daun Pandan 😉 recipe step 6 photo

     

     

    https://cookpad.com/id/resep/4832328-cenil-kulit-buah-naga-daun-pandan-%F0%9F%98%89

     

 

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Kidung Lakbok
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Kidung Lakbok atau Wawacan Kidung Lakbok adalah karya sastra lama berbentuk wawacan yang berasal dari Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Naskah ini diterbitkan kembali dan disusun rapi oleh M. Karso Prawiraatmadja di Bandjar pada tanggal 31 Agustus 1956. Karya ini menyimpan nilai sejarah dan kearifan lokal masyarakat setempat. Dokumentasi digital dan data ini disusun serta disumbangkan oleh Henri Purwanto.

avatar
Henripurwanto
Gambar Entri
HUDON TANO (Periuk Tanah)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
Benda Magis Masyarakat Batak Toba
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker