Nama Latin : Casuarina equisetifolia J.R. & G. Forst.
Famili : Casuarinaceae
Nama lokal : Cemara gunung, Kasuari, Wile (Etnik Pegunungan tengah dan EtnikWamena)
Nama lain : Casuarina, Ironwood, Australian pine, She-oak, H orsetail tree, Beefwood (Inggris)
Deskripsi
Pohon berukuran medium sampai besar, hijau sepanjang tahun, tinggi 30-40m, cabang panjang, langsing, ujung terkulai, seperti rambut. Daun kecil tampak seperti jarum bercabang-cabang dan bersisik, panjang 5-10cm. Batang awalnya halus setelah berkembang pecah-pecah memanjang seperti strip dan bersisik, berwarna kemerahan atau kecoklatan. Bunga unisexual, kecil, panjang 1-6 cm, dan tidak menonjol; bunga jantan bergerigi runcing mudah dibawa angin, bunga betina kepala berbentuk bula mudah dibawa angin. Buah oval seperti kerucut bersisik banyak, warna agak merah kecoklatan, tertutup beberapa sayap kecil. Polong panjang 6-7 mm. Bungadan buah bisa dijumpai sepanjang tahun. Spesies ini merupakan tumbuhan berbunga tetapi sering salah dikira pohon pinus.
Habitat dan Penyebarannya
Sering dijumpai di habitat berpasir, di daerah pantai atau di dekat pantai yang berbatuan dan sering ditanam di area tanah gu yebar banyak dijumpai di pegunungan tengah Papua. Juga dapat dijumpai di dataran rendah Papua.
Pe nggunaan secara tradisional
Buah dan biji kering direbus diminum airnya untuk mengobati malaria. Diminum 2 X sehari pagi dan sore sampai sembuh.
Informasi kandungan senyawa kimia dan aktivitas farmakologi.
Kandungan senyawa kimia tumbuhan Casuarina papuana : beta-amyrin, 4-hydroxybenzoic acid, betulin, erythrodiol, germanicol, glutinol, glutinol acetate, glutinone, lupenone, lupeol, oleanolic acid, taraxerol, gallicin, campesterol, cholesterol, daucosterol, beta-sitosterol, stigmasterol, (+)-gallocatechin, juglanin, hyperoside, kaempferol and glycosides, miquelianin, nictoflorin, quercitrin, isoquercitrin, reynoutrin, rutin, trifolin, afzelin, (+) catechin, catechol, casuarine, protocatechuic acid, gallic acid, gentisic acid, hydroquinone, syringic acid, vanillic acid, para-coumaric acid, ellagic acid, glycine, leucine, tryptophan, valine, asparagine, glutamine, shikimic acid, tannin. Aktivitas farmakologinya : hipoglisemik, antifungi, molluscasida, sitotoksik, antivirus, menghambat enzim xantin oksidase, sebagai astringent, diuretic, pencahar, and obat kuat / tonik, kulut batang untuk beri-beri, sakit perut, batuk, desentri, sakit kepala, saraf, jerawat, radang tenggorokan, sakit perut, pembengkakan, dan sakit gigi, digunakan juga untuk pendarahan dan diare
Sumber: Buku Tumbuhan Kerarifan Lokal Papua /Papua traditional medicine herbs, 2017
Untuk membuka blokIr (BRImo) yang terblokIr. Anda bisa menghubungi Layanan CS BRI di Nomor WhatsApp+: (+62817. 7641 4017.))) atau 1500017 atau Anda Bisa lakukan lupa username atau password" pada halaman login aplikasi {BRImo}.
Untuk membuka blokIr (BRImo) yang terblokIr. Anda bisa menghubungi Layanan CS BRI di Nomor WhatsApp+: (+62817. 7641 4017.))) atau 1500017 atau Anda Bisa lakukan lupa username atau password" pada halaman login aplikasi {BRImo}.
Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.
1. Rendang (Minangkabau) Rendang adalah hidangan daging (umumnya sapi) yang dimasak perlahan dalam santan dan bumbu rempah-rempah yang kaya selama berjam-jam (4–8 jam). Proses memasak yang sangat lama ini membuat santan mengering dan bumbu terserap sempurna ke dalam daging. Hasilnya adalah daging yang sangat empuk, padat, dan dilapisi bumbu hitam kecokelatan yang berminyak. Cita rasanya sangat kompleks: gurih, pedas, dan beraroma kuat. Rendang kering memiliki daya simpan yang panjang. Rendang adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang paling terkenal dan diakui dunia. Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, masakan ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan proses memasak yang unik. 1. Asal dan Filosofi Asal: Rendang berasal dari tradisi memasak suku Minangkabau. Secara historis, masakan ini berfungsi sebagai bekal perjalanan jauh karena kemampuannya yang tahan lama berkat proses memasak yang menghilangkan air. Filosofi: Proses memasak rendang yang memakan waktu lama mela...
Ayam goreng adalah salah satu menu favorit keluarga yang tidak pernah membosankan. Namun, jika kamu ingin mencoba variasi yang lebih gurih dan harum, ayam goreng bawang putih renyah adalah pilihan yang tepat. Ciri khasnya terletak pada aroma bawang putih yang kuat serta kriukannya yang renyah saat digigit. Resep ini juga sangat mudah dibuat, cocok untuk menu harian maupun Bahan-Bahan Bahan Ayam Ungkep ½ kg ayam (boleh potong kecil agar lebih cepat matang) 5 siung bawang putih 4 siung bawang merah 1 sdt ketumbar bubuk 1 ruas kunyit (opsional untuk warna) Garam secukupnya Kaldu bubuk secukupnya Air ± 400 ml Bahan Kriuk Bawang 5–6 siung bawang putih, cincang halus 3 sdm tepung maizena ¼ sdt garam ¼ sdt lada Minyak banyak untuk menggoreng Cara Membuat Ungkep ayam terlebih dahulu Haluskan bawang putih, bawang merah, kunyit, dan ketumbar. Tumis sebentar hingga harum. Masukkan ayam, aduk rata, lalu tuang air. Tambahkan garam dan kaldu bubuk. Un...