Makanan Minuman
Makanan Minuman
makanan Sulawesi Selatan Sulawesi Selatan
CUCUR GORENG
- 11 April 2017

Cucur Goreng merupakan salah satu kue tradisional yang banyak ditemui di acara-acara pernikahan atau acara adat lainnya. Rasanya manis dan kenyal membuat cita rasa kue ini tidak ada tandingannya. Cara membuat kue Cucur Goreng ini memang susah-susah gampang. Untuk yang pemula mungkin akan sedikit kesulitan dalam membuat kue tradisional ini. Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat kue ini sangat mudah didapatkan. Bahan Untuk Membuat Resep Kue Cucur Gula Merah

  • 60 gram tepung terigu yang mempunyai protein sedang
  • 250 gram tepung beras
  • 4 lembar daun pandan
  • 250 gram gula merah
  • 500 ml air bersih
  • ½ sendok teh garam

 

Langkah-Langkah Untuk Membuat Kue Cucur Gula Merah

  1. Langkah pertama yang harus anda lakukan ketika membuat resep kue cucur gula merah adalah mendidihkan 500 ml air bersih, kemudian tambahkan gula merah dan daun pandan. Biarkan gula merah meleleh didalam air dan tercampur rata dengan air yang mendidih. Jangan lupa untuk mengaduknya.
  2. Jika sudah tercampur dengan rata, saring air didihan gula dengan daun pandan dan didiamkan sebentar sampai air larutan gula sudah tidak panas lagi.
  3. Langkah selanjutnya campur tepung terigu, tepung beras, dan garam menjadi satu sampai tercampur rata. Kemudian tambahkan larutan air gula merah sedikit demi sedikit,sambil adonan di ulenin sampai merata.
  4. Setelah adonan sudah mulai pulen, pukul-pukul adonan kurang lebih selama 30 menit sambil tetap di beri larutan gula merah sedikit demi sedikit.
  5. Setelah tercampur dengan sempurna dan adonan benar-benar pulem, diamkan adonan kurang lebih selama 45 menit sampai benar-benar mengembang.
  6. Sambil menunggu adonan, siapkan cetakan untuk membuat kue cucur dan olesi dengan minyak goreng supaya adonan nantinya tidak lengket.
  7. Panaskan minyak goreng di atas cetakan kue cucur, masukan adonan sedikit demi sedikit. Selanjutnya siram dengan minyak panas sampai adonan menjadi mengembang dan juga berserat.
  8. Balik kue cucur dengan menggunakan tusuk gigi, supaya matang dengan sempurna.

Setiap kue tradisional yang disajikan di pernikahan, memiliki filosofinya tersendiri. Seperti kue Cucur Goreng ini yang melambangkan keindahan bunga lotus untuk kesejahteraan dalam keluarga.

 

RM yang menyediakan:
Bunga Pepaya
Jl. RP Soeroso 16, Gondangdia-Menteng, Jakarta Pusat, Indonesia
(6221) 3141616

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Kidung Lakbok
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Kidung Lakbok atau Wawacan Kidung Lakbok adalah karya sastra lama berbentuk wawacan yang berasal dari Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Naskah ini diterbitkan kembali dan disusun rapi oleh M. Karso Prawiraatmadja di Bandjar pada tanggal 31 Agustus 1956. Karya ini menyimpan nilai sejarah dan kearifan lokal masyarakat setempat. Dokumentasi digital dan data ini disusun serta disumbangkan oleh Henri Purwanto.

avatar
Henripurwanto
Gambar Entri
HUDON TANO (Periuk Tanah)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
Benda Magis Masyarakat Batak Toba
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker