Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Jawa Tengah Jawa
Buntil
- 6 Oktober 2017

Buntil adalah makanan tradisional Jawa berupa "parutan daging kelapa yang dicampur dengan teri dan bumbu-bumbu, dibungkus daun pepaya, kemudian direbus dalam santan. Makanan ini biasa dijajakan di pasar maupun pedagang kaki lima sebagai lauk untuk nasi.

Buntil dideskripsikan sebagai "parutan kelapa dengan ikan teri yang dibungkus daun pepaya. Buntil sebenarnya adalah semacam bothok yang dibungkus dengan daun muda singkong dan diberi sedikit cairan kuah pedas yang terbuat darisantan. Isinya adalah parutan kelapa yang diberi bumbu. Daun pembungkus yang lain yang sering digunakan adalah daun talas atau daun sente. Berbeda dengan bothok, daun pembungkus pada buntil juga dapat turut dikonsumsi.

Di daerah Laut Tengah (terutama dari Yunani dan Turki) dikenal pula makanan semacam buntil dengan pembungkus daun anggur muda dan diisi dengan nasi.

Kuah santan merupakan ciri khas lainnya dari masakan cita rasa nusantara ini, bisa encer atau juga kental yang tentunya bisa kita sesuaikan dengan selera pada takaran kekentalan santannya. Proses cara memasak buntil dengan bumbu kuah santan bertujuan supaya rasa yang enak dan gurih menyerap ke dalam buntil hingga menghasilkan masakan yang spesial.

 

Bahan dan bumbu isi buntil :

  • 2 ikat daun singkong direbus sebentar dengan air plus 1 sdt garam, tiriskan
  • 50 gram teri medan
  • 100 gram kelapa parut
  • 1 batang serai digeprek
  • 2 lembar daun jeruk
  • 1/2 sdt ketumbar bubuk
  • garam secukupnya
  • 1/2 sdt gula pasir
  • 1/2 sdt kaldu ayam bubuk atau sesuai selera
  • minyak untuk menumis

Haluskan:

  • 4 butir bawang merah
  • 2 siung bawang putih
  • 4 buah cabe merah keriting
  • 2 cm jahe
  • 2 cm lengkuas
  • 2 cm kencur

Bahan kuah:

  • 700 ml santan encer
  • 4 buah cabe rawit merah utuh
  • 2 lembar daun salam
  • 2 batang serai digeprek
  • 1 sdt gula pasir
  • garam secukupnya
  • 1/2 sdt kaldu ayam bubuk atau sesuai selera
  • 100 gram pete cina (selong)

Haluskan:

  • 5 butir bawang merah
  • 3 buah cabe merah besar
  • 8 buah cabe merah keriting
  • 3 cm kunyit
  • 4 butir kemiri

 

CARA MEMBUAT BUNTIL DAUN SINGKONG ISI TERI KELAPA PARUT :

  • Panaskan sedikit minyak, tumis bumbu halus, serai dan daun jeruk hingga harum. Masukkan teri, garam, gula, bubuk ketumbar dan kaldu bubuk. Aduk rata lalu masukkan kelapa parut, aduk rata hingga kering dan matang. Matikan api dan sisihkan untuk bahan isi.
  • Susun beberapa lembar daun singkong hingga rapat dan tidak ada lubang, ambil beberapa sendok makan bahan isi. Lipat daun singkong berbentuk kotak lalu ikat dengan tali supaya tidak keluar bahan isi saat direbus.
  • Cara membuat kuah buntil : Panaskan sedikit minyak, tumis bumbu halus, daun salam dan serai hingga harum. Masukkan santan encer, cabe rawit, pete cina, garam, gula dan kaldu bubuk. Aduk rata lalu masukkan buntil, masak hingga mendidih dan kuah agak menyusut. Angkat dan siap untuk disajikan.

 

Sumber:

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Dodol Kinca
Makanan Minuman Makanan Minuman
Nusa Tenggara Barat

Dodol Kinca merupakan kuliner tradisional khas Bima dan Dompu, Nusa Tenggara Barat, yang dikenal dengan cita rasa manis legit serta teksturnya yang khas. Berbeda dari dodol pada umumnya, dodol ini dibuat dari campuran buah kinca (kawista) dan gula, dengan tambahan sedikit tepung tapioka sebagai pengikat, yang dimasak hingga mengental. Buah kinca sendiri adalah sebutan lokal untuk buah kawista, yang memiliki perpaduan rasa manis dan asam dengan aroma yang khas. Selain varian manis, Dodol Kinca juga memiliki variasi rasa pedas yang memberikan sensasi unik. Hidangan ini tidak hanya menjadi sajian khas, tetapi juga mencerminkan identitas kuliner serta tradisi masyarakat Bima dan Dompu.

avatar
Adam Adi
Gambar Entri
Tradisi Rimpu
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Nusa Tenggara Barat

Rimpu merupakan tradisi busana khas perempuan suku Mbojo di Bima, Nusa Tenggara Barat, yang dikenakan dengan menggunakan dua lembar kain sarung untuk menutup kepala hingga seluruh tubuh. Lebih dari sekadar pakaian, Rimpu merepresentasikan nilai kesopanan, identitas budaya, serta ketaatan terhadap ajaran Islam. Tradisi ini memiliki beberapa bentuk, di antaranya rimpu mpida yang dikenakan oleh perempuan belum menikah dengan menutup seluruh wajah kecuali mata, serta rimpu colo yang digunakan oleh perempuan yang telah menikah dengan memperlihatkan wajah. sumber gambar: https://etnis.id/menjaga-spirit-budaya-rimpu-di-tanah-rantau/

avatar
Adam Adi
Gambar Entri
Beberuk Terong (Rusu/Lasuk) Khas Lombok
Makanan Minuman Makanan Minuman
Nusa Tenggara Barat

Beberuk Terong atau yang biasa disebut dengan Rusu/Lasuk oleh masyarakat Lombok adalah makanan khas Lombok yang terbuat dari terong bulat mentah yang dipotong kecil-kecil dan dicampur sambal tomat yang pedas, cukup mirip dengan sambal pelecing. Beberuk Terong biasanya disajikan sebagai pelengkap untuk makanan utama seperti ayam taliwang, sate rembiga, atau ikan bakar. Membuat Beberuk Terong ini sangat mudah dan hanya menggunakan bahan-bahan sederhana yang sering kita gunakan di dapur. Berikut bahan-bahan dan cara pembuatan Beberuk Terong: Bahan Terong bulat hijau/ungu Kacang panjang (opsional) Cabai rawit Bawang merah Tomat Terasi Jeruk Limau Garam Sedikit minyak goreng Cara Pembuatan Potong kecil-kecil terong bulat, bisa dipotong dadu atau diiris Potong kecil-kecil kacang panjang, jika menggunakan kacang panjang Untuk sambalnya, uleg kasar cabai rawit dan juga terasi Masukkan irisan bawang merah dan tomat, uleg kasar Tambahkan garam dan aduk ra...

avatar
jellygoldfish
Gambar Entri
Songket Palembang
Motif Kain Motif Kain
Sumatera Selatan

SEJARAH SINGKAT Songket Palembang memiliki akar sejarah yang panjang, berawal dari masa Kerajaan Sriwijaya. Menurut buku Seni Kriya Nusantara karya Deni Setiawan, songket sudah dikenal sejak masa kejayaan Sriwijaya pada abad ke-7 Masehi, ketika Palembang menjadi pusat perdagangan internasional di tepi Sungai Musi. Banyak peninggalan budaya berupa wastra (kain tradisional) ditemukan. Salah satunya adalah kain songket yang menjadi bukti bahwa Kerajaan Sriwijaya sebagai penguasa jalur perdagangan di Selat Malaka. Hubungan dagang dengan India, China, dan Arab membawa pengaruh besar terhadap teknik dan motif songket. Dari China datang benang sutra, dari India benang emas dan perak. Perpaduan inilah lahir kain songket Palembang yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Melayu-Sumatera. Pada masa Kesultanan Palembang Darussalam, songket digunakan sebagai simbol kebesaran dan status sosial. Para bangsawan dan keluarga kerajaan mengenakannya dalam upacara resmi. Beberapa mo...

avatar
Cindy
Gambar Entri
Resep Mie Celor Palembang
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Selatan

BAHAN-BAHAN Kuah 250 gr udang ukuran sedang 250 ml santan kental 4 sdm kecap asin 4 sdm tepung terigu 1 sdt gula pasir 1 liter kaldu udang Bumbu Halus 2 sdm ebi, rendam dengan air hangat 8 butir bawang merah 5 siung bawang putih 1/2 sdt merica butiran 2 sdt garam Pelengkap 500 g mie kuning segar 100 gr tauge seduh 2 butir telur rebus, belah dua 5 sdm bawang goreng 1 sdm daun seledri iris 2 sdm daun bawang iris jeruk limau CARA MEMBUAT Kuah: Kupas udang, sisihkan kepala dan kulitnya. Cincang udang dan sisihkan. Rebus dengan air untuk mendapatkan kaldu udang. Gunakan api kecil sampai air berubah kemerahan. Kemudian takar sebanyak 1 liter dan saring kaldu, sisihkan. Tumis bumbu halus sampai harum. Masukkan potongan udang, masak sampai udang berubah warna. Tuangi kaldu udang, santan kental dan ebi. Aduk hingga rata. Masak sampai kuah mendidih. Bumbui kecap asin, merica, garam dan gula. Larutkan tepung terigu dengan sedi...

avatar
Cindy