Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Bali Desa Tedjakula
Bubur Mangguh
- 8 Oktober 2017

Bubur Mangguh - Bali

Bubur mangguh adalah sajian bubur yang menjadi kuliner khas dari Desa Tedjakula, Bon Dalem, Buleleng dengan ciri khasnya menambahkan urapan dan kacang goreng. Menikmati satu mangkuk bubur mangguh, kamu akan mendapatkan rasa pedas dan rasa rempah-rempah yang sangat terasa. Apalagi dalam satu porsinya masih ada tambahan urapan berasa gurih dan beberapa lauk berupa suwiran ayam dan sayuran. Buburnya juga dibuat dengan rempah-rempah seperti daun salam, santan, dan garam sehingga menimbulkan rasa bubur yang gurih namun begitu lembut di mulut.

Setelah bubur selesai dibuat, untuk menambahkan rasa nikmat, bubur ini akan diberi lauk dan bumbu yang dicampur menjadi satu. Bumbu-bumbu tersebut dibuat dari bawang merah, ketumbar, bawang putih, kemiri, cabai merah, kunyit bakar, garam, dan merica yang dihaluskan lalu ditumis. Saat proses menumis, daging ayam yang telah disuwir-suwir, kaldu bubuk, lengkuas, dan daun salam akan dimasukkan. Setelah matang, lauk tersebut sudah bisa disajikan bersama bubur dengan kuahnya yang begitu segar. Namun masih ada lagi urapan yang didapat dari kelapa parut dan kecang panajang, serta ada lagi tambahan kacang panjang dan bawang goreng di atasnya. Untuk mendapatkannya bisa ditemukan di restoran Buleleng maupun Denpasar serta rumah makan yang menyediakannya.

Resep Bubur Mengguh Khas Bali

Bahan Bubur Mengguh :

  • 1200 cc air
  • 500 cc santan kental
  • 500 gr dada ayam
  • 200 gr kacang panjang, iris 1 cm
  • 200 gr beras, cuci sampai bersih
  • 100 gr kacang tanah, goreng
  • 2 sdt garam
  • 2 lembar daun salam
  • bawang goreng secukupnya

Bumbu yang dihaluskan :

  • 6 butir bawang merah
  • 4 siung bawang putih
  • buah kemiri
  • 2 buah cabai merah
  • 2 cm kunyit, bakar
  • 1 sdt ketumbar
  • 1/2 sdt merica
  • garam secukupnya

Bahan Urap :

  • 100 gr kelapa parut setengah tua
  • 200 gr kacang panjang, potong 4 cm
  • 2 siung bawang putih
  • 2 buah cabai merah
  • 1/2 sdt terasi
  • 2 cm kencur
  • 2 sdm gula merah
  • 2 lembar daun jeruk
  • garam secukupnya

     

 

Cara memasak Bubur Mengguh Khas Bali :

  • Panaskan 2 sdm minyak, tumis bumbu halus hingga harum.
  • Masukkan daging ayam, daun salam, lengkuas, dan kaldu bubuk.
  • Tambahkan air 500 cc.
  • Masak sampai ayam matang dan bumbu meresap, angkat.
  • Pisahkan ayam dengan kuahnya.
  • Rebus beras hingga lunak.
  • Tambahkan santan, garam, dan daun salam.
  • Masak lagi sampai bubur mengental.
  • Masukkan kacang panjang.
  • Masak sampai kacang panjang matang, aduk rata, angkat.

Buat urap :

  • Haluskan semua bumbu urap.
  • Tambahkan dengan kelapa parut, aduk rata.
  • Kukus bumbu urapan sampai matang, angkat.
  • Campur bumbu urapan dengan kacang panjang rebus.
  • Sajikan bubur dalam mangkuk.
  • Tambahkan kacang tanah goreng, dan urap kacang panjang.
  • Sajikan selagi hangat dengan taburan bawang goreng dan suwiran ayam.
  • Untuk: 5 porsi

 

Sumber

http://kuliner.ilmci.com/resep/2011/03/bubur-mengguh-khas-bali.aspx

http://makananoleholeh.com/makanan-khas-bali/

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Candi Miri: Peninggalan Arsitektur Hindu Kerajaan Mataram Kuno
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Daerah Istimewa Yogyakarta

Candi Miri: Peninggalan Arsitektur Hindu Kerajaan Mataram Kuno Candi Miri merupakan salah satu situs candi Hindu yang menjadi bagian dari warisan arsitektur religius Kerajaan Mataram Kuno di Pulau Jawa. Keberadaannya di wilayah Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menunjukkan penyebaran pusat-pusat keagamaan yang strategis pada periode klasik Jawa. Sebagai candi Hindu, Candi Miri mencerminkan adaptasi tradisi arsitektur India yang dikembangkan dengan karakteristik lokal Jawa Kuno, berdiri sebagai saksi bisu kejayaan peradaban Hindu-Buddha di Nusantara. Sejarah & Latar Belakang Candi Miri didentifikasi sebagai peninggalan Kerajaan Mataram Kuno (Sumber 4). Letaknya berada di wilayah administratif Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, yang merupakan salah satu kawasan terpenting dalam sejarah peradaban Jawa klasik. Terdapat variasi dalam pencatatan lokasi spesifik candi ini. Beberapa sumber merujuk lokasi Candi Miri di Dusun Nguwot, Desa Sambirejo (Sumber 1, Sumber 2, Sumber...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Babi Panggang Karo: Simfoni Rasa dari Tanah Batak
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Utara

Babi Panggang Karo: Simfoni Rasa dari Tanah Batak Di tengah kekayaan kuliner Indonesia yang tak terhingga, Babi Panggang Karo (sering disingkat BPK) muncul sebagai sebuah mahakarya rasa yang menghadirkan jejak budaya dan tradisi dari tanah Sumatera Utara. Lebih dari sekadar hidangan, BPK adalah manifestasi dari identitas masyarakat Karo, sebuah sajian yang kaya akan aroma, rempah, dan cerita. Mengapa BPK begitu istimewa, dan bagaimana ia menjadi simbol kebanggaan kuliner bagi suku Karo? Mari kita telusuri keunikan dan daya pikatnya. ## Andaliman: Jantung Rasa BPK Rahasia di balik kelezatan BPK terletak pada penggunaan rempah-rempah khas, dan yang paling menonjol adalah andaliman. Dikenal juga sebagai "merica Batak" atau "sichuan pepper"-nya Indonesia, andaliman memberikan sensasi rasa yang unik dan tak tertandingi: pedas, sedikit asam, dan yang paling khas adalah efek kebas atau "getar" di lidah (Sumber 2). Rasa yang identik dan aroma yang kuat dari andal...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Batik Kamoro: Mengenal Keindahan Seni Batik dari Papua Batik Kamoro merupakan salah satu jenis
Motif Kain Motif Kain
Papua

Batik Kamoro: Mengenal Keindahan Seni Batik dari Papua Batik Kamoro merupakan salah satu jenis batik khas Papua yang dikenal dengan corak unik dan makna mendalam. Berbeda dengan batik dari daerah lain di Indonesia, batik Papua, termasuk Kamoro, memiliki ciri khas motif yang terinspirasi dari kekayaan alam dan budaya suku asli di sana (Sumber 1, Sumber 3). Batik ini secara spesifik menampilkan corak khas Timika, yang terinspirasi dari suku Kamoro dan keindahan alam sekitarnya (Sumber 1). Batik Kamoro tidak hanya sekadar kain bermotif, tetapi juga merupakan representasi semangat dan keberanian penduduk asli Papua (Sumber 2). Simbol-simbol yang terkandung di dalamnya merefleksikan kehidupan masyarakat adat, menjadikannya salah satu warisan budaya yang patut dilestarikan. ## Motif dan Makna Batik Kamoro Motif utama batik Kamoro sangat khas dan mudah dikenali. Corak yang sering ditemukan pada batik ini meliputi: ### Simbol Patung Salah satu motif yang paling menonjol pada batik Kamoro adal...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Dendam Rajo sang Manusia Harimau Putih
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Aceh

Karya: Mahlil Azmi Di sebuah perkampungan kecil bernama Desa Pucok Krueng, di Aceh bagian barat selatan, hiduplah sebuah keluarga kecil yang damai dan bahagia. Mereka berjumlah empat orang: sang ayah bernama Uda Bintang Puteh berumur 40 tahun, ibu Nyak Bulan berumur 30 tahun, anak pertama Rajo Puteh berumur 10 tahun, dan adik perempuannya bernama Nyak Puteh yang berumur 5 tahun.Kedua orang tua mereka adalah petani dan pekebun pala. Sementara itu, Rajo adalah anak yang nakal dan sering berkelahi dengan teman-temannya hingga meresahkan orang tuanya. Walaupun begitu, ia sangat menyayangi keluarganya, terutama adiknya. Nyak Puteh adalah anak yang ceria, patuh, rajin mengaji, dan suka membantu orang tua mencuci piring. Setiap menjelang pagi, ayah dan ibu berpamitan untuk bekerja di ladang memetik buah pala, dan terkadang menjadi buruh tani di sawah milik saudagar kampung. Walaupun upah yang mereka dapatkan sedikit, mereka tetap bersyukur.Beberapa tahun kemudian, saat Rajo berumur 17 tahun,...

avatar
Mahlil Azmi
Gambar Entri
Candi Miri: Peninggalan Sejarah di Yogyakarta
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Daerah Istimewa Yogyakarta

Candi Miri: Peninggalan Sejarah di Yogyakarta Sejarah & Latar Belakang Candi Miri adalah salah satu candi Hindu yang terletak di Dusun Nguwot, Desa Sambirejo, Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Diperkirakan dibangun pada abad ke-9, Candi Miri merupakan bagian dari warisan budaya Kerajaan Mataram Kuno. Candi ini berdiri tidak jauh dari beberapa candi lain yang juga bersejarah, seperti Candi Banyunibo dan Candi Barong, menjadikannya sebagai bagian penting dari kompleks candi yang memiliki nilai arkeologis yang tinggi (Sumber 2, 4, 14). Candi Miri, yang terletak di bukit karst dengan ketinggian sekitar 300 meter, menjadi lokasi yang strategis untuk aktivitas keagamaan dan pemujaan. Meskipun saat ini kondisinya mengalami kerusakan dan belum dilakukan pemugaran, keberadaannya tetap menarik perhatian para peneliti dan wisatawan yang ingin menyelami sejarah kekayaan budaya Indonesia (Sumber 1, 8, 14). Karakteristik Arsitektur Candi Miri memiliki...

avatar
Kianasarayu