Bubur Lemu adalah salah satu makanan khas dari Bandung, Jawa Barat. Bubur Lemu ini bisa dikatakan juga sebagai bubur sumsum. Tidak ada yang tahu asal muasal pemberian nama 'Lemu' ini. Di Jawa sendiri, 'Lemu' artinya 'gemuk' sehingga banyak orang gemuk menghindari makanan ini padahal makanan ini tidak benar-benar bikin gemuk dan rasanya sangat lezat dengan tekstur yang lembut. Bubur Lemu ini terbuat dari tepung beras. Bubur Lemu ada yang berwarna putih dan ada juga yang berwarna hijau dengan penambahan pandan. Dalam penyajiannya bubur lemu dicampur dengan kuah gula merah atau dalam bahasa Jawa disebut juruh dan masih ditambah dengan kuah santan. Namun biasanya orang banyak membuat Bubur Lemu ini langsung dicampur dengan santan saat memasaknya.
Bahan-bahan: 500 gram tepung beras 1 sendok teh garam 2 lembar daun pandan 1 sendok teh pasta pandan 2,5 liter santan (hasil parutan 1 butir kelapa) Es batu secukupnya (jika ingin disajikan dingin)
Bahan saus/kuah Gula : 250 gram gula merah 100 ml gram gula putih 400 ml air 1/2 sendok teh maizena (larutkan dengan 3 sendok makan air)
Bahan saus/kuah Santan : 500 ml santan kental 1/2 sendok teh garam
Cara Membuat: 1. Larutkan tepung beras dengan menggunakan santan kemudian diaduk-aduk hingga rata. Lalu tambahkan garam, daun pandan dan pasta pandan. Kemudian didihkan bahan tersebut di atas api kecil sambil terus diaduk-aduk hingga bahan bubur mengental dan matang, angkat dan dinginkan dahulu. 2. Membuat saus/kuah gula : campurkan gula merah, gula pasir dan air, lalu rebuslah hingga mendidih dan gula larut bersama air. Selanjutnya tuangkan larutan maizena sedikit demi sedikit sambil tetap diaduk agar merata, jika di rasa cukup angkat dan dinginkan. 3. Membuat saus/kuah Santan : campurkan santan dan garam. Kemudian rebus hingga campuran mendidih sambil terus diaduk-aduk, selanjutnya angkat dan sisihkan. 4. Penyajian : ambil bubur lemu menggunakan pisau (membentuk lembaran tebal), lalu masukkan ke dalam mangkuk, siram bubur dengan saus/kuah gula dan saus santan. Kemudian tambahkan es batu dan sajikan dalam keadaan dingin. Untuk yang tidak menyukai disajikan dengan es batu, tidak perlu menyediakan es batu.
Sumber: http://www.menuinternasional.com/2014/11/cara-membuat-bubur-lemu.html?m=1
Candi Miri: Peninggalan Arsitektur Hindu Kerajaan Mataram Kuno Candi Miri merupakan salah satu situs candi Hindu yang menjadi bagian dari warisan arsitektur religius Kerajaan Mataram Kuno di Pulau Jawa. Keberadaannya di wilayah Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menunjukkan penyebaran pusat-pusat keagamaan yang strategis pada periode klasik Jawa. Sebagai candi Hindu, Candi Miri mencerminkan adaptasi tradisi arsitektur India yang dikembangkan dengan karakteristik lokal Jawa Kuno, berdiri sebagai saksi bisu kejayaan peradaban Hindu-Buddha di Nusantara. Sejarah & Latar Belakang Candi Miri didentifikasi sebagai peninggalan Kerajaan Mataram Kuno (Sumber 4). Letaknya berada di wilayah administratif Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, yang merupakan salah satu kawasan terpenting dalam sejarah peradaban Jawa klasik. Terdapat variasi dalam pencatatan lokasi spesifik candi ini. Beberapa sumber merujuk lokasi Candi Miri di Dusun Nguwot, Desa Sambirejo (Sumber 1, Sumber 2, Sumber...
Babi Panggang Karo: Simfoni Rasa dari Tanah Batak Di tengah kekayaan kuliner Indonesia yang tak terhingga, Babi Panggang Karo (sering disingkat BPK) muncul sebagai sebuah mahakarya rasa yang menghadirkan jejak budaya dan tradisi dari tanah Sumatera Utara. Lebih dari sekadar hidangan, BPK adalah manifestasi dari identitas masyarakat Karo, sebuah sajian yang kaya akan aroma, rempah, dan cerita. Mengapa BPK begitu istimewa, dan bagaimana ia menjadi simbol kebanggaan kuliner bagi suku Karo? Mari kita telusuri keunikan dan daya pikatnya. ## Andaliman: Jantung Rasa BPK Rahasia di balik kelezatan BPK terletak pada penggunaan rempah-rempah khas, dan yang paling menonjol adalah andaliman. Dikenal juga sebagai "merica Batak" atau "sichuan pepper"-nya Indonesia, andaliman memberikan sensasi rasa yang unik dan tak tertandingi: pedas, sedikit asam, dan yang paling khas adalah efek kebas atau "getar" di lidah (Sumber 2). Rasa yang identik dan aroma yang kuat dari andal...
Batik Kamoro: Mengenal Keindahan Seni Batik dari Papua Batik Kamoro merupakan salah satu jenis batik khas Papua yang dikenal dengan corak unik dan makna mendalam. Berbeda dengan batik dari daerah lain di Indonesia, batik Papua, termasuk Kamoro, memiliki ciri khas motif yang terinspirasi dari kekayaan alam dan budaya suku asli di sana (Sumber 1, Sumber 3). Batik ini secara spesifik menampilkan corak khas Timika, yang terinspirasi dari suku Kamoro dan keindahan alam sekitarnya (Sumber 1). Batik Kamoro tidak hanya sekadar kain bermotif, tetapi juga merupakan representasi semangat dan keberanian penduduk asli Papua (Sumber 2). Simbol-simbol yang terkandung di dalamnya merefleksikan kehidupan masyarakat adat, menjadikannya salah satu warisan budaya yang patut dilestarikan. ## Motif dan Makna Batik Kamoro Motif utama batik Kamoro sangat khas dan mudah dikenali. Corak yang sering ditemukan pada batik ini meliputi: ### Simbol Patung Salah satu motif yang paling menonjol pada batik Kamoro adal...
Karya: Mahlil Azmi Di sebuah perkampungan kecil bernama Desa Pucok Krueng, di Aceh bagian barat selatan, hiduplah sebuah keluarga kecil yang damai dan bahagia. Mereka berjumlah empat orang: sang ayah bernama Uda Bintang Puteh berumur 40 tahun, ibu Nyak Bulan berumur 30 tahun, anak pertama Rajo Puteh berumur 10 tahun, dan adik perempuannya bernama Nyak Puteh yang berumur 5 tahun.Kedua orang tua mereka adalah petani dan pekebun pala. Sementara itu, Rajo adalah anak yang nakal dan sering berkelahi dengan teman-temannya hingga meresahkan orang tuanya. Walaupun begitu, ia sangat menyayangi keluarganya, terutama adiknya. Nyak Puteh adalah anak yang ceria, patuh, rajin mengaji, dan suka membantu orang tua mencuci piring. Setiap menjelang pagi, ayah dan ibu berpamitan untuk bekerja di ladang memetik buah pala, dan terkadang menjadi buruh tani di sawah milik saudagar kampung. Walaupun upah yang mereka dapatkan sedikit, mereka tetap bersyukur.Beberapa tahun kemudian, saat Rajo berumur 17 tahun,...
Candi Miri: Peninggalan Sejarah di Yogyakarta Sejarah & Latar Belakang Candi Miri adalah salah satu candi Hindu yang terletak di Dusun Nguwot, Desa Sambirejo, Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Diperkirakan dibangun pada abad ke-9, Candi Miri merupakan bagian dari warisan budaya Kerajaan Mataram Kuno. Candi ini berdiri tidak jauh dari beberapa candi lain yang juga bersejarah, seperti Candi Banyunibo dan Candi Barong, menjadikannya sebagai bagian penting dari kompleks candi yang memiliki nilai arkeologis yang tinggi (Sumber 2, 4, 14). Candi Miri, yang terletak di bukit karst dengan ketinggian sekitar 300 meter, menjadi lokasi yang strategis untuk aktivitas keagamaan dan pemujaan. Meskipun saat ini kondisinya mengalami kerusakan dan belum dilakukan pemugaran, keberadaannya tetap menarik perhatian para peneliti dan wisatawan yang ingin menyelami sejarah kekayaan budaya Indonesia (Sumber 1, 8, 14). Karakteristik Arsitektur Candi Miri memiliki...