Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Bali Bali
Bubur Injin
- 12 September 2017

Bubur Injin adalah jajanan khas Bali yang terbuat dari ketan hitam. Yang membuat Bubur Injin berbeda dengan bubur ketan hitam di wilayah lainnya adalah terdapat potongan buah nangka yang melengkapi kudapan ini. Pada umumnya, Bubur Injin dimakan sebagai hidangan penutup. Namun, bisa juga mengonsumsi jajanan ini untuk sarapan pagi. Manisnya ketan hitam dan buah nangka akan melebur jadi satu di dalam mulut Anda.
 

Siapa bilang bubur ketan hitam hanya bisa dijumpai di berbagai wilayah di Pulau Jawa saja? Bubur Injin adalah jajanan khas Bali yang terbuat dari ketan hitam. Yang membuat Bubur Injin berbeda dengan bubur ketan hitam di wilayah lainnya adalah terdapat potongan buah nangka yang melengkapi kudapan ini. Pada umumnya, Bubur Injin dimakan sebagai hidangan penutup. Namun, Anda juga bisa mengonsumsi jajanan ini untuk sarapan pagi. Manisnya ketan hitam dan buah nangka akan melebur jadi satu di dalam mulut Anda.

*Jika Anda mengambil referensi dari artikel ini, mohon kerendahan hatinya untuk mencantumkan link sumber ini: https://bacaterus.com/?p=1076Bubur Injin adalah jajanan khas Bali yang terbuat dari ketan hitam, yang membuat Bubur Injin berbeda dengan bubur ketan hitam di wilayah lainnya adalah terdapat potongan buah nangka yang melengkapi kudapan ini. Pada umumnya, Bubur Injin dimakan sebagai hidangan penutup. Namun, bisa juga mengonsumsi jajanan ini untuk sarapan pagi. Manisnya ketan hitam dan buah nangka akan melebur jadi satu di dalam mulut Anda
Siapa bilang bubur ketan hitam hanya bisa dijumpai di berbagai wilayah di Pulau Jawa saja? Bubur Injin adalah jajanan khas Bali yang terbuat dari ketan hitam. Yang membuat Bubur Injin berbeda dengan bubur ketan hitam di wilayah lainnya adalah terdapat potongan buah nangka yang melengkapi kudapan ini. Pada umumnya, Bubur Injin dimakan sebagai hidangan penutup. Namun, Anda juga bisa mengonsumsi jajanan ini untuk sarapan pagi. Manisnya ketan hitam dan buah nangka akan melebur jadi satu di dalam mulut Anda.

*Jika Anda mengambil referensi dari artikel ini, mohon kerendahan hatinya untuk mencantumkan link sumber ini: https://bacaterus.com/?p=10767 Bubur Injin adalah jajanan khas Bali yang terbuat dari ketan hitam. Yang membuat Bubur Injin berbeda dengan bubur ketan hitam di wilayah lainnya adalah terdapat potongan buah nangka yang melengkapi kudapan ini. Pada umumnya, Bubur Injin dimakan sebagai hidangan penutup. Namun, Anda juga bisa mengonsumsi jajanan ini untuk sarapan pagi. Manisnya ketan hitam dan buah nangka akan melebur jadi satu di dalam mulut Anda.

RESEP MEMBUAT BUBUR INJIN

 

Bahan Membuat Bubur Injin :

  • Beras ketan putih sejumlah 100 gram
  • Beras ketan hitam sejumlah 150 gram
  • Air sejumlah 1. 500 ml
  • Daun pandan sejumlah dua lembar, sobek-sobek, lantas simpul di bagian tengahnya
  • Gula merah sejumlah 250 gr, irislah sampai halus
  • Garam sejumlah 1 sdt
  • Buah nangka yang di potong dadu secukupnya (untuk topping)

Bahan Membuat Kuah Santan :

  • Santan sejumlah 750 ml
  • Garam sejumlah 1/2 sdt
  • Daun pandan sejumlah satu lembar, sobek-sobek, buat sampul di bagian tengahnya

Langkah Membuat Bubur Injin Khas Bali :

  1. Masukan ketan hitam dan ketan putih berbarengan air sejumlah 1. 500 ml dan daun pandan sembari sekali-kali diaduk hingga masak.
  2. Imbuhkan gula merah dan garam, diaduk terus-terusan hingga gula merah larut dan airnya habis.

Langkah Membuat kuah santan :

  • Tuang santan berbarengan garam, masukan daun pandan, didihkan dengan api yang memiliki ukuran kecil sembari diaduk terus-terusan dengan cara perlahan hingga mengental.

Langkah Penyajian :

  • Letakan bubur pada wadah, tuang kuah santan.
  • Tambahkan potongan buah nangka

 

 

 

Sumber:

  • https://bacaterus.com/jajanan-khas-bali/
  • http://1001resepmasakan.com/cara-membuat-bubur-injin-khas-bali-yang-enak-dan-lembut/

 

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
PELARIAN MAJAPAHIT DI PACITAN
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

GELOMBANG EKSODUS I. Pelarian Di Pacitan Ketika panji-panji emas Majapahit tercabik oleh perang perebutan warisan dinasti, sejarah arus utama seolah menoleh ke arah lain. Yang tercatat kemudian hanyalah runtuhnya tiga pusat kekuasaan besar secara beruntun: Wilwatikta-Trowulan yang ambruk pada 1478 M, Kediri di bawah Girindrawardhana yang tumbang dua dasawarsa kemudian, serta: Lenyapnya benteng pertahanan terakhir Patih Mahodara pada 1527 M. Di balik kronik pergantian rezim itu, tersimpan kisah lain yang jauh lebih megah dan tragis: kisah manusia-manusia yang terseret arus perubahan kekuasaan baru, Demak Bintoro. Seusai kemenangan Ranawijaya atas kubu Bhre Kertabhumi, muncul kebutuhan mendesak untuk membangun dasar legitimasi baru. Upaya itu dijalankan melalui jejaring brahmana, penetapan tanah-tanah sima yang dibebaskan dari kewajiban pajak, penguatan tradisi Buddha-Siwa, serta pembentukan identitas Keling yang berpusat di Daha. Dalam pandangan para pendukungnya, ide...

avatar
Kangnurofficial
Gambar Entri
SENJAKALA MAJAPAHIT II (Keling Daha Kediri)
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

Sejarah Senjakala Majapahit-Daha II. Patih Udara/Mahodara Berkuasa (1498 M) A. Krisis Demi mempertahankan kekuasaan di tengah impitan ekonomi dan bayang-bayang kehancuran, Ranawijaya memperlakukan rakyat kecil pedalaman sebagai sapi perah guna mendanai prajurit yang butuh logistik besar menghadapi kelompok pembangkang yang mulai tumbuh kembali. Pembangunan Kedaton baru beserta sistem pertahanan militer di Daha dalam waktu delapan tahun membawa kesengsaraan yang luar biasa bagi kaum tani di sepanjang aliran Sungai Brantas yang subur. Dinasti Girindrawardhana memberlakukan sistem kerja paksa, yang dikenal sebagai kerja gaga, secara militeristik demi mendirikan kompleks istana bata merah yang megah serta jaringan perbentengan baru. Di sisi lain, ribuan petani dipaksa meletakkan bajak dan cangkul mereka untuk mengangkut batu kapur dari perbukitan selatan, menebang pohon jati di belantara, serta mencetak jutaan bata merah untuk dinding pertahanan. Kesengsaraan ini kian mencekik...

avatar
Kangnurofficial
Gambar Entri
SENJAKALA MAJAPAHIT I (Brawijaya V - Trowulan)
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

SENJAKALA MAJAPAHIT I (1478 M) > Senjakala Majapahit bukanlah sebuah cerita tentang kelanjutan kemaharajaan yang tenang di bawah asuhan para resi yang bijaksana. Sebaliknya, ia merupakan sebuah panggung sejarah yang rapuh, berdarah, dan diperebutkan oleh kelompok-kelompok politik yang haus akan pengakuan kekuasaan. Demi melunasi dendam masa lalu, menegakkan kehormatan keluarga, dan mengejar ego dinasti, faksi-faksi pemberontak ini tanpa sadar telah memeras keringat rakyat, merampas hak atas tanah perdikan, dan mengirim ribuan rakyat jelata (kawula) Jawa ke lubang kematian yang sia-sia. I. Senjakala Pertama Majapahit Trowulan (1478 M) A. Pemberontakan Ranawijaya (Keling-Daha) Brawijaya IV saat bertakhta sebagai Maharaja Majapahit bergelar Sri Adi Suraprabhawa Singhawikramawardhana Singhawikramawardhana terpaksa mundur ke basis pertahanan keluarganya di Kediri. Setelah terusir dari Trowulan oleh kudeta Bhre Kertabhumi (Brawijaya V) pada tahun 1468 M, Brawijaya IV menyelamat...

avatar
Kangnurofficial
Gambar Entri
HUTING-HUTING
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Di masa lalu, masyarakat Batak mengenal sebuah peti penyimpanan berharga yang disebut Huting-Huting. Huting-huting berfungsi sebagai tempat menyimpan benda-benda berharga milik raja atau keluarga bangsawan, seperti perhiasan, pusaka, hingga barang bernilai lainnya. Karena fungsinya yang penting, huting-huting sering disebut sebagai "brankas tradisional" dalam budaya Batak. Yang membuatnya istimewa adalah ukiran pada bagian tutupnya. Berbagai ornamen, termasuk motif bintang dan makhluk simbolis (pinatang), dipahat dengan sangat detail. Menurut kepercayaan masyarakat dahulu, ukiran-ukiran tersebut memiliki kekuatan magis sebagai penjaga isi peti. Konon, apabila seseorang berniat mencuri isi huting-huting, maka roh penjaga yang disimbolkan melalui ukiran pinatang akan melindungi harta yang tersimpan di dalamnya. Kepercayaan ini menunjukkan bagaimana seni ukir, spiritualitas, dan sistem keamanan tradisional berpadu dalam kehidupan masyarakat Batak. Karena nilai dan kesak...

avatar
Hokker
Gambar Entri
SALE-SALEAN
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Utara

Di rumah adat Batak tradisional, terdapat sebuah bagian penting yang disebut Sale-salean. Sale-salean merupakan rak atau ukiran berbentuk segi empat yang digantung di atas tungku perapian (tataring). Fungsinya sangat praktis sekaligus mencerminkan kearifan leluhur dalam memanfaatkan ruang di dalam rumah. Di tempat inilah masyarakat Batak dahulu mengeringkan ikan, daging, hasil pertanian, hingga kayu bakar. Asap dari tungku yang terus menyala membantu proses pengeringan sekaligus membuat bahan makanan lebih awet untuk disimpan. Bagi masyarakat Batak masa lalu, dapur bukan sekadar tempat memasak. Dapur adalah pusat kehidupan keluarga, tempat berkumpul, berbagi cerita, dan menjaga persediaan pangan. Sale-salean menjadi bukti bahwa arsitektur tradisional Batak dibangun berdasarkan pengalaman, kebutuhan hidup, dan pengetahuan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Warisan budaya tidak selalu berupa benda mewah. Kadang ia hadir dalam benda sederhana yang menjadi bagian dari kehidu...

avatar
Hokker