Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan khas DKI Jakarta Jakarta
Bubur Ase
- 27 Februari 2017

Bubur Cerancam atau Bubur Ase adalah bubur khas betawi yang sudah hampir punah. Jaman dulu, bubur ini selalu ada pada saat bulan sebelum bulan puasa. Pada bulan ini, sesama tetangga saling bertukar makanan dan salah satunya bubur ase ini. Bubur Cerancam atau Bubur Ase ini seperti bubur nasi biasanya, yang membedakannya itu tambahan masakan untuk campuran pada bubur ini yaitu ada semur tahu, asinan taoge, goreng teri, sambel kacang, dan juga kerupuk.

 

Bahan dan Cara Membuat Bubur Nasi:

Beras 250 gram

Air 500 ml

Kaldu block (rasa ayam atau sapi) 1 buah

Garam secukupnya

Pertama-tama didihkan air hingga mendidih, lalu masukkan beras ke dalam air yang masih mendidih tadi, jangan lupa masukkan kaldu block dan garam kemudian aduk hingga beras tadi menjadi bubur. Jangan lupa pada saat membuat, bubur selalu diaduk supaya tidak gosong bagian bawahnya dan api sedang. Jika bubur masih belum kental bisa ditambahkan air lagi, hingga bubur tidak terlalu kental dan juga tidak terlalu encer.

 

Bahan dan Cara Membuat Asinan Taoge:

Taoge segar 100 gr

Wortel segar potong-potong kecil 1 buah

Kucai secukupnya dan iris kecil-kecil

Cuka 1 sendok makan

Air secukupnya

Garam

Cabe merah

Campurkan taoge, wortel dan kucai ke dalam satu mangkok, lalu haluskan cabe merah, beri sedikit air serta garam pada saat menghaluskan cabe merah, setelah halus campurkan ke dalam sayuran dalam mangkok tersebut, campur cuka dan sedikit air. Bila cuka terlalu asam bisa ditambah lagi dengan air. Air fungsinya hanya sebagai pengurang rasa asam sesuai selera.

 

Bahan dan Cara Membuat Semur Tahu:

Tahu segar

Bawang putih 6 siung

bawang merah 4 siung

Garam

Merica bubuk

Ketumbar bubuk

Kecap manis

Saus jamur (kalau tidak ada bisa diganti dengan penyedap rasa)

Minyak goreng untuk menumis

Air

Pertama, tahu dipotong kotak-kotak kecil sesuai selera, lalu haluskan bawang merah, bawang putih, ketumbar, merica, garam dan minyak goreng sedikit (Bumbu Putih). Setelah itu panaskan minyak untuk menumis di atas wajan, lalu masukkan bumbu yang telah dihaluskan hingga wangi, setelah itu masukkan potongan tahu dan beri kecap manis, garam dan saus jamur, lalu aduk-aduk. Setelah itu beri air sedikit agar bumbu menyerap, kecilkan api biarkan bumbu meresap ke dalam tahu.

 

Bahan dan Cara Membuat Oseng Teri & Ayam Goreng Suwir:

Teri kecil-kecil

Bawang goreng

Ayam filet dada

Bumbu putih

Kunyit bubuk

Air

Garam

Rebus ayam dengan bumbu putih, kunyit bubuk, air, garam hingga matang, lalu goreng setelah itu, suwir-suwir, oseng dengan minyak sedikit teri hingga kering, lalu setelah kering campur dengan bawang goreng.

 

Bahan dan Cara Membuat Sambel Kacang:

Kacang tanah atau kacang mede di oseng terlebih dahulu

Cabe merah 2 buah dan cabe rawit 2 buah

Gula merah disisir

Garam

Air

Cuka

Haluskan semua bahan (kacang tanah, atau kacang mede dioseng terlebih dahulu) sampai tekstur sambal agak sedikit kental tidak terlalu cair. Lalu tambahkan sedikit cuka.

Cara penyajiannya bubur nasi ditambah semur tahu, asinan taoge, oseng teri, ayam goreng suwir, sambal kacang dan kerupuk atau emping.

 

Tempat yang Menyediakan:
 
Bubur Ase Bang Lopi  
Indonesian Restaurant
Address: Jalan Kebun Kacang Gg. 3 No. 83, Kebon Kacang, Tanah Abang, RT.5, Kb. Kacang, Jakarta Pusat, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10240
Phone: (021) 3920273

 

Sumber:

https://shaniegumilang.wordpress.com/2015/04/15/resep-bubur-cerancam-bubur-betawi-atau-bubur-ase-yang-sudah-hampir-punah/

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Tenun NTT: Simbol Status, Identitas, dan Kisah Leluhur
Motif Kain Motif Kain
Nusa Tenggara Timur

Tenun NTT: Simbol Status, Identitas, dan Kisah Leluhur Identitas dan Asal-Usul Tradisi tenun yang paling populer di Indonesia merujuk pada Tenun Ikat , khususnya varian yang berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT). Popularitas ini tidak terlepas dari keunikan teknik, motif, dan makna filosofisnya yang kuat dalam budaya masyarakat setempat [S1]. Tenun ikat di NTT merupakan warisan budaya yang bertahan hingga kini, diwariskan secara turun-temurun dan menjadi bagian integral dari identitas komunitas [S2]. Secara geografis, sentra tenun ikat NTT tersebar di berbagai pulau, dengan Pulau Sumba dikenal sebagai salah satu pusat tradisi ini yang paling kuat. Di Sumba, pembuatan kain tenun ikat tradisional masih lestari, dengan kampung-kampung seperti Kanatang dan desa-desa di wilayah Sumba Timur menjadi lokasi perajin aktif [S3]. Proses pembuatannya sangat mengikat dengan sejarah dan kehidupan masyarakat, di mana kain tenun bukan sekadar produk ekonomi tetapi juga warisan leluhur yang...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Kain tenun bukan hanya sekadar produk tekstil biasa di Indonesia
Motif Kain Motif Kain
Aceh

Kain tenun bukan hanya sekadar produk tekstil biasa di Indonesia Identitas dan Asal-Usul Kain tenun di Indonesia merupakan warisan budaya yang melampaui fungsi sebagai produk tekstil konvensional [S1]. Objek ini merepresentasikan hasil karya tangan yang memuat narasi sejarah panjang serta nilai-nilai budaya yang luhur [S4]. Keberadaannya telah menjadi bagian integral dalam aspek sosial, ekonomi, hingga spiritual masyarakat Nusantara selama ribuan tahun [S1], [S4]. Secara geografis, tradisi menenun tersebar luas di hampir seluruh wilayah Indonesia, di mana setiap daerah mengembangkan karakteristik, motif, dan filosofi yang unik [S1], [S3]. Keberagaman ini didukung oleh teknik pembuatan yang spesifik serta keterampilan perajin yang diwariskan secara turun-temurun [S1], [S4]. Beberapa wilayah yang memiliki tradisi tenun dengan kekhasan motif dan makna yang menonjol antara lain Toraja, Maluku, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Bali [S2]. Setiap motif yang dihasilkan bukan sekadar ele...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Indonesian parents often use traditional games to educate their children about character building
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Aceh

Indonesian parents often use traditional games to educate their children about character building Identitas dan Asal-Usul Permainan Bentengan diklasifikasikan sebagai permainan tradisional anak yang telah berintegrasi dalam budaya lokal Indonesia [S2]. Teks bebas mencatat bahwa aktivitas ini telah dimainkan sejak era kolonial Belanda [S1]. Ensiklopedia daring mengonfirmasi bahwa permainan tradisional Nusantara umumnya memiliki akar akulturasi yang kuat [S2]. Meskipun tidak teridentifikasi secara spesifik mengenai wilayah kelahirannya, permainan ini tersebar luas sebagai warisan bermain anak pra-modern [S2]. Perbandingan antara kedua sumber menunjukkan bahwa [S1] berfokus pada konteks historis kolonial dan mekanisme permainan, sedangkan [S2] lebih menekankan pada akar akulturasi budaya dan fungsi sosialnya secara umum. Kedua sumber memiliki batasan masing-masing: [S1] tidak menguraikan variasi regional, sementara [S2] bersifat umum tanpa mendetailkan mekanisme spesifik Bentengan....

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Songket Palembang: Jejak Sriwijaya dalam Selembar Kain Martabat
Motif Kain Motif Kain
Sumatera Selatan

Songket Palembang: Jejak Sriwijaya dalam Selembar Kain Martabat Identitas dan Asal-Usul Songket Palembang merupakan kain tenun tradisional yang diakui sebagai warisan budaya tak benda Indonesia sejak tahun 2013 [S1]. Kain ini dikenal luas karena kekayaan historisnya dan menjadi penanda martabat dalam budaya masyarakat Palembang [S3, C5, C6]. Popularitasnya sering terlihat dalam berbagai pameran dan dikenakan oleh tokoh publik [C2]. Asal-usul Songket Palembang kerap dikaitkan dengan masa Kemaharajaan Sriwijaya, yang berpusat di Palembang, Sumatera Selatan [S3, C4]. Sejak masa kerajaan, songket tidak hanya berfungsi sebagai busana, tetapi juga sebagai simbol kedudukan, kehormatan, dan peran sosial seseorang [C7]. Keunikan ini menjadikan Songket Palembang lebih dari sekadar kain indah, melainkan sarat akan nilai sosial dan filosofis yang melekat pada setiap helainya [C8, C9]. Meskipun demikian, belum ada sumber yang secara spesifik merinci sentra produksi Songket Palembang selain...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Keris: Lebih dari Senjata, Pusaka Jawa yang Mendunia
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Jawa Timur

Keris: Lebih dari Senjata, Pusaka Jawa yang Mendunia Identitas dan Asal-Usul Keris merupakan senjata tikam tradisional yang berasal dari Indonesia, dengan karakteristik bentuk bilah yang asimetris atau berkelok-kelok [S1], [S5]. Secara struktural, keris terdiri atas tiga komponen utama, yakni bilah ( wilah ), gagang ( hulu ), dan sarung ( warangka ) [S1]. Sebagai bagian dari kategori tosan aji —istilah untuk senjata berbahan besi bernilai tinggi yang dimuliakan—keris tidak hanya berfungsi sebagai senjata perang, tetapi juga sebagai benda pusaka warisan nenek moyang dan simbol identitas masyarakat Jawa [S2], [S5]. Museum Nasional Indonesia menyimpan koleksi keris yang merepresentasikan sejarah perkerisan Nusantara, termasuk spesimen dari Cirebon, Jawa Barat, yang berasal dari abad ke-16 [S4], [S5]. Salah satu contoh koleksi yang terdokumentasi adalah keris dengan dhapur Kebo Lajer dan pamor tambal, yang secara historis populer di kalangan masyarakat petani pedesaan sebagai sim...

avatar
Kianasarayu