Makanan Minuman
Makanan Minuman
kuliner Sulawesi Tengah Kabupaten Tojo Una-Una
Bolu Semangka - Kabupaten Tojo Una-Una - Selawesi Tengah
- 19 Februari 2018

Bolu Semangka Tojo Una-una adalah salah satu jenis kue bolu yang sering disajikan ketika upacara adat di sulteng, bolu yang dikreasikan sedemikian rupa hingga menyerupai buah semangka. Tampilan kue bolu semangka ini sangatlah menarik dan mengundang selera hingga sangat cocok di sajikan sebagai salah satu cemilan santai untuk keluarga dan buah hati anda. Proses pembuatan bolu semangka ini sedikit banyak mirip dengan pembuatan puding semangka dimana kita harus membagi-bagi tiap adonannya mulai dari bagian kulit hingga dagingnya. Untuk pembuatan biji semangka tiruannya, menggunakan meises cokelat (kalau puding semangka menggunakan biji selasih).

 

Berikut bahan dan cara pembuatan Bolu Semangka Tojo Una-una yang bisa Anda coba buat di rumah.

Bahan Membuat Bolu Semangka

  • 225 gram gula pasir
  • 5 kuning telur
  • 1 sdt cake emulsifier
  • 3 putih telur
  • 75 gram meises coklat
  • 200 gram tepung terigu protein sedang (kami memakai segitiga biru)
  • 75 ml santan instan yang dicampur dengan 75 ml air hangat
  • Pewarna hijau secukupnya
  • Pewarna merah secukupnya

Cara Membuat Bolu Semangka Enak Praktis

  1. Langkah pertama, panaskan panci pengukus.
  2. Langkah kedua, siapkan dua buah loyang segitiga, lalu olesi dengan margarin dan alasi dengan menggunakan kertas roti
  3. Langkah ketiga, kocok telur beserta gula pasir dan emulsifier hingga terlihat mengembang.
  4. Kemudian masukkan terigu, aduk rata lalu tambahkan campuran santan dan aduk lagi hingga merata.
  5. Selanjutnya, bagi adonan menjadi dua bagian, sebagian adonan diberi pewarna merah dan campurkan dengan meises coklat.
  6. Sedangkan sebagian adonan dibagi lagi menjadi dua bagian, satu diberi pewarna hijau dan adonan satunya lagi dibiarkan tetap berwarna putih.
  7. Berikutnya, tuang adonan merah dalam dua loyang segitiga hingga setengah loyang, lalu kukus selama kurang lebih 7 menit.
  8. Kemudian selanjutnya tuang adonan berwarna putih dan kukus kembali dengan durasi yang sama yaitu 7 menit.
  9. Terakhir, setelah adonan putih di kukus selama 7 menit, berikutnya tuang adonan warna hijau dan kukus lagi selama kurang lebih 20 menit hingga matang. Setelah itu, dinginkan dan potong-potong sesuai selera.
  10. Bolu Semangka Tojo Una-una siap disajikan.

https://resepnusantara.id/bolu-semangka-tojo-una-una/

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
HUDON TANO (PERIUK TANAH)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
BENDA MAGIS MASYARAKAT BATAK
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
PESAN INDUK TI KIDUNG LAKBOK
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

PESAN INDUK TI KIDUNG LAKBOK Hikmah Karuhun Pikeun Kahirupan Ditulis ku: Henry Purwanto Kategori: Etika, Moral & Pepatah PENDAHULUAN Kidung Lakbok lain ukur carita baheula. Lian ti éta, ieu naskah kuno nyimpen pituduh anu jero pisan pikeun kahirupan urang di jaman kiwari. Karuhun urang teu ngan ninggalkeun carita, tapi ogé pangalaman, peringatan, jeung hikmah. Ieu pesan induk jadi pondasi pikeun urang hirup: ngajaga jati diri bari tetep maju ka hareup. Hayu urang bahas hiji-hiji. ULAH POHO KA ASAL-USUL (Jangan Lupa Pada Asalnya) Makna: Saha urang, ti mana asalna, naon sajarah karuhun urang – kabehna kudu dipikanyaho. Ulah isin ku sajarah sorangan, sabab dinya tempat urang tumuwuh. Kaitan jeung Lakbok: Karajaan Bandjarpatroman téh akar ti wewengkon ieu. Lamun urang poho sajarah, sarua jeung neangan leungit jati diri. Urang bakal gampang kaileng ku budaya deungeun anu teu saluyu jeung ajén-inajén lembur. Pesen: Sugema jeung bagja téh mimitina mah nya tina n...

avatar
Gulamerah