Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Kalimantan Barat Singkawang
Bolu Gulung - Singkawang - Kalbar
- 10 Februari 2018

Bolu gulung merupakan salah satu jenis kue yang teksturnya lembut dan empuk. Seperti yang sudah diketahui bahwa menemukan jajanan kue berupa bolu gulung ini sangatlah mudah, karena biasanya masyarakat Indonesia cenderung menyediakan kue bolu gulung sebagai salah satu kudapan yang disajian untuk para tamu dalam acara – acara tertentu. Bolu gulung ini ada banyak varian rasanya yaitu rasa coklat, strawberry, nanas, vanila, hingga mocca. Kali ini kami akan membahas varian bolu gulung dengan rasa strawberry. Sesuai dengan nama dari kue bolu

https://www.viagrasansordonnancefr.com/vente-viagra-france-usine/gulung tersebut, bahan tambahan yang digunakan adalah selai strawberry. Dengan adanya selai strawberry ini tentunya membuat cita rasa dari bolu gulung strwaberry menjadi terasa sedikit asam bercampur dengan manis.
 
Bahan – bahan yang dibutuhkan :
  • 5 butir Telur (pisahkan antara kuning dan putihnya)
  • 115 gram Gula pasir (bagi menjadi 2 bagian)
  • 1 sendok teh Vanilla ekstrak
  • 60 gram Tepung terigu serbaguna
  • Gula bubuk untuk taburan (optional)
  • 100 gram Selai strawberry untuk olesan

 

Cara membuat bolu gulung strawberry yang enak dan manis :
  1. Panaskan oven pada suhu 160 derajat Celcius, letakkan rak pemanggang di tengah oven.
  2. Olesi loyang untuk bolu gulung dengan mentega dan alasi dengan kertas roti. Sisihkan.
  3. Siapkan mangkuk mikser, masukkan putih telur, kocok dengan kecepatan tinggi hingga putih telur kaku.
  4. Taburi setengah bagian gula ke dalam kocokan putih telur, pastikan gula tercampur sebelum memasukkan sendok gula berikutnya.
  5. Kocok hingga putih telur kaku dan terlihat mengkilap. Sisihkan
  6. Masukkan kuning telur ke dalam mangkuk terpisah, tambahkan setengah bagian gula pasir dan vanilla ekstrak.
  7. Kocok dengan kecepatan tinggi hingga berwarna pucat, kental dan mengembang, sekitar 10 menit.
  8. Kurangi kecepatan mikser menjadi paling rendah, masukkan tepung terigu bertahap menggunakan sendok makan, kocok hingga tercampur rata, matikan mikser.
  9. Masukkan kocokan kuning telur ke adonan putih telur, aduk menggunakan spatula hingga tercampur rata.
  10. Tuangkan adonan ke dalam loyang yang telah disiapkan.
  11. Ratakan permukaannya dan panggang selama 15 menit.
  12. Siapkan selembar kertas baking, taburi permukaan kain dengan gula bubuk secara merata.
  13. Keluarkan cake dari loyang, balikkan cake ke atas kertas, letakkan cake dengan sisi yang mulus berada di bagian bawah.
  14. Taburi permukaan cake dengan gula bubuk, atau bisa juga dengan menutupnya menggunakan kertas baking.
  15. Buat irisan memanjang di salah satu sisi cake dengan pisau tajam.
  16. Lalu gulung cake sambil menekannya agar padat, biarkan cake dingin sebelum dioleskan selai.
  17. Buka gulungan cake, oleskan selai strawberry di permukaan cake dan gulung kembali.
  18. Potong – potong cake dan taburi cake dengan gula halus, sajikan.

 

Sumber : http://nurhayatiseputarkuekhassingkawang.blogspot.co.id/2017/02/20-kue-khas-singkawang.html

 

Lokasi penjual:
Bolu Gulung Kalimantan
Alamat: Mitra Plaza, Jalan Pangeran Antasari, Pekapuran Laut, Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan 70234
 

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Tenun NTT: Simbol Status, Identitas, dan Kisah Leluhur
Motif Kain Motif Kain
Nusa Tenggara Timur

Tenun NTT: Simbol Status, Identitas, dan Kisah Leluhur Identitas dan Asal-Usul Tradisi tenun yang paling populer di Indonesia merujuk pada Tenun Ikat , khususnya varian yang berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT). Popularitas ini tidak terlepas dari keunikan teknik, motif, dan makna filosofisnya yang kuat dalam budaya masyarakat setempat [S1]. Tenun ikat di NTT merupakan warisan budaya yang bertahan hingga kini, diwariskan secara turun-temurun dan menjadi bagian integral dari identitas komunitas [S2]. Secara geografis, sentra tenun ikat NTT tersebar di berbagai pulau, dengan Pulau Sumba dikenal sebagai salah satu pusat tradisi ini yang paling kuat. Di Sumba, pembuatan kain tenun ikat tradisional masih lestari, dengan kampung-kampung seperti Kanatang dan desa-desa di wilayah Sumba Timur menjadi lokasi perajin aktif [S3]. Proses pembuatannya sangat mengikat dengan sejarah dan kehidupan masyarakat, di mana kain tenun bukan sekadar produk ekonomi tetapi juga warisan leluhur yang...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Kain tenun bukan hanya sekadar produk tekstil biasa di Indonesia
Motif Kain Motif Kain
Aceh

Kain tenun bukan hanya sekadar produk tekstil biasa di Indonesia Identitas dan Asal-Usul Kain tenun di Indonesia merupakan warisan budaya yang melampaui fungsi sebagai produk tekstil konvensional [S1]. Objek ini merepresentasikan hasil karya tangan yang memuat narasi sejarah panjang serta nilai-nilai budaya yang luhur [S4]. Keberadaannya telah menjadi bagian integral dalam aspek sosial, ekonomi, hingga spiritual masyarakat Nusantara selama ribuan tahun [S1], [S4]. Secara geografis, tradisi menenun tersebar luas di hampir seluruh wilayah Indonesia, di mana setiap daerah mengembangkan karakteristik, motif, dan filosofi yang unik [S1], [S3]. Keberagaman ini didukung oleh teknik pembuatan yang spesifik serta keterampilan perajin yang diwariskan secara turun-temurun [S1], [S4]. Beberapa wilayah yang memiliki tradisi tenun dengan kekhasan motif dan makna yang menonjol antara lain Toraja, Maluku, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Bali [S2]. Setiap motif yang dihasilkan bukan sekadar ele...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Indonesian parents often use traditional games to educate their children about character building
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Aceh

Indonesian parents often use traditional games to educate their children about character building Identitas dan Asal-Usul Permainan Bentengan diklasifikasikan sebagai permainan tradisional anak yang telah berintegrasi dalam budaya lokal Indonesia [S2]. Teks bebas mencatat bahwa aktivitas ini telah dimainkan sejak era kolonial Belanda [S1]. Ensiklopedia daring mengonfirmasi bahwa permainan tradisional Nusantara umumnya memiliki akar akulturasi yang kuat [S2]. Meskipun tidak teridentifikasi secara spesifik mengenai wilayah kelahirannya, permainan ini tersebar luas sebagai warisan bermain anak pra-modern [S2]. Perbandingan antara kedua sumber menunjukkan bahwa [S1] berfokus pada konteks historis kolonial dan mekanisme permainan, sedangkan [S2] lebih menekankan pada akar akulturasi budaya dan fungsi sosialnya secara umum. Kedua sumber memiliki batasan masing-masing: [S1] tidak menguraikan variasi regional, sementara [S2] bersifat umum tanpa mendetailkan mekanisme spesifik Bentengan....

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Songket Palembang: Jejak Sriwijaya dalam Selembar Kain Martabat
Motif Kain Motif Kain
Sumatera Selatan

Songket Palembang: Jejak Sriwijaya dalam Selembar Kain Martabat Identitas dan Asal-Usul Songket Palembang merupakan kain tenun tradisional yang diakui sebagai warisan budaya tak benda Indonesia sejak tahun 2013 [S1]. Kain ini dikenal luas karena kekayaan historisnya dan menjadi penanda martabat dalam budaya masyarakat Palembang [S3, C5, C6]. Popularitasnya sering terlihat dalam berbagai pameran dan dikenakan oleh tokoh publik [C2]. Asal-usul Songket Palembang kerap dikaitkan dengan masa Kemaharajaan Sriwijaya, yang berpusat di Palembang, Sumatera Selatan [S3, C4]. Sejak masa kerajaan, songket tidak hanya berfungsi sebagai busana, tetapi juga sebagai simbol kedudukan, kehormatan, dan peran sosial seseorang [C7]. Keunikan ini menjadikan Songket Palembang lebih dari sekadar kain indah, melainkan sarat akan nilai sosial dan filosofis yang melekat pada setiap helainya [C8, C9]. Meskipun demikian, belum ada sumber yang secara spesifik merinci sentra produksi Songket Palembang selain...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Keris: Lebih dari Senjata, Pusaka Jawa yang Mendunia
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Jawa Timur

Keris: Lebih dari Senjata, Pusaka Jawa yang Mendunia Identitas dan Asal-Usul Keris merupakan senjata tikam tradisional yang berasal dari Indonesia, dengan karakteristik bentuk bilah yang asimetris atau berkelok-kelok [S1], [S5]. Secara struktural, keris terdiri atas tiga komponen utama, yakni bilah ( wilah ), gagang ( hulu ), dan sarung ( warangka ) [S1]. Sebagai bagian dari kategori tosan aji —istilah untuk senjata berbahan besi bernilai tinggi yang dimuliakan—keris tidak hanya berfungsi sebagai senjata perang, tetapi juga sebagai benda pusaka warisan nenek moyang dan simbol identitas masyarakat Jawa [S2], [S5]. Museum Nasional Indonesia menyimpan koleksi keris yang merepresentasikan sejarah perkerisan Nusantara, termasuk spesimen dari Cirebon, Jawa Barat, yang berasal dari abad ke-16 [S4], [S5]. Salah satu contoh koleksi yang terdokumentasi adalah keris dengan dhapur Kebo Lajer dan pamor tambal, yang secara historis populer di kalangan masyarakat petani pedesaan sebagai sim...

avatar
Kianasarayu