Sumatera Selatan memiliki kuliner dengan nama yang sangat unik, yaitu Bolu 8 Jam. Dinamakan demikian karena proses pengukusannya memang memakan waktu 8 jam. Jika kurang dari 8 jam, hasilnya akan kenyal serta mudah hancur dan belum membentuk adonan yang kuat. Kue yang sering disebut juga dengan bolu lapan jam ini memiliki rasa yang manis serta nikmat sekali. Hanya saja kekurangannya adalah tidak tahan lama sehingga kurang efektif bila dibawa ke luar kota maupun disantap dalam jangka waktu yang panjang. Kue ini hanya bertahan kurang lebih 2 hari saja. Oleh karena itu di bawah akan dibagikan resep cara membuatnya bagi masyarakat di luar Sumatera Selatan.
Bahan-bahan: 22 butir telur bebek 2 butir telur ayam 2 sendok makan tepung terigu 1 kaleng susu kental manis 4,2 ons gula pasir ý ons margarin, dicairkan ý sendok teh vanili
Cara Membuat: 1. Siapkan semua bahan dan pelengkap yang diperlukan. 2. Setelah itu, kocok telur bersama gula pasir sampai larut, tapi jangan terlalu mengembang. 3. Saring lalu taruh dalam wadah. Tuangi susu kental manis dan aduk-aduk sembari menambahkan terigu serta vanili. 4. Masukkan juga margarin yang sudah dicairkan sembari tetap diaduk. Berikutnya, siapkan loyang dengan ukuran 20x20 cm. 5. Olesi loyang tersebut dengan margarin tipis-tipis lalu tuang adonan ke dalamnya sambil diratakan. 6. Selanjutnya, didihkan air dalam kukusan selama beberapa saat. Lalu kukus adonan selama delapan jam menggunakan api kecil sampai matang. 7. Tutup dandang dengan kain supaya uapnya tidak menetes pada kue yang dikukus. 8. Kalau sudah, angkat dan keluarkan dari kukusan. Dinginkan sebentar sebelum dipotong-potongi sesuai selera. 9. Sajikan kue bolu 8 jam di piring saji.
Sumber: http://www.masakandapurku.com/2016/02/resep-membuat-bolu-8-jam-khas-sumatera.html?m=1
aktivasi qlola IB Token (Soft Token) dilakukan melalui whatsapp (+62 0815>4033>404) mengunduh aplikasi Aktivasi IB QLola IB Token di Play Store atau App Store, login menggunakan ID Core Anda, dan melakukan verifikasi nomor ponsel. Untuk kendala seperti di HP baru atau reset, Anda perlu menghubungi WhatsApp resmi BRI di atau Contact Center terdekat.
aktivasi qlola IB Token (Soft Token) dilakukan melalui whatsapp (+62 0815>4033>404) mengunduh aplikasi Aktivasi IB QLola IB Token di Play Store atau App Store, login menggunakan ID Core Anda, dan melakukan verifikasi nomor ponsel. Untuk kendala seperti di HP baru atau reset, Anda perlu menghubungi WhatsApp resmi BRI di atau Contact Center terdekat.
Aktivasi IB Token (Soft Token) QLola by BRI dilakukan dengan mengunduh aplikasi QLola IB Token di Play Store atau hubungi 0815-4033-404 App Store, login menggunakan ID Core Anda, dan melakukan verifikasi nomor ponsel. Untuk kendala seperti di HP baru atau reset, Anda perlu menghubungi WhatsApp resmi BRI di 0815-4033-404 atau Contact Center terdekat.
Eksplorasi Seni Ornamen Rumah Gadang: Simbolisme dan Warisan Budaya Minangkabau Identitas dan Asal-Usul Seni ornamen Rumah Gadang merupakan manifestasi kebudayaan masyarakat Minangkabau yang berfungsi sebagai media penyampaian nilai-nilai filosofis dan tradisi leluhur [S1]. Ornamen ini bukan sekadar elemen dekoratif, melainkan representasi mendalam dari cara hidup dan pandangan dunia suku Minangkabau yang diwariskan secara turun-temurun [S1]. Keberadaannya menjadi jendela utama untuk memahami kekayaan warisan budaya yang melekat pada arsitektur tradisional di wilayah Sumatera Barat [S1]. Secara konseptual, eksplorasi terhadap seni ornamen ini merupakan upaya penyelidikan dan penemuan pengetahuan baru mengenai simbolisme yang terkandung di dalamnya [S2], [S5]. Kegiatan eksplorasi dalam konteks budaya ini melibatkan proses penjelajahan lapangan untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai bentuk, makna, dan fungsi ornamen tersebut dalam kehidupan masyarakat [S4], [S...
Cerita Rakyat dari Jawa Tengah: Kisah Timun Mas Lead Kisah Di balik rimbunnya hutan Jawa Tengah, tersimpan sebuah narasi tentang keberanian yang melampaui usia. Kisah ini berpusat pada sosok gadis kecil bernama Timun Mas, yang namanya kini tak hanya dikenal sebagai tokoh dalam buku cerita anak-anak, tetapi telah menjadi bagian dari ingatan kolektif masyarakat Indonesia [S2], [S3]. Ia bukan sekadar karakter fiktif, melainkan simbol perjuangan yang gigih melawan ancaman raksasa yang hendak merenggut kebebasannya [S3], [S4]. Sebagai bagian dari kekayaan tradisi lisan yang diwariskan turun-temurun, legenda ini memiliki daya pikat yang tak lekang oleh waktu [S1], [S2]. Di wilayah Jawa Tengah, cerita ini sering pula disebut dengan nama Mentimun Emas, sebuah variasi penamaan yang menunjukkan betapa luasnya penyebaran kisah ini dalam berbagai versi di tengah masyarakat [S2], [S5], [S5]. Keberadaannya yang populer membuktikan bahwa narasi tradisional ini tetap hidup dan relevan, bahkan h...