Ternate merupakan wilayah Provinsi Maluku Utara yang mempunyai banyak sekali keragaman. Tak hanya tentang budaya dan juga keseharian para penduduknya yang begitu unik, mengenai hal makanan kecil pun Ternate juga mempunyai banyak hal yang menarik. Salah satu makanan khas yang menjadi primadona di Ternate yaitu Biskuit Kenari.
Ketika pertama kali mendengar tentang Biskuit Kenari, yang pertama terbayang adalah biskuit umum yang biasa dijual di toko-toko. Namun, ternyata Biskuit Kenari yang saya lihat sangatlah unik. Makanan kecil khas Ternate ini berbahan dasar roti tawar yang kemudian diberi irisan kenari di atasnya. Roti tawar yang sudah beroleskan kenari ini kemudian dipanggang ke dalam oven dan siap untuk dikemas.
Proses pembuatan makanan kecil khas Ternate ini terlihat sederhana namun cukup rumit untuk dilakukan. Proses yang paling penting untuk dilakukan adalah pembuatan roti dan pemanggangannya. Biskuit kenari mengalami dua kali proses pemanggangan, yang pertama adalah ketika pembuatan bahan dasar roti tawarnya dan berikutnya adalah ketika proses pengeringan roti yang telah dioleskan kacang kenari. Roti tawar yang menjadi bahan dasar biskuit ini adalah buatan home industry yang memiliki resep khas tersendiri secara turun-temurun. Adonan yang dibentuk pun sudah paten dan rasanya tidak dapat ditiru oleh siapapun, termasuk para karyawan yang mengerjakan proses pembuatan biskuit ini.
Biasanya, dalam sehari pabrik rumahan ini mampu mengerjakan hingga dua ratus bungkus biskuit kenari. Pengerjaan ini diluar proses pembuatan makanan kecil lainnya. Dalam satu kali proses masal pembuatan biskuit ini memakan waktu hampir sekitar 3-4 jam, mulai dari bahan dasar dibentuk adonan, pembuatan roti tawar hingga pemanggangan dan pengemasannya. Biskuit Kenari ini dibuat secara turun-temurun oleh salah satu keluarga keturunan Arab yang ada di Ternate.
Biskuit Kenari sangat cocok untuk dinikmati pada saat pagi maupun sore hari. Pasangan makanan kecil ini adalah teh hangat atau secangkir kopi. Untuk rasa, sudah pasti dijamin enak, bahkan pemerintah kota Ternate seringkali member dukungan moril maupun materiil untuk mengangkat makanan kecil ini menjadi makanan khas Ternate yang sangat direkomendasikan
Tempat yang menyediakan:
Alamat Istana Roti Ambon
Jln. Sultan Hasanuddin, Kota Ambon
Tel. 0813-43279999
Buka pkl. 12.00 - 22.00 WIT
Sumber :
http://www.kamerabudaya.com/2017/04/biskuit-kenari-makanan-khas-ternate-maluku-utara.html
Di masa lalu, masyarakat Batak mengenal sebuah peti penyimpanan berharga yang disebut Huting-Huting. Huting-huting berfungsi sebagai tempat menyimpan benda-benda berharga milik raja atau keluarga bangsawan, seperti perhiasan, pusaka, hingga barang bernilai lainnya. Karena fungsinya yang penting, huting-huting sering disebut sebagai "brankas tradisional" dalam budaya Batak. Yang membuatnya istimewa adalah ukiran pada bagian tutupnya. Berbagai ornamen, termasuk motif bintang dan makhluk simbolis (pinatang), dipahat dengan sangat detail. Menurut kepercayaan masyarakat dahulu, ukiran-ukiran tersebut memiliki kekuatan magis sebagai penjaga isi peti. Konon, apabila seseorang berniat mencuri isi huting-huting, maka roh penjaga yang disimbolkan melalui ukiran pinatang akan melindungi harta yang tersimpan di dalamnya. Kepercayaan ini menunjukkan bagaimana seni ukir, spiritualitas, dan sistem keamanan tradisional berpadu dalam kehidupan masyarakat Batak. Karena nilai dan kesak...
Di rumah adat Batak tradisional, terdapat sebuah bagian penting yang disebut Sale-salean. Sale-salean merupakan rak atau ukiran berbentuk segi empat yang digantung di atas tungku perapian (tataring). Fungsinya sangat praktis sekaligus mencerminkan kearifan leluhur dalam memanfaatkan ruang di dalam rumah. Di tempat inilah masyarakat Batak dahulu mengeringkan ikan, daging, hasil pertanian, hingga kayu bakar. Asap dari tungku yang terus menyala membantu proses pengeringan sekaligus membuat bahan makanan lebih awet untuk disimpan. Bagi masyarakat Batak masa lalu, dapur bukan sekadar tempat memasak. Dapur adalah pusat kehidupan keluarga, tempat berkumpul, berbagi cerita, dan menjaga persediaan pangan. Sale-salean menjadi bukti bahwa arsitektur tradisional Batak dibangun berdasarkan pengalaman, kebutuhan hidup, dan pengetahuan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Warisan budaya tidak selalu berupa benda mewah. Kadang ia hadir dalam benda sederhana yang menjadi bagian dari kehidu...
Eksplorasi Seni Ornamen Rumah Gadang: Simbolisme dan Warisan Budaya Minangkabau Identitas dan Asal-Usul Seni ornamen Rumah Gadang merupakan manifestasi kebudayaan masyarakat Minangkabau yang berfungsi sebagai media penyampaian nilai-nilai filosofis dan tradisi leluhur [S1]. Ornamen ini bukan sekadar elemen dekoratif, melainkan representasi mendalam dari cara hidup dan pandangan dunia suku Minangkabau yang diwariskan secara turun-temurun [S1]. Keberadaannya menjadi jendela utama untuk memahami kekayaan warisan budaya yang melekat pada arsitektur tradisional di wilayah Sumatera Barat [S1]. Secara konseptual, eksplorasi terhadap seni ornamen ini merupakan upaya penyelidikan dan penemuan pengetahuan baru mengenai simbolisme yang terkandung di dalamnya [S2], [S5]. Kegiatan eksplorasi dalam konteks budaya ini melibatkan proses penjelajahan lapangan untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai bentuk, makna, dan fungsi ornamen tersebut dalam kehidupan masyarakat [S4], [S...
Cerita Rakyat dari Jawa Tengah: Kisah Timun Mas Lead Kisah Di balik rimbunnya hutan Jawa Tengah, tersimpan sebuah narasi tentang keberanian yang melampaui usia. Kisah ini berpusat pada sosok gadis kecil bernama Timun Mas, yang namanya kini tak hanya dikenal sebagai tokoh dalam buku cerita anak-anak, tetapi telah menjadi bagian dari ingatan kolektif masyarakat Indonesia [S2], [S3]. Ia bukan sekadar karakter fiktif, melainkan simbol perjuangan yang gigih melawan ancaman raksasa yang hendak merenggut kebebasannya [S3], [S4]. Sebagai bagian dari kekayaan tradisi lisan yang diwariskan turun-temurun, legenda ini memiliki daya pikat yang tak lekang oleh waktu [S1], [S2]. Di wilayah Jawa Tengah, cerita ini sering pula disebut dengan nama Mentimun Emas, sebuah variasi penamaan yang menunjukkan betapa luasnya penyebaran kisah ini dalam berbagai versi di tengah masyarakat [S2], [S5], [S5]. Keberadaannya yang populer membuktikan bahwa narasi tradisional ini tetap hidup dan relevan, bahkan h...
Keris Jawa: Lebih dari Sekadar Senjata, Simbol Budaya dan Pusaka Identitas dan Asal-Usul Keris merupakan pusaka masyarakat Jawa yang memiliki bentuk khas dan makna filosofis mendalam [S1]. Senjata tradisional ini diakui sebagai simbol budaya Nusantara dengan nilai sejarah, seni, dan filosofi yang tinggi [S3]. Keris Jawa secara spesifik merupakan salah satu simbol budaya yang sangat penting dalam sejarah dan tradisi Jawa [S2, S7]. Pengakuan UNESCO terhadap keris sebagai warisan dunia menegaskan statusnya yang berasal dari zaman logam [S4]. Secara historis, keris tidak hanya berfungsi sebagai senjata tradisional untuk peperangan [S2, C2], tetapi juga sebagai benda pusaka warisan nenek moyang [C3]. Lebih dari itu, keris juga menjadi simbol spiritual, status sosial, dan warisan keluarga [C12]. Keris Jawa sendiri memiliki banyak jenis dengan fungsi dan makna yang berbeda, mencerminkan kekayaan tradisi yang menyertainya [C8]. Keberadaannya juga meluas sebagai alat perlengkapan dalam b...