Ritual
Ritual
Tradisi Kalimantan Barat Sambas
Belale'
- 12 Juli 2018

Mutu kehidupan suatu bangsa ditentukan oleh kebudayaannya. Bangsa Indonesia yang terdiri dengan beragam suku memliki kebudayaan khasnya masing-masing. Budaya gotong-royong, hampir dimiliki oleh semua suku di negara kepulauan bernama Negara Kesatuan Republik Indonesia ini. Sejarah perjalanan bangsa ini juga didukung dengan semangat gotong royong yang tinggi pula.

Salah satu budaya gotong royong yang masih lestari di Indoneisa adalah Balale’ yang menunjukkan solidaritas warga masyarakat oetani di Sambas. Belale’ sudah berlangsung sejak ratusan tahun yang lalu di Sambas. Sistem kerja gotong royong ini memiliki hak untuk dibantu dan berkewajiban untuk membantu.

Belale’ berasal dari bahasa Melayu Sambas yang berarti suatu kegiatan atau sistem kerja yang dilakukan secara bersama-sama dalam mengerjakan sesuatu.

Sebagai petani yang bekerja di sawah-ladang, petani Sambas tetap menggunakan sistem kerja gotong royong. Saling membantu satu sama lain merupakan spirit hidup mereka untuk menuai hasil yang baik serta mempererat persaudaraan dan solidaritas antar warga.

Budaya Belale’ atau gotong royong berlaku ketika musim tanam padi tiba. Kaum perempuan biasanya menjelang menggarap sawah, mengajak orang lain (kerabat atau tetangga) yang juga memiliki sawah atau ladang untuk bekerja sama dan saling bantu-membantu.

Mulai dari proses menanam tunas padi, membersihkan lahan, sampai ketika musim panen tiba. Jumlah orang yang diajak kerja sama tergantung kesepakatan bersama. Satu sama lain sudah sama-sama sanggup untuk saling bantu menggarap sawah mereka masing-masing secara bergiliran.

Begitulah sistem kerja dalam budaya Belale’ di Sambas, Kalimantan Barat. Dalam prinsipnya, budaya Belale’ hampis sama dengan tradisi arisan. Bedanya adalah bentuk kegiatannya saja. Akan tetapi, nilai-nilai gotong royong dan kebersamaan ikut tertanam dalam tradisi ini.

Adapun waktu pelaksanaan budaya Belale’, lumrahnya dilakukan pada siang hingga sore hari sesuai dengan jarak dari rumah ke sawah. Belale’ tetap dilakukan baik dalam cuaca cerah atau panas maupun hujan, kecuali jika cuaca sangat ekstrim seperti petir.

Para petani Sambas masih setia menjalankan budaya Belale’ ini. Dengan budaya tersebuat solidaritas dan keharmonisan bermasyarakat lebih terjamin. Ketika menjalankan pekerjaan di sawah, mereka tidak lupa untuk saling bahagia dengan cara bersenda gurau. Mereka benar-benar menikmati hidup di sawah sebagai petani dengan saling merawat kebersamaan.

Budaya Belale’ di Sambas mengandung pesan moral dan sosial bagi kita semua. Pesan tersebut tarkandung dalam tujuan Belale’ yaitu:

1) untuk menyelesaikan suatu pekerjaan lebih cepat, khususnya pekerjaan di sawah. Hal ini berkaitan dengan masalah waktu. Jadi, secara pragmatis, petani Sambas memiliki efisiensi waktu yang tinggi;

2) untuk membangun dan memperkokoh semangat gotong royong, sehingga tumbuh rasa kebersamaan antar sesama; dan

3) menciptakan ketentraman dan keharmonisan dalam hidup bermasyarakat. Dimana mereka sadar bahwa mereka merupakan mahluk sosial yang butuh bantuan dan pertolongan orang lain.

Sebagaimana disebutkan diawal, bahwa yang paling berperan dalam Belale’ adalah kaum perempuan. Artinya dalam Belale’ juga menunjukkan bahwa perempuan sangat penting dalam kehidupan masyarakat Sambas.

Belale’ dengan sendirinya memberikan ruang seluas-luasnya bagi para perempuan untuk sama-sama kerja dengan kaum laki-laki. Maka Belale’ senyatanya telah melepaskan tugas kaum perempuan yang terbatas hanya pada urusan rumah tangga.

Walaupun sampai sekarang Belale’ masih diterapkan oleh para petani sambas, budaya tersebut mulai mengalami pergeseran nilai akibat perubahan zaman yang melahirkan beragam alat teknologi untuk membajak sawah.

Sumber : http://nusantaranews.co/belale-budaya-gotong-royong-petani-sambas/

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Candi Miri: Peninggalan Arsitektur Hindu Kerajaan Mataram Kuno
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Daerah Istimewa Yogyakarta

Candi Miri: Peninggalan Arsitektur Hindu Kerajaan Mataram Kuno Candi Miri merupakan salah satu situs candi Hindu yang menjadi bagian dari warisan arsitektur religius Kerajaan Mataram Kuno di Pulau Jawa. Keberadaannya di wilayah Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menunjukkan penyebaran pusat-pusat keagamaan yang strategis pada periode klasik Jawa. Sebagai candi Hindu, Candi Miri mencerminkan adaptasi tradisi arsitektur India yang dikembangkan dengan karakteristik lokal Jawa Kuno, berdiri sebagai saksi bisu kejayaan peradaban Hindu-Buddha di Nusantara. Sejarah & Latar Belakang Candi Miri didentifikasi sebagai peninggalan Kerajaan Mataram Kuno (Sumber 4). Letaknya berada di wilayah administratif Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, yang merupakan salah satu kawasan terpenting dalam sejarah peradaban Jawa klasik. Terdapat variasi dalam pencatatan lokasi spesifik candi ini. Beberapa sumber merujuk lokasi Candi Miri di Dusun Nguwot, Desa Sambirejo (Sumber 1, Sumber 2, Sumber...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Babi Panggang Karo: Simfoni Rasa dari Tanah Batak
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Utara

Babi Panggang Karo: Simfoni Rasa dari Tanah Batak Di tengah kekayaan kuliner Indonesia yang tak terhingga, Babi Panggang Karo (sering disingkat BPK) muncul sebagai sebuah mahakarya rasa yang menghadirkan jejak budaya dan tradisi dari tanah Sumatera Utara. Lebih dari sekadar hidangan, BPK adalah manifestasi dari identitas masyarakat Karo, sebuah sajian yang kaya akan aroma, rempah, dan cerita. Mengapa BPK begitu istimewa, dan bagaimana ia menjadi simbol kebanggaan kuliner bagi suku Karo? Mari kita telusuri keunikan dan daya pikatnya. ## Andaliman: Jantung Rasa BPK Rahasia di balik kelezatan BPK terletak pada penggunaan rempah-rempah khas, dan yang paling menonjol adalah andaliman. Dikenal juga sebagai "merica Batak" atau "sichuan pepper"-nya Indonesia, andaliman memberikan sensasi rasa yang unik dan tak tertandingi: pedas, sedikit asam, dan yang paling khas adalah efek kebas atau "getar" di lidah (Sumber 2). Rasa yang identik dan aroma yang kuat dari andal...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Batik Kamoro: Mengenal Keindahan Seni Batik dari Papua Batik Kamoro merupakan salah satu jenis
Motif Kain Motif Kain
Papua

Batik Kamoro: Mengenal Keindahan Seni Batik dari Papua Batik Kamoro merupakan salah satu jenis batik khas Papua yang dikenal dengan corak unik dan makna mendalam. Berbeda dengan batik dari daerah lain di Indonesia, batik Papua, termasuk Kamoro, memiliki ciri khas motif yang terinspirasi dari kekayaan alam dan budaya suku asli di sana (Sumber 1, Sumber 3). Batik ini secara spesifik menampilkan corak khas Timika, yang terinspirasi dari suku Kamoro dan keindahan alam sekitarnya (Sumber 1). Batik Kamoro tidak hanya sekadar kain bermotif, tetapi juga merupakan representasi semangat dan keberanian penduduk asli Papua (Sumber 2). Simbol-simbol yang terkandung di dalamnya merefleksikan kehidupan masyarakat adat, menjadikannya salah satu warisan budaya yang patut dilestarikan. ## Motif dan Makna Batik Kamoro Motif utama batik Kamoro sangat khas dan mudah dikenali. Corak yang sering ditemukan pada batik ini meliputi: ### Simbol Patung Salah satu motif yang paling menonjol pada batik Kamoro adal...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Dendam Rajo sang Manusia Harimau Putih
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Aceh

Karya: Mahlil Azmi Di sebuah perkampungan kecil bernama Desa Pucok Krueng, di Aceh bagian barat selatan, hiduplah sebuah keluarga kecil yang damai dan bahagia. Mereka berjumlah empat orang: sang ayah bernama Uda Bintang Puteh berumur 40 tahun, ibu Nyak Bulan berumur 30 tahun, anak pertama Rajo Puteh berumur 10 tahun, dan adik perempuannya bernama Nyak Puteh yang berumur 5 tahun.Kedua orang tua mereka adalah petani dan pekebun pala. Sementara itu, Rajo adalah anak yang nakal dan sering berkelahi dengan teman-temannya hingga meresahkan orang tuanya. Walaupun begitu, ia sangat menyayangi keluarganya, terutama adiknya. Nyak Puteh adalah anak yang ceria, patuh, rajin mengaji, dan suka membantu orang tua mencuci piring. Setiap menjelang pagi, ayah dan ibu berpamitan untuk bekerja di ladang memetik buah pala, dan terkadang menjadi buruh tani di sawah milik saudagar kampung. Walaupun upah yang mereka dapatkan sedikit, mereka tetap bersyukur.Beberapa tahun kemudian, saat Rajo berumur 17 tahun,...

avatar
Mahlil Azmi
Gambar Entri
Candi Miri: Peninggalan Sejarah di Yogyakarta
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Daerah Istimewa Yogyakarta

Candi Miri: Peninggalan Sejarah di Yogyakarta Sejarah & Latar Belakang Candi Miri adalah salah satu candi Hindu yang terletak di Dusun Nguwot, Desa Sambirejo, Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Diperkirakan dibangun pada abad ke-9, Candi Miri merupakan bagian dari warisan budaya Kerajaan Mataram Kuno. Candi ini berdiri tidak jauh dari beberapa candi lain yang juga bersejarah, seperti Candi Banyunibo dan Candi Barong, menjadikannya sebagai bagian penting dari kompleks candi yang memiliki nilai arkeologis yang tinggi (Sumber 2, 4, 14). Candi Miri, yang terletak di bukit karst dengan ketinggian sekitar 300 meter, menjadi lokasi yang strategis untuk aktivitas keagamaan dan pemujaan. Meskipun saat ini kondisinya mengalami kerusakan dan belum dilakukan pemugaran, keberadaannya tetap menarik perhatian para peneliti dan wisatawan yang ingin menyelami sejarah kekayaan budaya Indonesia (Sumber 1, 8, 14). Karakteristik Arsitektur Candi Miri memiliki...

avatar
Kianasarayu