Bahan:300 gram ikan tenggiri fillet, potong dadu
1 sdm asam jawa, larutkan dalam 25 ml air hangat (ambil airnya)
1/2 sdt merica hitam bubuk
1/2 sdt gula pasir
2 lembar daun jeruk nipis, buang tulangnya, iris
1 sdm minyak
6 lembar daun salam
1 sdt garam
Daun pisang untuk membungkus
1 sendok makan minyak untuk menumis
Bumbu Halus:
4 siung bawang merah
2 siung bawang putih
2 buah cabai merah, dibuang biji
1 cm lengkuas
1 buah cengkeh
1/2 cm kencur
1 cm kunyit, bakar
1/2 sdt ketumbar
1 1/2 butir kemiri sangrai
1/2 sdt terasi bakar
1/8 sdt merica hitam
1/8 sdt pala
Bahan Sambal Matah :
12 butir bawang merah, potong jadi 4 bagian
3 siung bawang putih, iris tipis
8 buah cabai rawit hijau, iris tipis
5 lembar daun jeruk, dibuang tulangnya, iris-iris
3/4 sendok teh terasi, bakar
3 batang serai, ambil putihnya, iris-iris
3/4 sdt garam
1/8 sdt merica hitam, tumbuk halus
1 1/2 sdm air jeruk nipis
1/4 sdt gula pasir
1 sdm minyak
Bahan Sambal Tomat:
4 siung bawang putih, iris
10 butir bawang merah, iris
10 buah cabai merah, dibuang bijinya iris-iris
2 buah tomat, potong - potong
1 sdt terasi bakar, dihaluskan
1 sdt air jeruk
1 1/4 sdt garam
3/4 sdt gula pasir
4 sendok makan minyak untuk menumis
Cara Membuat 1. Panaskan sedikit minyak dan tumis bumbu sampai harum. Sisihkan.
2. Aduk rata semua bahan kecuali daun salam dan bumbu halus. Diamkan selama 2 jam.
3. Ambil selembar daun pisang dan daun salam ditengahnya. Letakkan adonan ditengahnya, bungkus tum.
4. Panggang di oven selama 30 menit sampai matang.
5. Sambal matah: Aduk rata semua bahan kecuali daun jeruk.
6. Sambal tomat: Panaskan minyak, tumis bawang putih, bawang merah, cabai, tomat, dan terasi hingga harum. Tambahkan air jeruk, garam, dan gula. Haluskan.
7. Sajikan ikan panas dengan pelengkap sambal matah, sambal tomat, daun jeruk nipis iris, dan nasi.
Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...
Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...
NEGERI ANTARA: JEJAK PUTRO ALOH dan MANUSIA HARIMAU Karya: Mahlil Azmi Di pagi yang cerah, saat embun masih menempel di daun-daun dan suara burung hutan bersahut-sahutan, aku bersama seorang teman bernama Jupri memulai perjalanan menuju Gunung Alue Laseh, tujuan kami sederhana menangkap si kicau, burung cempala yang terkenal lincah dan bernilai mahal di kampung kami. Bekal kami pun tak seberapa: nasi, sedikit ikan asin, dan air secukupnya. Namun jarak yang jauh dan medan yang berat tak membuat semangat kami luntur. “Lil, kalau dapat cempala besar, kau traktir kopi ya,” kata Jupri sambil tertawa, memikul tasnya yang tampak lebih besar dari isinya. “Kau tenang saja, asal jangan kau makan burungnya duluan,” balasku. Kami tertawa, tawa ringan khas dua pemuda kampung yang belum tahu apa yang menanti di depan. Gunung kami memang bukan gunung biasa. Ia bagian dari hutan pegunungan Leuser di barat selatan Aceh. Di sana hidup binatang buas, termasuk sang raja hutan—harimau. Tapi ba...
Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.
1. Rendang (Minangkabau) Rendang adalah hidangan daging (umumnya sapi) yang dimasak perlahan dalam santan dan bumbu rempah-rempah yang kaya selama berjam-jam (4–8 jam). Proses memasak yang sangat lama ini membuat santan mengering dan bumbu terserap sempurna ke dalam daging. Hasilnya adalah daging yang sangat empuk, padat, dan dilapisi bumbu hitam kecokelatan yang berminyak. Cita rasanya sangat kompleks: gurih, pedas, dan beraroma kuat. Rendang kering memiliki daya simpan yang panjang. Rendang adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang paling terkenal dan diakui dunia. Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, masakan ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan proses memasak yang unik. 1. Asal dan Filosofi Asal: Rendang berasal dari tradisi memasak suku Minangkabau. Secara historis, masakan ini berfungsi sebagai bekal perjalanan jauh karena kemampuannya yang tahan lama berkat proses memasak yang menghilangkan air. Filosofi: Proses memasak rendang yang memakan waktu lama mela...