Batik merupakan kain yang memiliki motif gambar yang dibuat menggunakan malam atau biasa kita kenal sebagai lilin. Batik juga memiliki warna yang khas sesuai dengan daerah pembuat batik tertentu. Batik tentunya telah dikenal oleh masyarakat dunia sebagai kebudayaan milik Indonesia. Kota Madiun tentunya juga ingin melestarikan budaya batik Indonesia hingga muncul suatu gagasan untuk memperkenalkan batik khas Kota Madiun dengan nama, Batik Segar Arum. Batik Segar Arum diciptakan oleh Ibu Sri Murniati.
Asal mula nama "Segar Arum" tentunya terinspirasi dari Kota Madiun sendiri. Nama "Seger" terinspirasi dari jeruk nambangan yang dulunya menjadi hasil bumi kebanggaan Kota Madiun yang pada zaman sekarang mengalami kesulitan dalam pelestariannya dikarenakan minat masyarakat yang turun untuk membudidayakan jeruk nambangan. Maka dari itu, "Segar" diambil agar rasa jeruk nambangan yang segar dan manis dapat lebih dikenal. Lalu nama "Arum" diambil dikarenakan Kota Madiun dulunya merupakan wilayah yang dirintis Ki Panembahan Ronggo Jumeno yang memiliki keris sakti bernama Tundhung Medhiun yang selalu dililit bunga melati rinonce yang harum yang berarti siapapun yang membawa selalu memiliki wibawa yang tinggi. Maka keris dan melati berdampingan untuk membawa Kota Madiun menjadi "Arum".
Yang membedakan batik Segar Arum dengan batik lain adalah cara pewarnaan yang menggunakan metode celup dan colet. Metode celup menggunakan bahan alam seperti kayu mahoni, teger, dan daun jati. Sementara metode colet menggunakan bahan kimia seperti remasol. Dan juga batik Segar Arum menonjolkan hal yang khas Kota Madiun, khususnya jeruk nambangan.
Untuk mendapatkan batik asli Segar Arum khas Kota Madiun anda dapat mengunjungi tempat pembuatannya bernama Batik Murni di Jalan Halmahera no.14, Kota Madiun.
sumber : Sri Murniati, S.Sos. Pencipta Batik Segar Arum
#OSKMITB2018
Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.
Di masa lalu, masyarakat Batak mengenal sebuah peti penyimpanan berharga yang disebut Huting-Huting. Huting-huting berfungsi sebagai tempat menyimpan benda-benda berharga milik raja atau keluarga bangsawan, seperti perhiasan, pusaka, hingga barang bernilai lainnya. Karena fungsinya yang penting, huting-huting sering disebut sebagai "brankas tradisional" dalam budaya Batak. Yang membuatnya istimewa adalah ukiran pada bagian tutupnya. Berbagai ornamen, termasuk motif bintang dan makhluk simbolis (pinatang), dipahat dengan sangat detail. Menurut kepercayaan masyarakat dahulu, ukiran-ukiran tersebut memiliki kekuatan magis sebagai penjaga isi peti. Konon, apabila seseorang berniat mencuri isi huting-huting, maka roh penjaga yang disimbolkan melalui ukiran pinatang akan melindungi harta yang tersimpan di dalamnya. Kepercayaan ini menunjukkan bagaimana seni ukir, spiritualitas, dan sistem keamanan tradisional berpadu dalam kehidupan masyarakat Batak. Karena nilai dan kesak...
Di rumah adat Batak tradisional, terdapat sebuah bagian penting yang disebut Sale-salean. Sale-salean merupakan rak atau ukiran berbentuk segi empat yang digantung di atas tungku perapian (tataring). Fungsinya sangat praktis sekaligus mencerminkan kearifan leluhur dalam memanfaatkan ruang di dalam rumah. Di tempat inilah masyarakat Batak dahulu mengeringkan ikan, daging, hasil pertanian, hingga kayu bakar. Asap dari tungku yang terus menyala membantu proses pengeringan sekaligus membuat bahan makanan lebih awet untuk disimpan. Bagi masyarakat Batak masa lalu, dapur bukan sekadar tempat memasak. Dapur adalah pusat kehidupan keluarga, tempat berkumpul, berbagi cerita, dan menjaga persediaan pangan. Sale-salean menjadi bukti bahwa arsitektur tradisional Batak dibangun berdasarkan pengalaman, kebutuhan hidup, dan pengetahuan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Warisan budaya tidak selalu berupa benda mewah. Kadang ia hadir dalam benda sederhana yang menjadi bagian dari kehidu...
Eksplorasi Seni Ornamen Rumah Gadang: Simbolisme dan Warisan Budaya Minangkabau Identitas dan Asal-Usul Seni ornamen Rumah Gadang merupakan manifestasi kebudayaan masyarakat Minangkabau yang berfungsi sebagai media penyampaian nilai-nilai filosofis dan tradisi leluhur [S1]. Ornamen ini bukan sekadar elemen dekoratif, melainkan representasi mendalam dari cara hidup dan pandangan dunia suku Minangkabau yang diwariskan secara turun-temurun [S1]. Keberadaannya menjadi jendela utama untuk memahami kekayaan warisan budaya yang melekat pada arsitektur tradisional di wilayah Sumatera Barat [S1]. Secara konseptual, eksplorasi terhadap seni ornamen ini merupakan upaya penyelidikan dan penemuan pengetahuan baru mengenai simbolisme yang terkandung di dalamnya [S2], [S5]. Kegiatan eksplorasi dalam konteks budaya ini melibatkan proses penjelajahan lapangan untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai bentuk, makna, dan fungsi ornamen tersebut dalam kehidupan masyarakat [S4], [S...
Cerita Rakyat dari Jawa Tengah: Kisah Timun Mas Lead Kisah Di balik rimbunnya hutan Jawa Tengah, tersimpan sebuah narasi tentang keberanian yang melampaui usia. Kisah ini berpusat pada sosok gadis kecil bernama Timun Mas, yang namanya kini tak hanya dikenal sebagai tokoh dalam buku cerita anak-anak, tetapi telah menjadi bagian dari ingatan kolektif masyarakat Indonesia [S2], [S3]. Ia bukan sekadar karakter fiktif, melainkan simbol perjuangan yang gigih melawan ancaman raksasa yang hendak merenggut kebebasannya [S3], [S4]. Sebagai bagian dari kekayaan tradisi lisan yang diwariskan turun-temurun, legenda ini memiliki daya pikat yang tak lekang oleh waktu [S1], [S2]. Di wilayah Jawa Tengah, cerita ini sering pula disebut dengan nama Mentimun Emas, sebuah variasi penamaan yang menunjukkan betapa luasnya penyebaran kisah ini dalam berbagai versi di tengah masyarakat [S2], [S5], [S5]. Keberadaannya yang populer membuktikan bahwa narasi tradisional ini tetap hidup dan relevan, bahkan h...