Makanan Minuman
Makanan Minuman
Bubur Sulawesi Selatan Makassar
Barobbo
- 15 Maret 2017

Di Sulawesi Selatan, terdapat kuliner bubur yang beda, yaitu Barobbo. Barobbo adalah masakan yang mirip dengan bubur tapi terbuat dari jagung dan beberapa rempah tradisional yang semakin menambah kelezatannya. Pemilihan bahan dasar jagung dikarenakan jagung adalah bahan pangan yang melimpah disana. Hal inilah yang kemudian membuat kalangan masyarakat di Sulawesi Selatan menggemari masakan Barobbo. Barobbo ini biasanya akan dibuat setelah masa panen jagung terutama di daerah sentra penghasil tanaman jagung. Rasanya yang lezat bisa dijadikan sebagai hidangan alternatif bila bosan dengan menu masakan yang itu-itu saja.

 
Bahan Bubur
  1. 1 buah jagung manis yang disisir halus
  2. 3 buah jagung manis yang diparut
  3. 400 ml air
  4. 3 siung bawang merah yang diiris tipis
  5. 2 siung bawang putih yang diiris tipis
  6. 2 sdt garam
  7. 1 tangkai seledri  yang diiris tipis
  8. ½ ikat bayam yang sudah disiangi
  9. ½ ikat kangkung yang sudah disiangi
  10. ½ sdt merica bubuk
 
Bahan perkedel:
  1. 2 buah jagung manis yang diparut
  2. 1 butir telur
  3. 50 gr udang kupas yang dicincang halus
  4. 1 tangkai seledri yang diiris halus
  5. 1 batang daun bawang yang diiris halus
  6. 50 gr tepung terigu protein sedang
  7. Minyak untuk menggoreng
 
Bumbu halus:
  1. 2 siung bawang putih
  2. 3 siung bawang merah
  3. ½ sdt merica bubuk
  4. 1 ¼ sdt garam
 
Bahan pelengkap:
  1. 1 buah ayam yang digoreng dan kemudian disuwir-suwir
  2. Bawang goreng untuk taburan
 
Cara Membuat Bubur Barobbo :
  1. Bubur bisa dibuat dengan memasak jagung yang sudah disisir dengan air sampai mendidih
  2. Masukkan bawang putih, bawang merah, merica bubuk dan garam ke dalam adonan jagung kemudian masak sampai matang.
  3. Tambahkan bayam, kangkung dan juga seledri kemudian masak lagi sampai sayuran matang dan layu.
  4. Untuk membuat perkedel kita bisa membuatnya dengan mengaduk rata bahan-bahan perkedel.
  5. Goreng perkedel dengan cara menyendok bahan perkedel ke dalam minyak yang panas kemudian goreng sampai matang.
  6. Sajikan masakan bubur dengan tambahan ayam goreng suwir, perkedel dan bawang goreng agar rasanya lebih nikmat.

 

RM yang menyediakan:
Aroma Palopo
Jl. Boulevard Raya, Kelapa Gading, Jakarta
021 22450100
 

( http://resepmasakanpedia.com/resep-bubur-barobbo-khas-sulawesi-selatan/)

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Kidung Lakbok
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Kidung Lakbok atau Wawacan Kidung Lakbok adalah karya sastra lama berbentuk wawacan yang berasal dari Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Naskah ini diterbitkan kembali dan disusun rapi oleh M. Karso Prawiraatmadja di Bandjar pada tanggal 31 Agustus 1956. Karya ini menyimpan nilai sejarah dan kearifan lokal masyarakat setempat. Dokumentasi digital dan data ini disusun serta disumbangkan oleh Henri Purwanto.

avatar
Henripurwanto
Gambar Entri
HUDON TANO (Periuk Tanah)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
Benda Magis Masyarakat Batak Toba
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker