Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Kepulauan Bangka Belitung Bangka Belitung
Bakmi Bangka

 

mie-ayam-bangka.jpg

bahan utama : 
1kg mie basah (merk 1001, merk ini mempunyai 2 jenis yg pertama menggunakan telor bebek harganya berkisar 13500 perkilo
telor ayam harganya 12000 perkilo. 1 kilo berisi 10 gulung mie)
1/2kg chicken fillet yg sudah digiling halus (daging ayam yg sudah tidak ada tulang, biasanya menggunakan daging bagian dada. 
1 ikat sawi hijau (harga perikat 3000 rupiah)
taoge yg berukuran besar (beli saja 3000 rupiah)
10 buah kulit pangsit (harga perbungkus 6000 rupiah, isinya berkisar 50 lembar, 
bakso sapi 20 buah ( merk dari bakso sapi yg biasa dipakai ada merk sari murni, harga per pack nya 53rb rupiah, isi 50 biji).
100gr daging udang yg sudah dikupas dan dicincang halus ( biasanya saya membeli 15rb, bisa menggunakan berbagai jenis udang. udang ini digunakan untuk isian pangsit)
100gr chicken fillet ( untuk isian pangsit )
1 ikat daun bawang ( beli saja 3000 rupiah, biasanya sudah berikut seledri, nantinya seledri kita gunakan untuk kuah)
tulang ayam ( bisa dibeli dipedagang ayam potong, beli saja 5000 rupiah untuk sekali pakai) 
lemon cui (jenis jeruk ini bisa didapat ketika kita membeli mie dan bakso, biasanya pedagang mie dipasar juga menjual jenis jeruk ini. rasa dari jeruk ini manis asam. bentuknya kecil dan digunakan untuk campuran pada saat menyantap mie bangka ini)
 
bumbu yg harus disiapkan :
kecap asin (merk cap angsa, kemasaan botol besar)
penyedap masakan (merk sasa)
saus tiram ( cap panda atau lee kum kie)
kaldu ayam (merkya knoor)
12kg minyak sayur
1kg bawang merah
1 kg bawang putih) 
lada putih
bawang putih cutting 
minyak wijen
bawang merah goreng 
kecap manis (cap bango)
rawit merah 20 buah
 
cara membuat :
 
pertama resep membuat topping ayamnya :
siapkan 7 buah bawang merah dan 7 buah bawang putih haluskan
siapkan 5 sendok makan minyak sayur , lalu panaskan. setela panas masukan bumbu bawang yg sudah dihaluskan. 
setelah tercium wangi lalu masukan daging ayam fillet, aduk rata.
setelah ayam masuk beri bumbu 1 sdt teh kaldu ayam knoor penyedap makanan, setengah sdt garam, 1/4 sdt lada putih, 1 sdt kecap asin, 1 sdm saus tiram, 2 sdm kecap manis
setelah bumbu masuk, aduk rata dan tambakan 1 cangkir air putih panas.
diamkan kira2 5 menit dengan api sedang, agar bumbu meresap kedalam ayamnya.
setelah matang angkat dan sisihkan
kedua resep membuat minyak bawang :
biasanya koh alin menggunakan bawang yg banyak untuk membuat minyak bawang, begitupun minyaknya yg banyak. tapi untuk resep ini cuma 1/2 liter minyak sayur
kita menggunakan  10 butir bawang merah dan 10 butir bawang putih cutting haluskan kasar saja.
setelah itu panaskan minyak dan setelah panas masukan bawang, lalu goreng bawang hingga kecokelatan. setelah cokelat matikan api biar kan bawang mengendap dibawah. lalu sisihkan kedalam panci kecil. sekian resep minyak bawang.
ketiga resep kuah kaldu untuk bakmi bangka :
cuci bersih tulang ayam yg sudah dibersihkan dari lemak2 yg biasanya menempel pada tulang. 
lalu siapkan air didalam panci sebanyak 2liter
panaskan air, setelah mendidih masukan tulang ayam. biasanya setelah beberapa saat akan keluar buih2. sebaiknya buih tersebut dibuang. agar mengurangi bau amis yg timbul dari tulang.
setelah kaldu nya keluar dari tulang. masukan bawang putih yg sudah dimemarkan. masukan 5 butir saja. 
beri garam, lada secukupnya dan kaldu ayam. 
rasakan apa rasanya sudah pas rasanya. jika kurang tambahkan.
setelah semua beres. lalu sisihkan, sekian resep kuah nya.
ke empat resep membuat pangsit goreng :
siapkan udang dan ayam cincangnya didalam sebuah mangkuk.
beri bumbu, lada, garam dan kaldu ayam secukupnya. lalu beri minyak wijen 1/2 sdt.
setelah diberi bumbu lalu aduk rata.
siapkan kulit pangsit. lalu masukan isian pangsit secukupnya saja pada bagian ujung kulit pangsit. tutup isian pangsit dengan ujung pangsitnya.
setelah itu siapkan minyak yg agak banyak untuk menggorengnya.
goreng pangsit hingga kecokelatan. angkat dan sisihkan.
ke lima cara menghidangkan bakmi bangka :
didihkan air didalam panci untuk merebus mie, diusahakan panci yg besar dengan air yg banyak.
siapkan mangkuk saji. masukan 1sdm minyak bawang, 1/2 sdt teh fetsin sasa, lada putih secukupnya, 1 sdt kecap asin angsa, 1/2sdt teh kecap manis. aduk rata.
keluarkan mie dari bungkusnya, ambil 1 gulungan mie, lalu uraikan dimeja atau diatas piring. sehingga ketika di rebus tidak lengket.
potong sawi putih sepanjang 5cm, dan bersihkan taoge dari akarnya.
lalu rebus mie pada air mendidih, ketika mie sudah mulai naik kepermukaan. pertanda mie sudah matang. merebus mie kira2 butuh waktu 15-20 detik. lebih dari itu mie akan lembek atau overcook. dengan catatan air sangat mendidih.
angkat mie menggunakan saringan mie. tiriskan sampai airnya tiris lalu masukan kedalam mangkuk yg sudah diberi bumbu, lalu aduk rata.
rebus sawi hijau dan taoge, jangan terlalu lama. cukup 5-10 detik dengan catatan air sangat mendidih
lalu masukan sawi dan taoge diatas mie, masukan 1 sdm topping ayam yg sudah dibuat tadi, beri bawang goreng dan irisan daun bawang. hias dengan 1buah pangsit goreng dan jeruk lemon cui yg sudah dibelah 2.
siapkan kuahnya, ambil mangkuk kecil beri lada putih secukupnya dan kecap asin secukupnya. kasih bawang goreng dan daun seledri yg sudah diiris. masukan bakso sapi yg sudah direbus sebelumnya. siap disajikan.
 
ke enam resep sambal untuk bakmi bangka : 
rebus rawit merah dan 3 siung bawang putih.
setelah matang lalu dihaluskan (bisa diulek atau diblender kasar), beri garam dan gula secukupnya. lalu ditambahkan air panas secukupnya. siap dihidangkan.
 
Happy cooking ! :)
 
Sumber: http://surga-resep.blogspot.com/2014/01/bakmi-bangka.html

 

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Keris Jawa: Lebih dari Sekadar Senjata, Simbol Budaya dan Pusaka
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Jawa Tengah

Keris Jawa: Lebih dari Sekadar Senjata, Simbol Budaya dan Pusaka Identitas dan Asal-Usul Keris merupakan pusaka masyarakat Jawa yang memiliki bentuk khas dan makna filosofis mendalam [S1]. Senjata tradisional ini diakui sebagai simbol budaya Nusantara dengan nilai sejarah, seni, dan filosofi yang tinggi [S3]. Keris Jawa secara spesifik merupakan salah satu simbol budaya yang sangat penting dalam sejarah dan tradisi Jawa [S2, S7]. Pengakuan UNESCO terhadap keris sebagai warisan dunia menegaskan statusnya yang berasal dari zaman logam [S4]. Secara historis, keris tidak hanya berfungsi sebagai senjata tradisional untuk peperangan [S2, C2], tetapi juga sebagai benda pusaka warisan nenek moyang [C3]. Lebih dari itu, keris juga menjadi simbol spiritual, status sosial, dan warisan keluarga [C12]. Keris Jawa sendiri memiliki banyak jenis dengan fungsi dan makna yang berbeda, mencerminkan kekayaan tradisi yang menyertainya [C8]. Keberadaannya juga meluas sebagai alat perlengkapan dalam b...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Lontar Usada Bali: Warisan Pengobatan Nusantara yang Terlupakan?
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Bali

Lontar Usada Bali: Warisan Pengobatan Nusantara yang Terlupakan? Identitas dan Asal-Usul Lontar Usada Bali adalah naskah klasik yang mengkategorikan diri dalam ranah pengetahuan dan praktik pengobatan tradisional (usada) di Nusantara [S1], [S3]. Naskah-naskah ini secara spesifik ditulis di atas daun lontar dengan menggunakan aksara dan bahasa Bali Kuna hingga Bali Tengahan [S1]. Kategorinya dalam sistem Warisan Budaya Takbenda Indonesia masuk dalam domain "Pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta," sejalan dengan penetapan praktik serupa seperti Pengobatan Tradisional Raksa Jasad [S2]. Asal-usul historisnya di Bali seringkali dilekatkan pada periode pengaruh Majapahit dan penyebaran agama Hindu, meskipun sayangnya, belum ada sumber dari daftar yang secara pasti mengungkap waktu dan tokoh awal penciptaan teks-teks ini. Salah satu versi mengaitkan proses kodifikasi dan pengembangan sistem pengobatan ini dengan peran Dang Hyang Nirartha, seorang tokoh...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Kedatuan Luwu: Salah satu peradaban tertua di Sulawesi Selatan yang jejak sejarahnya berkelindan erat dengan mitolo
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sulawesi Selatan

Kedatuan Luwu: Salah satu peradaban tertua di Sulawesi Selatan yang jejak sejarahnya berkelindan erat dengan mitolo Identitas dan Asal-Usul Kedatuan Luwu diidentifikasi sebagai salah satu peradaban tertua di Sulawesi Selatan, dengan jejak sejarah yang terjalin erat dengan mitologi, tradisi lisan, dan bukti arkeologis [C11]. Sejarah awal Luwu tidak terlepas dari kisah kosmologis mengenai kedatangan manusia pertama ke bumi, yang menjadi dasar pembentukan tatanan sosial dan kekuasaan di wilayah tersebut [C12]. Kedatuan ini merupakan salah satu dari tiga kerajaan Bugis pertama yang tercatat dalam epik I La Galigo , bersama dengan Wewang Nriwuk dan Tompotikka [S1]. Pendirian Kedatuan Luwu diperkirakan terjadi pada abad ke-14 [C4], dengan Tumanurung sebagai Datu Mappanjunge' ri Luwu pertama pada tahun 1300-an [C3]. Kedatuan ini berlanjut hingga sekarang [C1], meskipun tidak memiliki mata uang sendiri dan menggunakan sistem barter [C5]. Luwu bersama kerajaan-kerajaan lain diakui sebag...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Sekaten adalah Upacara Peringatan Kelahiran Nabi Muhammad SAW: Asal-usul dan sejarah serta fungsi,
Ritual Ritual
Daerah Istimewa Yogyakarta

Sekaten adalah Upacara Peringatan Kelahiran Nabi Muhammad SAW: Asal-usul dan sejarah serta fungsi, makna, dan nilai budaya Identitas Ritual Sekaten adalah rangkaian upacara tahunan yang diselenggarakan oleh Keraton Yogyakarta dan Keraton Surakarta untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW (Maulid Nabi) [S1][S3]. Ritual ini berlangsung selama delapan hari, dimulai pada tanggal 5 Rabi'ul Awal (Mulud dalam kalender Jawa) dan berakhir pada tanggal 12 Rabi'ul Awal dengan upacara penutup bernama Garebeg Mulud [S3]. Nama "Sekaten" sendiri berasal dari adaptasi istilah Arab syahadatain , yang merujuk pada dua persaksian (syahadat) dalam Islam [S1]. Komunitas pelaksana Sekaten adalah institusi keraton sebagai pusat ritual, dengan melibatkan masyarakat luas dalam prosesi dan perayaan [S2]. Lokasi utama penyelenggaraan adalah Yogyakarta, meskipun tradisi serupa juga dilaksanakan di Surakarta [S1]. Upacara ini bukan sekadar perayaan keagamaan, melainkan laku budaya-religius...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Tenun NTT: Simbol Status, Identitas, dan Kisah Leluhur
Motif Kain Motif Kain
Nusa Tenggara Timur

Tenun NTT: Simbol Status, Identitas, dan Kisah Leluhur Identitas dan Asal-Usul Tradisi tenun yang paling populer di Indonesia merujuk pada Tenun Ikat , khususnya varian yang berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT). Popularitas ini tidak terlepas dari keunikan teknik, motif, dan makna filosofisnya yang kuat dalam budaya masyarakat setempat [S1]. Tenun ikat di NTT merupakan warisan budaya yang bertahan hingga kini, diwariskan secara turun-temurun dan menjadi bagian integral dari identitas komunitas [S2]. Secara geografis, sentra tenun ikat NTT tersebar di berbagai pulau, dengan Pulau Sumba dikenal sebagai salah satu pusat tradisi ini yang paling kuat. Di Sumba, pembuatan kain tenun ikat tradisional masih lestari, dengan kampung-kampung seperti Kanatang dan desa-desa di wilayah Sumba Timur menjadi lokasi perajin aktif [S3]. Proses pembuatannya sangat mengikat dengan sejarah dan kehidupan masyarakat, di mana kain tenun bukan sekadar produk ekonomi tetapi juga warisan leluhur yang...

avatar
Kianasarayu