Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Jawa Barat Bandung
(BACIL) Bakso Cilok Goreng Telor
- 1 Agustus 2019

Bakso cilok (bacil) goreng telur kali ini yaitu cara membuat cilor tusuk yang merupakan resep cilok goreng enak dengan lapis telur. Cilok merupakan bagian dari kuliner nusantara yang sederhana dengan variasi cita rasa yang cukup diminati. Salah satu dari aneka jajanan yang sangat populer di Bandung ini memiliki bentuk pentol yang khas seperti bakso, hanya saja bahan dasar dan proses cara membuat lebih mudah dan sederhana.

Takaran yang pas antara campuran tepung aci atau tapioka dengan tepung terigu bisa menghasilkan pentol bakso cilok yang kenyal dan empuk, sehingga sangat enak dan lezat untuk dinikmati. Sedangkan variannya atau cara mengolahnya lebih lanjut bisa dengan digoreng atau dibakar untuk menghadirkan hidangan yang lebih spesial, bahkan bisa diandalkan apabila dijadikan sebagai ide untuk usaha jualan jajanan kuliner.

Pertama kali menemukan jajanan kuliner ini saat lewat Telkom University di terusan Buah batu Bandung, waktu itu hingga kini ramai sekali gerobak pedagang berlabelkan cilok atau bacil goreng telur yang disajikan dengan saus tomat atau sambal, apalagi waktu momentum bulan puasa. Saat ini sudah cukup banyak ditemui jajanan cilor tusuk yang didagangkan abang-abang gerobak keliling.
 

Bahan Cilor Tusuk Cilok Goreng Telur

Nah, jika beberapa waktu yang lalu juga pernah dibagikan resep cilok bakar dengan isi kornet dan sosis, maka pada kali ini giliran resep lainnya yaitu bacil atau bakso cilok goreng lapis telur. Untuk sausnya bisa disajikan saja dengan saus sambal, akan tetapi kali ini dibagikan juga saus yang enak berbahan lemon dengan cita rasa yang pedas kreasi dapur resepmasakankreatif.blogspot.com.
Bahan dan Bumbu : 
  • 100 gram tepung tapioka
  • 100 gram tepung terigu segitiga biru
  • 250 ml air
  • air untuk merebus seperlunya
  • 1 batang daun bawang diiris tipis
  • 1 siung bawang putih dihaluskan
  • 1/2 sdt royco ayam
  • 1/2 sdt merica bubuk
  • garam secukupnya
  • 2-3 butir telur dikocok lepas (atau secukupnya untuk celupan)
  • minyak untuk menggoreng
  • 16-25 tusukan sate kurang lebih (tergantung berapa biji per tusuk)
Bahan Saus Lemon Pedas : 
  • 1/2 buah lemon ukuran besar diperas airnya
  • 1 buah tomat merah besar
  • 4 buah cabe rawit merah (cengek domba)
  • 200 ml air
  • 100 gram saus cabe/ saus sambal
  • 3 sdm gula pasir
  • 1/2 sdt kaldu bubuk
  • 1/4 sdt merica
  • garam secukupnya
  • 1 sdm tepung tapioka/ maizena larutkan dengan sedikit air
  • 2 sdm minyak untuk menumis (bisa tidak)

Cara Membuat Cilor Tusuk Cilok Goreng Telur

  1. Siapkan wadah, campur dan aduk rata tepung tapioka, tepung terigu dan irisan daun bawang lalu sisihkan sementara.
  2. Didihkan 250 ml air, masukkan royco, merica, bawang putih dan garam lalu aduk-aduk sampai rata. Angkat dan tuangkan sedikit demi sedikit ke dalam wadah campuran tepung tadi sambil diaduk dengan sendok.
  3. Setelah adonan dirasa tidak terlalu panas baru kemudian uleni dengan tangan sampai rata dan kalis serta dapat dibentuk. Bentuk semua adonan menjadi bulat-bulat kecil seperti kelereng atau sesuai selera.
  4. Didihkan air untuk merebus kemudian cemplungkan bulatan-bulatan cilok dan tunggu hingga mengapung pertanda sudah matang, angkat dan tiriskan.
  5. Susun masing-masing 4 bulatan cilok pada setiap tusukan sate, celupkan dalam kocokan telur kemudian goreng dalam minyak panas hingga matang kecoklatan dan telur menempel di cilok. Angkat dan tiriskan lalu sajikan dengan siraman saus.
  6. Cara membuat saus lemon : Blender halus air lemon, tomat, cabe dengan 200 ml air. Panaskan minyak (opsional), masukkan hasil blenderan dan masak sampai mendidih. Tambahkan saus cabe, gula pasir, kaldu bubuk, merica dan garam, aduk rata. Terakhir masukkan larutan tepung maizena, aduk rata dan masak hingga matang mengental.

Sumber: https://resepmasakankreatif.blogspot.com/2015/01/resep-cilok-goreng-telur-bacil-saus-lemon.html

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Kidung Lakbok
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Kidung Lakbok atau Wawacan Kidung Lakbok adalah karya sastra lama berbentuk wawacan yang berasal dari Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Naskah ini diterbitkan kembali dan disusun rapi oleh M. Karso Prawiraatmadja di Bandjar pada tanggal 31 Agustus 1956. Karya ini menyimpan nilai sejarah dan kearifan lokal masyarakat setempat. Dokumentasi digital dan data ini disusun serta disumbangkan oleh Henri Purwanto.

avatar
Henripurwanto
Gambar Entri
HUDON TANO (Periuk Tanah)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
Benda Magis Masyarakat Batak Toba
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker