Menikmati indahnya panorama dan kekayaan alam Kepulauan Raja Ampat memang tidak ada habisnya. Rasa syukur atas anugerah Sang Maha Esa ini sepertinya tidak cukup diungkapkan lewat kata-kata saja. Alam yang sangat indah, masyarakat yang ramah dan bersahabat, serta berbagai tradisi dan kesenian yang begitu mempesona seakan memanjakan kita untuk terus berada di Raja Ampat.
Salah satu wilayah yang cukup terkenal sebagai wisata unggulan di Raja Ampat adalah desa Arborek, sebuah desa kecil yang sangat asri dan sarat akan nilai budaya. Hasil kesenian yang sangat terkenal dari desa ini adalah Anyaman Daun Pandan khas Arborek.
Bila kita berbicara tentang kesenian anyaman, mungkin kita langsung terbayang anyaman-anyaman umum yang biasa kita lihat seperti tikar, tas, atau caping. Memang di desa ini ada juga anyaman-anyaman seperti tas Noken, tempat pinang, atau tempat handphone. Namun hasil anyaman yang paling terkenal adalah berupa topi, atau biasa disebut Kayafyof dalam bahasa setempat. Kepopuleran topi khas Arborek sudah tidak diragukan lagi, bahkan para wisatawan mancanegara pun banyak yang datang ke Desa pulau ini hanya untuk mencari dan melihat proses pembuatan kerajinan tradisional ini.
Kerajinan anyaman di Arborek memang baru berlangsung sekitar 12 tahun, namun hasil dari karya anak bangsa ini seperti produk yang sudah mengalami penyempurnaan puluhan tahun. Bahkan seorang ibu yang biasa dipanggil Mama Maria mengatakan,” ..kami juga sering dapat pesanan dari Jakarta, ada juga waktu itu turis Korea pesan tas Noken sampai puluhan untuk dibawa ke negaranya..”. Begitu rapih dan berkualitasnya hasil anyaman ini membuat anyaman Arborek terkenal hingga ke luar Indonesia.
Anyaman unik berbahan dasar daun pandan hutan ini memang begitu menawan, karena selain kualitas anyamannya, produk ini juga mempunyai warna yang beragam. Walaupun daun pandan yang dipakai sebagai bahan dasar umumnya berwarna krem kehijauan, namun setelah melalui proses pewarnaan, warna daun pandan tersebut dapat menjadi beberapa macam. Sebelum diwarnai, daun pandan harus dipilih dulu yang berkualitas, dihilangkan durinya, lalu direbus beberapa saat supaya lemas bersama beberapa bahan lain untuk mewarnai. Setelah itu, daun harus dijemur sampai kering, warnanya sedikit memudar dan daun pun siap untuk dianyam.
Pada masa lalu, pewarnaan masih menggunakan bahan-bahan alami. Mama Maria menjelaskan, ”kalau warna hitam diambil dari pandan hutan yang dikubur selama tiga hari di tanah hitam, warna merah dari daun mengkudu, dan kuning dari kunyit…”. Namun, seiring berjalannya waktu, kini pewarnaan daun pandan lebih mudah karena umumnya warga Arborek sudah menggunakan pewarna buatan atau yang lebih kita kenal dengan sebutan wantek. Dengan wantek, maka warna yang dihasilkan pun lebih beragam dan lebih tajam.
Proses penganyaman yang dilakukan tidaklah sebentar, ketelitian dan kesabaran sangat dibutuhkan pada saat menganyam. “..ya lamanya beda-beda, untuk topi biasanya sebulan bisa jadi lima topi..kalau tas noken lebih cepat, dua hari bisa jadi satu tas..”, Mama Maria menambahkan penjelasan. Waktu pengerjaan ini sangat berkaitan dengan kualitas kerajinan yang dihasilkan, semakin tinggi tingkat kerumitan anyaman, maka semakin lama waktu yang dibutuhkan. Nilai-nilai di balik proses pembuatannya inilah yang membuat anyaman indah ini menjadi begitu sangat berharga.
Anyaman Arborek merupakan salah satu sumber penghasilan penduduk Arborek yang tergolong sedikit, yaitu hanya sekitar 80 Kepala keluarga. Mereka menjual produk ini dengan harga yang tergolong mahal, sekitar Rp100.000 hingga Rp300.000 per produknya, tergantung jenis dan tingkat kesulitan membuatnya. Namun, sebenarnya mahalnya harga kerajinan ini tidak sebanding dengan orisinalitas dan nilai budaya yang dihasilkan. Apalagi bila yang membeli kebanyakan adalah wisatawan asing yang mempunyai taraf hidup lebih tinggi dari Indonesia. Menurut Mama Maria, pemerintah seharusnya lebih banyak ambil bagian dalam promosi dan pengembangan potensi kerajinan khas Raja Ampat ini. Hal ini diperlukan, demi mengembangkan pariwisata ke arah yang lebih baik di masa depan.
NEGERI ANTARA: JEJAK PUTRO ALOH dan MANUSIA HARIMAU Karya: Mahlil Azmi Di pagi yang cerah, saat embun masih menempel di daun-daun dan suara burung hutan bersahut-sahutan, aku bersama seorang teman bernama Jupri memulai perjalanan menuju Gunung Alue Laseh, tujuan kami sederhana menangkap si kicau, burung cempala yang terkenal lincah dan bernilai mahal di kampung kami. Bekal kami pun tak seberapa: nasi, sedikit ikan asin, dan air secukupnya. Namun jarak yang jauh dan medan yang berat tak membuat semangat kami luntur. “Lil, kalau dapat cempala besar, kau traktir kopi ya,” kata Jupri sambil tertawa, memikul tasnya yang tampak lebih besar dari isinya. “Kau tenang saja, asal jangan kau makan burungnya duluan,” balasku. Kami tertawa, tawa ringan khas dua pemuda kampung yang belum tahu apa yang menanti di depan. Gunung kami memang bukan gunung biasa. Ia bagian dari hutan pegunungan Leuser di barat selatan Aceh. Di sana hidup binatang buas, termasuk sang raja hutan—harimau. Tapi ba...
Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.
1. Rendang (Minangkabau) Rendang adalah hidangan daging (umumnya sapi) yang dimasak perlahan dalam santan dan bumbu rempah-rempah yang kaya selama berjam-jam (4–8 jam). Proses memasak yang sangat lama ini membuat santan mengering dan bumbu terserap sempurna ke dalam daging. Hasilnya adalah daging yang sangat empuk, padat, dan dilapisi bumbu hitam kecokelatan yang berminyak. Cita rasanya sangat kompleks: gurih, pedas, dan beraroma kuat. Rendang kering memiliki daya simpan yang panjang. Rendang adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang paling terkenal dan diakui dunia. Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, masakan ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan proses memasak yang unik. 1. Asal dan Filosofi Asal: Rendang berasal dari tradisi memasak suku Minangkabau. Secara historis, masakan ini berfungsi sebagai bekal perjalanan jauh karena kemampuannya yang tahan lama berkat proses memasak yang menghilangkan air. Filosofi: Proses memasak rendang yang memakan waktu lama mela...
Ayam goreng adalah salah satu menu favorit keluarga yang tidak pernah membosankan. Namun, jika kamu ingin mencoba variasi yang lebih gurih dan harum, ayam goreng bawang putih renyah adalah pilihan yang tepat. Ciri khasnya terletak pada aroma bawang putih yang kuat serta kriukannya yang renyah saat digigit. Resep ini juga sangat mudah dibuat, cocok untuk menu harian maupun Bahan-Bahan Bahan Ayam Ungkep ½ kg ayam (boleh potong kecil agar lebih cepat matang) 5 siung bawang putih 4 siung bawang merah 1 sdt ketumbar bubuk 1 ruas kunyit (opsional untuk warna) Garam secukupnya Kaldu bubuk secukupnya Air ± 400 ml Bahan Kriuk Bawang 5–6 siung bawang putih, cincang halus 3 sdm tepung maizena ¼ sdt garam ¼ sdt lada Minyak banyak untuk menggoreng Cara Membuat Ungkep ayam terlebih dahulu Haluskan bawang putih, bawang merah, kunyit, dan ketumbar. Tumis sebentar hingga harum. Masukkan ayam, aduk rata, lalu tuang air. Tambahkan garam dan kaldu bubuk. Un...
Ayam ungkep bumbu kuning adalah salah satu menu rumahan yang paling praktis dibuat. Rasanya gurih, aromanya harum, dan bisa diolah lagi menjadi berbagai hidangan seperti ayam goreng, ayam bakar, hingga pelengkap nasi kuning. Keunggulan lainnya, resep ini termasuk cepat dan cocok untuk kamu yang ingin memasak tanpa ribet namun tetap enak. Berikut resep ayam ungkep bumbu kuning cepat yang bisa kamu coba di rumah. Bahan-Bahan ½ kg ayam, potong sesuai selera 4 siung bawang putih 5 siung bawang merah 1 ruas kunyit 1 ruas jahe 1 ruas lengkuas (geprek) 2 lembar daun salam 2 lembar daun jeruk 1 batang serai (geprek) 1 sdt ketumbar bubuk (opsional) Garam secukupnya Kaldu bubuk secukupnya Air ± 400–500 ml Minyak sedikit untuk menumis Cara Membuat Haluskan bumbu Blender atau ulek bawang merah, bawang putih, kunyit, jahe, dan ketumbar bubuk (jika dipakai). Semakin halus bumbunya, semakin meresap ke ayam. Tumis bumbu hingga harum Panaskan sedikit m...