Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Banten Banten
Ayam Pangek
- 1 Februari 2018

Resep%2BMasakan%2BAyam%2BPangek.jpg

Ayam Pangek merupakan makanan khas Banten yang cukup populer di masyarakat sekitarnya, hal ini terbukti dengan cukup banyaknya warung makan yang menyajikan menu masakan Ayam Pangek.

Dari namanya tentu saja ayam menjadi bahan utamanya. Selain ada beberapa bahan pelengkap seperti belimbing sayur. Belimbing sayur disebut juga belimbing wuluh. Banyak masakan indonesia lainnya yang menggunakan belimbing sayur ini sebagai bahan pelengkap masakan.

Walaupun sebagai pelengkap masakan, belimbing wuluh memiliki manfaat untuk kesehatan anda. Salah satunya adalah bisa menjadi obat darah tinggi, diabetes bahkan bisa mencegah sariawan. Hal ini karena kandungna vitamin c yang cukup tinggi pada belimbing sayur.

Hal ini telah dibuktikan oleh beberapa penelitian baik penelitian dalam negeri maupun oleh beberapa peneliti dari luar. Jadi, mengkonsumsi belimbing wuluh dalam masakan ini bisa menyehatkan.

Selain itu, penggunaan daun salam dan daun kemangi menambah keharuman yang khas dan ini merupakan ciri dari masakan sunda.

Saya yakin anda tidak akan bertahan lama untuk ingin segera mencicipi Ayam Pangek karena harumnya daun salam dan daun kemangi.

Santan dan air kaldu juga menunjukan betapa gurih dan lezatnya ayam. Tidak hanya itu segar dan hangat akan anda rasakan di lidah karena cabai merah tidak lupa untuk dicampurkan di campuran bumbunya.

Bahan – bahan :

  • 250 gram ayam. Jangan lupa untuk mencuci bersih ayamnya terlebih dahulu kemudian direbus dan dipotong kecil-kecil
  • 250 ml santan kental
  • 100 ml air kaldu
  • 2 sendok makan minyak goreng untuk  menumis
  • 1 cm lengkuas yang sudah dimemarkan
  • 2 buah belimbing sayur lalu belah menjadi dua bagian
  • 1 lembar daun salam
  • Daun kemangi secukupnya
  • 2 buah bawang merah yang sudah diiris tipis
  • 2 buah bawang putih yang juga diiris tipis
  • 1 sendok teh air jeruk nipis

 

Bumbu halus :

  • 5 butir bawang merah
  • 4 siung bawang putih
  • 3 buah cabai merah yang sudah dibuang bijinya
  • 3 butir kemiri
  • 2 cm kunyit
  • 2 cm jahe kemudian diparut
  • Garam secukupnnya
  • (Semua bahan dihaluskan dengan cara diulek)

 

Cara membuat Ayam Pangek :

  1. Siapkan wajan dan masukkan 2 sendok makan minyak lalu panaskan.
  2. Tumis bumbu halus yang sudah diulek tadi sampai tercium bau harum.
  3. Kemudian masukkan lengkuas dan daun salam.
  4. Selanjutnya tuangkan air kaldu, potongan ayam, irisan bawang merah dan bawang putih. Aduk-aduk sebentar lalu biarkan sampai mendidih.
  5. Setelah mendidih, masukkan santan, beberapa daun kemangi, potongan belimbing sayur dan beri air jeruk nipis.
  6. Aduk-aduk secara perlahan dan terus menerus sampai kuah menyusut dan bumbunya meresap ke dalam potongan ayam.
  7. Pastikan kuah nya sudah menyusut lalu angkat dan sajikan.
  8. Ayam Pangek khas Banten siap anda santap bersama keluarga.

 

Sumber:- http://farlys.com/resep-masakan/resep-ayam-ayam-pangek.html

             - http://www.resepmasakanindonesiaku.info/2016/08/resep-masakan-ayam-pangek.html

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Kidung Lakbok
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Kidung Lakbok atau Wawacan Kidung Lakbok adalah karya sastra lama berbentuk wawacan yang berasal dari Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Naskah ini diterbitkan kembali dan disusun rapi oleh M. Karso Prawiraatmadja di Bandjar pada tanggal 31 Agustus 1956. Karya ini menyimpan nilai sejarah dan kearifan lokal masyarakat setempat. Dokumentasi digital dan data ini disusun serta disumbangkan oleh Henri Purwanto.

avatar
Henripurwanto
Gambar Entri
HUDON TANO (Periuk Tanah)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
Benda Magis Masyarakat Batak Toba
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker