Ayam Betutu adalah racikan ayam dengan bumbu melimpah dari daerah Bali. Rasanya gurih, dan sedikit pedas. Cocok dimakan bersama keluarga ataupun situasi lainnya.
Bahan Ayam Betutu Bali : Ayam kampung utuh 1 ekor ( atau 1 1/2 kilo gram ) Serai 2 batang ( ambil bagian putihnya , lalu memarkan ) Daun salam 2 lembar Daun pisang secukupnya ( digunakan untuk membungkus ) Aluminium foil Bumbu Halus Ayam Betutu Bali : Minyak 80 mili liter ( digunakan untuk menumis ) Cabai merah 15 buah ( dibuang bijinya ) Jahe 4 centi meter Kunyit 4 centi meter ( dibakar ) Lengkuas 4 centi meter Serai 2 batang ( ambil bagian putihnya saja ) Bawang merah 100 gram Bawang putih 6 siung Ketumbar bubuk 1 sendok teh Kemiri 4 butir ( di goreng atau sangrai ) Daun jeruk purut 4 lembar Merica hitam 1/2 sendok teh Garam 2 sedok teh Bahan Pelengkap Ayam Betutu Bali : Nasi putih Sambal Matah atau sesuai selera Lalaban
Cara Membuat Ayam Betutu Bali : Bumbu : pertama-tama panaskan minyak goreng , tumis bumbu halus hingga harum dan matang . angkat . Selanjutnya lumuri ayam dengan bumbu hingga terbalur rata , diamkan semalaman agar bumbu meresap . Setelah itu tambahkan serai dan daun salam , bungkus dengan dau pisang , lalu bungkus kembali dengan aluminium foil . Kukus ayam ke dalam dandang panas selama 2 jam . angkat . Terakhir panggang ayam dalam oven bersuhu 185 derajat celcius selama 20 menit atau sampai matang . angkat . Resep Ayam Betutu Bali Asli Lezat siap untuk disajikan dengan bahan pelengkap .
Jipeng: Kombinasi Unik Tanji dan Topeng dalam Orkes Betawi Sebuah seni teater khas Betawi yang muncul dari kolaborasi antara Tanji dan Topeng. Jipeng: Kombinasi Unik Tanji dan Topeng dalam Orkes Betawi Sebuah seni teater khas Betawi yang muncul dari kolaborasi antara Tanji dan Topeng. Jipeng: Kombinasi Unik Tanji dan Topeng dalam Orkes Betawi Sebuah seni teater khas Betawi yang muncul dari kolaborasi antara Tanji dan Topeng.
Kidung Lakbok atau Wawacan Kidung Lakbok adalah karya sastra lama berbentuk wawacan yang berasal dari Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Naskah ini diterbitkan kembali dan disusun rapi oleh M. Karso Prawiraatmadja di Bandjar pada tanggal 31 Agustus 1956. Karya ini menyimpan nilai sejarah dan kearifan lokal masyarakat setempat. Dokumentasi digital dan data ini disusun serta disumbangkan oleh Henri Purwanto.
HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692
Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara
Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland