Bagi beberapa masyarakat di Indonesia khususnya Daerah Jawa Barat mungkin akan mengetahui makanan ini, 'Ase Cabe Hijau'. Namun, beberapa orang juga ada yang tidak mengetahui jenis makanan seperti apakah ase cabe hijau ini. Maka dari itu, dalam artikel ini saya akan menjelaskan apa sih ase cabe hijau. Hal ini bertujuan agar masyarakat Indonesia dapat lebih mengenal salah satu makanan Sunda ini.
Ase cabe hijau berasal dari Garut, tetapi sekarang makanan ini sudah banyak ditemukan di daerah lain dan cara memasaknya pun dapat dibilang mudah. Pertama kali saya mengenal makanan ini adalah saat Hari Raya Idul Fitri. Ase cabe hijau memang salah satu makanan yang biasanya disajikan saat hari lebaran. Kuahnya yang terbuat dari santan sangat cocok disantap dengan ketupat di hari raya.
Dari namanya saja, dapat diketahui bahwa bahan utama dari makanan ini adalah cabe hijau. Makanan ini hanya terdapat kuahnya yang dimasak dari berbagai bumbu dan cabe hijau. Dalam setiap masakan, cabe hijau yang digunakan dalam masakan ini dapat berbeda-beda. Ada yang menggunakan cabe hijau besar, cabe hijau keriting, atau cabe gendot. Makanan ini juga dapat dimodifikasi dengan menambahkan bahan lain. Contohnya, ase cabe hijau yang dibuat nenek saya menggunakan tahu untuk menambah unsur protein pada makanan ini. Bahan-bahan yang digunakan untuk memasak ase cabe hijau ini sangat sederhana dan mudah di dapat.
Bahan:
Bahan bumbu halus:
Cara membuat:
Resep yang saya gunakan diatas merupakan resep dari nenek saya. Jika ingin menambahkan protein lainnya atau mengganti protein lainnya, dapat dilakukan sesuai selera karena sebenarnya hidangan ase cabe hijau ini hanya terdapat cabe hijau saja.
#OSKMITB2018
Jipeng: Kombinasi Unik Tanji dan Topeng dalam Orkes Betawi Sebuah seni teater khas Betawi yang muncul dari kolaborasi antara Tanji dan Topeng. Jipeng: Kombinasi Unik Tanji dan Topeng dalam Orkes Betawi Sebuah seni teater khas Betawi yang muncul dari kolaborasi antara Tanji dan Topeng. Jipeng: Kombinasi Unik Tanji dan Topeng dalam Orkes Betawi Sebuah seni teater khas Betawi yang muncul dari kolaborasi antara Tanji dan Topeng.
Kidung Lakbok atau Wawacan Kidung Lakbok adalah karya sastra lama berbentuk wawacan yang berasal dari Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Naskah ini diterbitkan kembali dan disusun rapi oleh M. Karso Prawiraatmadja di Bandjar pada tanggal 31 Agustus 1956. Karya ini menyimpan nilai sejarah dan kearifan lokal masyarakat setempat. Dokumentasi digital dan data ini disusun serta disumbangkan oleh Henri Purwanto.
HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692
Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara
Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland