Makanan Minuman
Makanan Minuman
Bahan Aceh Aceh
Asam Sunti
- 30 Desember 2017

Bila Anda pernah mencicipi masakan khas Aceh, pasti tidak asing lagi dengan rasa asam, pedas, dan kuat akan rempah-rempahnya. Nah, Loveaceh.com akan membahas rasa asam yang sangat khas tersebut yang terdapat pada masakan khas Aceh, seperti pada masakan uengkoet keumamah, gule asam keueung, kari, sambal, dan berbagai masakan Khas Aceh lainnya. Rahasianya adalah asam sunti (asam boh limeng).

Asam sunti adalah bumbu khas Aceh yang membuat masakan Aceh kaya rasa, enak, dan lezat. Asam sunti lah yang membuat masakan khas Aceh jadi sempurna, rasa asamnya unik, dan berbeda dengan menggunakan asam Jawa. Bagi orang Aceh, bumbu tradisional ini wajib ada di dapur. Selain membuat masakan jadi lezat, pada masakan ikan, menggunakan asam sunti akan membuat bau amis pada ikan hilang.

Asam sunti merupakan penyedap masakan Aceh yang terbuat dari buah belimbing wuluh (boh limeng dalam bahasa Aceh) yang telah dikeringkan. Di Aceh asam sunti dapat Anda dapatkan di pasar-pasar tradisional, dan supermarket. Tapi, bagi warga Aceh yang tinggal di kampung-kampung, umumnya mereka membuat sendiri asam sunti ini dirumah.

Resep asam sunti atau cara membuat asam sunti tidak begitu sulit, kami yakin bila di perkarangan rumah Anda terdapat belimbing wuluh atau belimbing sayur (Averrhoa bilimbi), Anda dapat dengan mudah membuatnya sendiri dirumah dengan mengikuti caranya yang akan Loveaceh.com jelaskan.

Pekerjaan membuat asam sunti banyak dilakukan oleh wanita yang sudah tua. Seperti ibu-Ibu di kampung yang kami tanya, mereka menyebutnya asam boh limeng untuk asam sunti ini, cara mengolahnya dari buah belimbing wuluh sampai jadi asam sunti cukup mudah. Berikut resep dan cara membuat asam sunti khas Aceh ini:

Resep Asam Sunti Khas Aceh

Bahan-bahan yang diperlukan:

  • 1.2 kg belimbing wuluh yang telah masak atau yang ukurannya besar.
  • 75 gram garam. Gunakan garam biasa yang dijual di pasar.
  • Air panas secukupnya untuk merendam buah belimbing wuluh ini.

Buah belimbing wuluh

 

Bahan lainnya:

  • Ember atau wadah yang lebar untuk menampung buah belimbing.
  • Alas untuk menjemur, bisa tikar, plastik, atau bleut (anyaman yang terbuat dari daun kelapa).

Cara membuat asam sunti khas Aceh

  • Panen buah belimbing yang ada di pekarangan rumah atau kebun Anda, cuci bersih, lalu masukkan ke dalam panci atau ember.
  • Rendam dengan air panas, biarkan sampai belimbing berubah warna sampai kecoklatan, dan tiriskan.
  • Jemur di bawah sinar matahari terik yang telah di tata, bisa menggunakan tikar, plastik, atau bleut (anyaman yang terbuat dari daun kelapa).
  • Setelah seharian, atau buah belimbingnya berkerut, besoknya jemur lagi, dan jangan lupa diberi garam aduk sampai rata minimal 4 hari atau tergantung kandungan air pada buah belimbing berkurang.
  • Balik-balik lagi, dan jangan lupa taburi garamnya lagi. Jemur lagi belimbingnya sampai benar-kering beberapa hari lagi. Biasanya 2 hari bila cuaca sangat terik sudah cukup.
  • Simpan buah belimbing sayur tersebut bila sudah kering, bisa menggunakan kantong plastik dan tutup rapat. Biarkan selama kurang lebih 1 bulan, dan buah belimbing wuluh ini sudah berubah menjadi asam sunti khas Aceh yang bisa Anda gunakan untuk penyedap masakan apa saja yang membutuhkan keasaman.

Resep asam sunti

Asam sunti khas Aceh yang sudah jadi

Ternyata sangat mudah dan tradisional sekali cara membuat asam sunti ini. Pemberian garam pada proses penjemuran ternyata bermanfaat untuk mempercepat proses pengeringan dan mencegah pembusukan. Kadar garam yang tinggi bisa menghambat pertumbuhan mikroorganisme. Karena waktu yang di butuhkan sangat lama, jadi Anda butuh kesabaran supaya buah belimbing wuluh ini dapat berubah wujud menjadi asam sunti khas Aceh.

Asam sunti yang telah di hasilkan akan berubah warna menjadi coklat kehitaman, dan tidak benar-benar kering loh atau terlalu keras, bila Anda pegang dan potong-potong, masih terdapat kandungan airnya.

Buah belimbing wuluh yang telah menjadi asam sunti ternyata tahan lama, dan sangat awet. Seperti foto asam sunti yang di dalam artikel ini, yang Loveaceh.com dapatkan di dapur rumah warga di pedalaman Aceh Besar ini sudah berumur setahun lebih, tapi masih awet dan tanpa perubahan warna atau tekstur sedikit pun.

 

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Kidung Lakbok
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Kidung Lakbok atau Wawacan Kidung Lakbok adalah karya sastra lama berbentuk wawacan yang berasal dari Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Naskah ini diterbitkan kembali dan disusun rapi oleh M. Karso Prawiraatmadja di Bandjar pada tanggal 31 Agustus 1956. Karya ini menyimpan nilai sejarah dan kearifan lokal masyarakat setempat. Dokumentasi digital dan data ini disusun serta disumbangkan oleh Henri Purwanto.

avatar
Henripurwanto
Gambar Entri
HUDON TANO (Periuk Tanah)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
Benda Magis Masyarakat Batak Toba
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker