Cerita Rakyat
Cerita Rakyat
Cerita Rakyat Jawa Tengah Magelang
Asal-asul Candi Borobudur
- 13 Juli 2018

Menurut cerita rakyat daerah Magelang yang berbentuk dongeng. Dongeng adalah cerita khayal. Yang diceritakan dalam dongeng tentu saja tidak benar-benar terjadi. Meskipun demikian, dongeng banyak manfaatnya. Dongeng berfungsi untuk menghibur. Pengarang dongeng menghibur pembaca atau pendengar. Selain menghibur, dongeng juga memberi pendidikan, terutama pendidikan moral.
Dongeng sangat digemari, baik oleh anak-anak maupun oleh orang tua. Buktinya, dongeng berkembang terus. Dongeng yang semula lokal seperti dongeng Kancil menyebar secara Nasional. Artinya, dongeng yang semula beredar di daerah tertentu ternyata menyebar dan dikenali masyarakat secara nasional. Bahkan dongeng-dongeng seperti Cinderela, Pinokio, Putri Salju mampu berkembang ke seluruh dunia.
Cerita rakyat yang berbentuk dongeng itu sampai sekarang masih hidup dan berkembang dalam masyarakat. Cerita rakyat masih lestari di berbagai daerah. Demikian pula di Magelang, Jawa Tengah, tempat Candi Borobudur dibangun. Sampai sekarang masih dapat ditemui cerita rakyat tentang asal mula nama Candi Borobudur.


a.  Legenda Borobudur
Legenda adalah dongeng yang berkaitan dengan nama suatu tempat (Kota, Gunung, Sungai, dan lain–lain). Ceritanya dicari-cari yang pada akhirnya menjadi sebab munculnya nama tempat yang di ceritakan.
“Cerita dari zaman dahulu yang bertalian dengan peristiwa-peristiwa sejarah” ( Poerwadarminta, 1984 : 578 ).

Pada jaman dahulu Pulau Jawa tanahnya sangat tandus sehingga tidak bisa untuk  bercocok tanam. Kemudian penduduk mencari seorang sakti namanya Syehk Subakir agar membantu menyuburkan tanah yang gersang itu menjadi tanah yang gembur. Dengan harapan agar penduduk bisa bercocok tanam.
Syehk Subakir terus berdoa siang dan malam. Sampai suatu saat dia mendapat wangsit (bisikan gaib), yang memberi harapan, Sesuai dengan wangsit yang diterimanya, pagi-pagi Syehk Subakir mendaki gunung Tidar. Dari puncak Tidar, ia berjalan mundur ke arah Selatan. Pelann tetapi langkah-langkahnya pasti. Lepas tengah hari, punggungnya menabrak sebuah bangunan yang kokoh menyerupai sebuah bukit. Bangunan itu seluruhnya terbuat dari batu. Siapa yang membangun? Syek Subakir juga tidak tahu. Yang ia ketahui dari wangsit, disitu ada tempat yang amat mujarab untuk berdoa. Syek Subakir lalu berdoa siang malam agar Pulau Jawa subur makmur.
Aneh bin ajaib dalam waktu yang tidak terlalu lama tanda-tanda bahwa doanya terkabul sudah tampak. Hujan muali turun. Mula-mula hanya hujan gerimis lama-lama menjadi hujan deras. Hujan deras yang sering turun itu menyebabkan Pulau Jawa menjadi subur. Oleh karena kegiatan berdoa yang dilakukan Syek Subakir dibangunan itu dimulai dengan berjalan mundur maka bangunan itu diberi nama berjalan mundur, lama-lama menjadi Bermundur, dan akhirnya Borobudur. Itulah ceritanya, mengapa candi besar itu diberi nama Borobudur.

b.    Nama Borobudur
Banyak penjelasan mengenai nama Borobudur. Salah satunya menyatakan bahwa nama asli Borobudur ialah Bhumi Sambhara Budhara. Nama itu dari bahasa sansekerta yang berarti ’bukit himpunan kebajikan sepuluh tingkatan bodhisatwa’. Penjelasan lain mengatakan, Sambhara Budhara itu mempunyai arti’gunung (bhudara) yang di lereng-lerengnya terletak teras-teras’. Selain itu, ada yang mengatakan bahwa menurut etimologi rakyat, kata borobudur berasal dari ucapan ” para Budha” yang karena pergeseran bunyi menjadi borobudur.
            Penjelasan lain, borobudur berasal dari dua kata, yaitu bara dan beduhur.  Kata bara  konon berasal dari kata vihara yang berarti ’biara’atau’asrama’atau’kompleks candi’. Kata beduhur artinya’ tinggi’ ( dalam bahasa bali beduhur berarti ’diatas’ dan bahasa Jawa dhuwur berarti ’tinggi’ ). Jadi, Borobudur dapat diartikan’ sebuah biara atau asrama yang berada di tanah tinggi (bukit)’.

Sumber: http://harymahar.blogspot.com/p/blog-page.html

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
KrediOne
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
DKI Jakarta

cara hapus akun/data (#KrediOne) secara permanen kamu bisa hubungi pelanggan layanan resmi via WA di (+62.821-7553-746 atau 0898.4440.241). Jelaskan alasan permintaan penghapusan data atau akunnya lalu siapkan identitas diri seperti (KTP) untuk proses verifikasi dan ikuti instruksi petugas customer service untuk menyelesaikan laporan Anda.

avatar
Admin2026
Gambar Entri
Berikut Cara Mengembalikan Dana PT Tri Usaha Berkat
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.

avatar
Admin99
Gambar Entri
PT Tri Usaha Berkat
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
DKI Jakarta

Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.

avatar
Admin99
Gambar Entri
Cara Mengembalikan Dana Masuk PT Tri Usaha Berkat
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
DKI Jakarta

Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.

avatar
Admin99
Gambar Entri
HUTING-HUTING
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Di masa lalu, masyarakat Batak mengenal sebuah peti penyimpanan berharga yang disebut Huting-Huting. Huting-huting berfungsi sebagai tempat menyimpan benda-benda berharga milik raja atau keluarga bangsawan, seperti perhiasan, pusaka, hingga barang bernilai lainnya. Karena fungsinya yang penting, huting-huting sering disebut sebagai "brankas tradisional" dalam budaya Batak. Yang membuatnya istimewa adalah ukiran pada bagian tutupnya. Berbagai ornamen, termasuk motif bintang dan makhluk simbolis (pinatang), dipahat dengan sangat detail. Menurut kepercayaan masyarakat dahulu, ukiran-ukiran tersebut memiliki kekuatan magis sebagai penjaga isi peti. Konon, apabila seseorang berniat mencuri isi huting-huting, maka roh penjaga yang disimbolkan melalui ukiran pinatang akan melindungi harta yang tersimpan di dalamnya. Kepercayaan ini menunjukkan bagaimana seni ukir, spiritualitas, dan sistem keamanan tradisional berpadu dalam kehidupan masyarakat Batak. Karena nilai dan kesak...

avatar
Hokker