Cerita Rakyat
Cerita Rakyat
Cerita Rakyat Papua Wamena
Asal Usul Wamena
- 3 Desember 2018

Wamena merupakan surga dan mutiara di pedalaman pegunungan tengah Papua. Kota yang terletak di lembah Baliem dan dialiri oleh sungai Baliem serta diapit pegunungan Jayawijaya di sebelah selatannya memiliki ketinggian sekitar 1.800 meter di atas permukaan laut. Kota Wamena masih memiliki udara yang segar dan jauh dari polusi udara seperti kota-kota besar lainnya di Indonesia.

Dari ceritera rakyat yang berkembang di tanah Papua, nama Wamena seperti yang dikenal seperti sekarang ini dahulu bernama Ahumpua, namun kedatangan bangsa berkulit putih telah mengubah nama Ahumpua menjadi Wamena. Berikut Asal Muasal Wamena seperti diunggah di web dongengceritarakyat.com.

Dahulu, ada sebuah daerah bernama Ahumpua. Saat itu, warga Ahumpua belum mengenal ilmu pengetahuan. Mereka tidak mengenal Tuhan. Kepercayaan mereka tertuju pada benda-benda gaib.

Setiap hari, anak-anak gadis di Ahumpua mempunyai kewajiban menjaga anak babi dari pagi sampai siang di pinggir Kali Baliem. Setelah itu, mereka akan mandi di sana.
Suatu hari ketika sedang mandi, mereka melihat seseorang berkulit putih melintas di pinggir kali. Gadis-gadis kecil itu pun berteriak.

"Eye! Eye! Eye! Ap Huluan! Ap Huluanl" teriak mereka. Eye artinya minta tolong untuk menyelamatkan diri, sedangkan Ap Huluan maksudnya orang berkulit putih. Lalu, gadis-gadis itu lari ketakutan ke hutan. Hanya ada satu orang gadis yang berani dan tetap tinggal di sana. Gadis ini berani menghadapi Ap Huluan.

Mengetahui gadis-gadis itu takut kepadanya, Ap Haluan berdiri agak jauh dan memberikan salam dengan bahasa 'isyarat dari kejauhan. Ia bermaksud mengatakan agar jangan khawatir dan jangan takut. Sayangnya, gadis tersebut tidak mengerti.
Akhirnya, Ap Haluan mendekati gadis itu dan mengajaknya berjabat Langan.
"Apakah nama tempat ini?" kata Ap Haluan.

Tiba-tba saja, muncul seekor anak babi. Gadis tersebut mengira Ap Haluan menanyakan anak babi.

"Tu Wamena," kata gadis itu. Wamena dalam bahasa Baliem berarti anak babi.
Ap Haluan menganggukkan kepalanya dan mencatat nama daerah tersebut sebagai Wamena. Mereka tidak menyadari bahwa mereka telah salah pengertian.

Kemudian, mereka berjalan berpisah arah. Gadis tersebut lari menemui orangtuanya dan menceritakan apa yang terjadi. Para orangtua bermaksud mengejar Ap Haluan, tetapi mereka tidak dapat menemukan orang berkulit putih itu.

Suatu saat, tentara Belanda datang dan menguasai Ahumpua. Orang-orang tersebut menetap disana dan membangun rumah-rumah menjadi sebuah perkampungan. Nama daerah yang sebelumnya Ahumpua, kemudian diganti menjadi Wamena yang berarti anak babi.
Wamena merupakan satu-satunya kota terbesar yang terletak di pegunungan tengah Papua. Wamena berasal dari bahasa Dani yang terdiri dari dua kata Wa dan Mena, yang berarti Babi Jinak.

 

 

 

sumber: https://www.pokjapapua.or.id/cerita-rakyat-dari-papua-asal-muasal-wamena/

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Reaktivasi Qlola Ib token Ke Hp baru
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Sulawesi Utara

aktivasi qlola IB Token (Soft Token) dilakukan melalui whatsapp (+62 0815>4033>404) mengunduh aplikasi Aktivasi IB QLola IB Token di Play Store atau App Store, login menggunakan ID Core Anda, dan melakukan verifikasi nomor ponsel. Untuk kendala seperti di HP baru atau reset, Anda perlu menghubungi WhatsApp resmi BRI di atau Contact Center terdekat.

avatar
Meta Indriyani Kurniasari
Gambar Entri
Cara memindahkan Qlola IB token Ke HP baru
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Sulawesi Barat

aktivasi qlola IB Token (Soft Token) dilakukan melalui whatsapp (+62 0815>4033>404) mengunduh aplikasi         Aktivasi IB QLola IB Token di Play Store atau App Store, login menggunakan ID Core Anda, dan melakukan verifikasi nomor ponsel. Untuk kendala seperti di HP baru atau reset, Anda perlu menghubungi WhatsApp resmi BRI di atau Contact Center terdekat.

avatar
Meta Indriyani Kurniasari
Gambar Entri
Cara Aktivasi Memindahkan Qlola IB Token ke HP Baru
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Sulawesi Barat

Aktivasi IB Token (Soft Token) QLola by BRI dilakukan dengan mengunduh aplikasi QLola IB Token di Play Store atau hubungi 0815-4033-404 App Store, login menggunakan ID Core Anda, dan melakukan verifikasi nomor ponsel. Untuk kendala seperti di HP baru atau reset, Anda perlu menghubungi WhatsApp resmi BRI di 0815-4033-404 atau Contact Center terdekat.

avatar
Meta Indriyani Kurniasari
Gambar Entri
Eksplorasi Seni Ornamen Rumah Gadang: Simbolisme dan Warisan Budaya Minangkabau
Ornamen Ornamen
Sumatera Barat

Eksplorasi Seni Ornamen Rumah Gadang: Simbolisme dan Warisan Budaya Minangkabau Identitas dan Asal-Usul Seni ornamen Rumah Gadang merupakan manifestasi kebudayaan masyarakat Minangkabau yang berfungsi sebagai media penyampaian nilai-nilai filosofis dan tradisi leluhur [S1]. Ornamen ini bukan sekadar elemen dekoratif, melainkan representasi mendalam dari cara hidup dan pandangan dunia suku Minangkabau yang diwariskan secara turun-temurun [S1]. Keberadaannya menjadi jendela utama untuk memahami kekayaan warisan budaya yang melekat pada arsitektur tradisional di wilayah Sumatera Barat [S1]. Secara konseptual, eksplorasi terhadap seni ornamen ini merupakan upaya penyelidikan dan penemuan pengetahuan baru mengenai simbolisme yang terkandung di dalamnya [S2], [S5]. Kegiatan eksplorasi dalam konteks budaya ini melibatkan proses penjelajahan lapangan untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai bentuk, makna, dan fungsi ornamen tersebut dalam kehidupan masyarakat [S4], [S...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Cerita Rakyat dari Jawa Tengah: Kisah Timun Mas
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Cerita Rakyat dari Jawa Tengah: Kisah Timun Mas Lead Kisah Di balik rimbunnya hutan Jawa Tengah, tersimpan sebuah narasi tentang keberanian yang melampaui usia. Kisah ini berpusat pada sosok gadis kecil bernama Timun Mas, yang namanya kini tak hanya dikenal sebagai tokoh dalam buku cerita anak-anak, tetapi telah menjadi bagian dari ingatan kolektif masyarakat Indonesia [S2], [S3]. Ia bukan sekadar karakter fiktif, melainkan simbol perjuangan yang gigih melawan ancaman raksasa yang hendak merenggut kebebasannya [S3], [S4]. Sebagai bagian dari kekayaan tradisi lisan yang diwariskan turun-temurun, legenda ini memiliki daya pikat yang tak lekang oleh waktu [S1], [S2]. Di wilayah Jawa Tengah, cerita ini sering pula disebut dengan nama Mentimun Emas, sebuah variasi penamaan yang menunjukkan betapa luasnya penyebaran kisah ini dalam berbagai versi di tengah masyarakat [S2], [S5], [S5]. Keberadaannya yang populer membuktikan bahwa narasi tradisional ini tetap hidup dan relevan, bahkan h...

avatar
Kianasarayu