Cerita Rakyat
Cerita Rakyat
Cerita Rakyat Lampung Lampung
Asal Usul Sukadana
- 6 Agustus 2018

Asal Usul Sukadana

 

Di suatu desa yang berpenduduk, namun desa itu belum memiliki nama. Para tokoh masyarakat sudah sering mengadakan rapat mengenai nama desa tersebut, namun belum menemukan kesepakatan. Pertemuan untuk membahas nama desa adalah pertemuan khusus, artinya, tidak boleh ada orang yang masuk ke rapat tersebut kecuali tokoh masyarakat. Jika ada yang masuk, maka akan dikenakan sanksi.

Pada suatu hari, terdapat seorang petani miskin bernama Ki Badaruddin dan istrinya bernama Cik Hamidah. Mereka memiliki seorang putra yang bernama Ki Agus Sulaiman. Ia adalah anak tunggal sehingga semua keinginannya dituruti. Ki Agus Sulaiman dibelikan sebuah gitar, rebana, dan suling. Dengan alat musiknya, Ki Agus Sulaiman bernyanyi layaknya seorang pengamen. Ki Agus Sulaiman pintar memainkan lagu dengan serius, tak heran kedatangannya dinanti-nanti. Namun, Ki Agus Sulaiman aadalah anak yang pemalas. Sehari-hari ia hanya bermain gitar dan jika mendapat uang atau makanan dari orang tuanya selalu ia berikan kepada orang lain. Padahal orang tuanya adalah orang miskin.

Pada suatu hati, para tokoh masyarakat berkumpul di sebuah balai pertemuan untuk kembali mendisukusikan nama untuk desa mereka. Tiba-tiba, Ki Agus Sulaiman masuk ke balai pertemuan sambil bernyanyi dan memainkan rebananya. Para tokoh masyarakat terpaku mendengar suara Ki Agus Sulaiman. Apalagi alat musik yang digunakan sangat cocok dengan alunan musik yang didendangkan. Setelah bernyanyi, ia pun pergi.

Ketika para tokoh masyarakat masih terpaku, ia sudah bernyanyi di jalan-jalan kampung. Ia diikuti oleh anak-anak yang senang mendengar suaranya. Dari kejauhan, tampak ibu Ki Agus Sulaiman datang dengan membawa ranting kayu. 

"Ayo nak! kita pulang" kata ibunya.

"Nanti Bu, Agus masih mau bernyanyi untuk anak kampung kita." kata Ki Agus Sulaiman. Ibunya menarik tangannya.

Di perjalanan, ibunya mengatakan bahwa memasuki balai pertemuan akan dikenakan sanksi bagi keluarga mereka. "Sejak zaman nenek moyang kita, kita tidak boleh masuk kesana kecuali kita adalah tokoh kampung yang berilmu tinggi" kata ibu Agus. Namun Agus membalas, "Tapi Bu, aku hanya ingin menghibur mereka. Bapak-bapak itu sedang kacau pikirannya". Ibu Ki Agus Sulaiman berkata "Walau niatmu baik, tetap tidak boleh! Kita tetap akan dihukum!". Mereka diam tanpa berbicara hingga sampai ke rumah.

Sejak saat itu, kampung Ki Agus Sulaiman gempar. Akan tetapi, tidak ada orang yang menghukum mereka sebagaimana orang lain yang memasuki balai pertemuan. Setelah sekitar tiga bulan, datang seorang tokoh masyarakat ke rumah Agus. Orang tua Agus sangat ketakukan akan datangnya tokoh masyarakat tersebut.

"Tuan, apa kesalahan kami sehingga Tuan datang ke gubuk kecil kami ini?" tanya Ayah Agus. Utusan itu berkata "Kami diutus untuk memberitahukan bahwa Bapak, Ibu, dan Nak Agusharus  datang ke balai pertemuan besok". Wajah Ayah dan Ibu Agus langsung pucat. Mereka yakin besok akan menerima hukuman.

Keesokan harinya, Ki Badaruddin, istrinya, serta Ki Agus Sulaiman mendatangi balai pertemuan. Kedatangan mereka sudah ditunggu oleh tokoh masyarakat. Setelah mereka datang, rapat dimulai.

"Saudara-saudara, hari ini adalah hari yang bersejarah bagi desa kita. Setelah melalui rapat yang cukup lama, kami telah mencapai kesepakatan. Kami sudah menemukan sebuah nama untuk desa ini." kata seseorang membuka rapat pada pagi itu. Ki Badaruddin dan istrinya hanya merasa gelisah karena menanti sanksi yang akan mereka dapatkan.

"Setelah dipertimbangkan matang-matang, nama kampung kita adalah...." sambung orang tersebut sambil memandang Ki Agus Sulaiman. "Nama kampung kita adalah Sukadana!" katanya.

Orang-orang yang mendengar keputusan itu hanya terdiam. Seorang tokoh masyarakat pun menjelaskan alasan kenapa mereka memilih sukadana yang terdiri dari dua kata itu, Suka dan dana. Ki Agus Sulaiman adalah alasan mereka memberi nama kampung tersebut Sukadana, Ia mengatakan perbuatan Agus yang suka menghibur orang dan memberikan uang kepada orang lain adalah perbuatan terpuji. "Oleh karena itu, nama kampung ini kita ambil dari perbuatan baik nak Agus" kata pemimpin tersebut.

Semua orang tercengang. Mereka menanti restu dari Ki Agus Sulaiman. Ki Agus Sulaiman menyetujuinya dan ia sangat senang karena dengan bernyanyi di balai pertemuan membuat mereka menemukan nama kampung.

Sejak saat itu kampung Ki Agus Sulaiman disebut Sukadana dan Ki Agus Sulaiman menjadi tokoh masyarakat. Kini balai pertemuan tersebut dapat didatangi oleh siapa saja dan tempat tersebut menjadi tempat diskusi antara masyarakat biasa dan tokoh masyarakat.

 

OSKM18_16718443_M Irfan Wicaksono

#OSKMITB2018

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Bekam Bali
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Bali

Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...

avatar
Marco20
Gambar Entri
Bekam Bali
Pengobatan dan Kesehatan Pengobatan dan Kesehatan
Bali

Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...

avatar
Marco20
Gambar Entri
Negeri antara: Jejak Putro aloh dan Manusia Harimau
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Aceh

NEGERI ANTARA: JEJAK PUTRO ALOH dan MANUSIA HARIMAU Karya: Mahlil Azmi Di pagi yang cerah, saat embun masih menempel di daun-daun dan suara burung hutan bersahut-sahutan, aku bersama seorang teman bernama Jupri memulai perjalanan menuju Gunung Alue Laseh, tujuan kami sederhana menangkap si kicau, burung cempala yang terkenal lincah dan bernilai mahal di kampung kami. Bekal kami pun tak seberapa: nasi, sedikit ikan asin, dan air secukupnya. Namun jarak yang jauh dan medan yang berat tak membuat semangat kami luntur. “Lil, kalau dapat cempala besar, kau traktir kopi ya,” kata Jupri sambil tertawa, memikul tasnya yang tampak lebih besar dari isinya. “Kau tenang saja, asal jangan kau makan burungnya duluan,” balasku. Kami tertawa, tawa ringan khas dua pemuda kampung yang belum tahu apa yang menanti di depan. Gunung kami memang bukan gunung biasa. Ia bagian dari hutan pegunungan Leuser di barat selatan Aceh. Di sana hidup binatang buas, termasuk sang raja hutan—harimau. Tapi ba...

avatar
Mahlilazmi_02
Gambar Entri
Genggong
Alat Musik Alat Musik
Bali

Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.

avatar
Yogaxd
Gambar Entri
Dari Rendang Hingga Gudeg: 10 Mahakarya Kuliner Indonesia yang Mengguncang Lidah
Makanan Minuman Makanan Minuman
DKI Jakarta

1. Rendang (Minangkabau) Rendang adalah hidangan daging (umumnya sapi) yang dimasak perlahan dalam santan dan bumbu rempah-rempah yang kaya selama berjam-jam (4–8 jam). Proses memasak yang sangat lama ini membuat santan mengering dan bumbu terserap sempurna ke dalam daging. Hasilnya adalah daging yang sangat empuk, padat, dan dilapisi bumbu hitam kecokelatan yang berminyak. Cita rasanya sangat kompleks: gurih, pedas, dan beraroma kuat. Rendang kering memiliki daya simpan yang panjang. Rendang adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang paling terkenal dan diakui dunia. Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, masakan ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan proses memasak yang unik. 1. Asal dan Filosofi Asal: Rendang berasal dari tradisi memasak suku Minangkabau. Secara historis, masakan ini berfungsi sebagai bekal perjalanan jauh karena kemampuannya yang tahan lama berkat proses memasak yang menghilangkan air. Filosofi: Proses memasak rendang yang memakan waktu lama mela...

avatar
Umikulsum