Cerita Rakyat
Cerita Rakyat
Cerita Rakyat Jawa Timur Bojonegoro
Asal Mula Nama Daerah Slembi, Desa Mayangrejo, Bojonegoro
- 10 Juli 2018

Pada abad ke 16, hiduplah dua orang pengembara yang sangat sakti akan mandra-guna dan memiliki kelebihan masing-masing, mereka juga merupakan 2 orang bersaudara yang amat dekat dan saling menjaga satu sama lain. Raden Soponyono, sang kakak yang mampu berjalan laksana hembusan angin pada musim kemarau dan Raden Jotruno sang adik yang sanggup berjalan di atas air tanpa memerlukan perahu. Tetapi, mereka berkepribadian berbeda, sang kakak memiliki sifat yang teguh, ambisius, dan tidak mau kalah. Di sisi lain, sang adik berkepribadian lembut, ramah, dan dermawan. Banyak orang lebih mengenal sang adik dibandingkan sang kakak dan lebih menyukai keramah-tamahannya.

Suatu hari, masyarakat dihebohkan oleh berita kejadian alam luar biasa mengenai sungai bengawan solo yang berpindah dari timur ke barat. Penduduk desa berlomba-lomba menuju ke sungai tersebut demi menjawab rasa keingintahuan mereka, tak terkecuali kedua pengembara ini, segera setelah berita tersebut sampai di telinga mereka, diangkatlah perbekalan sebagai tanda dimulainya pengembaraan selanjutnya. Raden Soponyono dan Raden Jotruno merasa sangat bersemangat dan rasa keingintahuanpun meguasai mereka. Segeralah mereka bergegas menuju sungai bengawan solo untuk membuktikannya. Di tengah perjalanan, beberapa penduduk menyapa Raden Jotruno. Beberapa dari mereka juga membicarakan kesaktian sang bungsu ini hingga tidak sengaja terdengar oleh sang kakak. “Mereka bahkan tidak menyapaku, jelas-jelas aku adalah kakaknya, pengalamanku jauh lebih banyak” batin Raden Soponyono.

Setelah beberapa hari perjalanan, tibalah mereka di tempat tujuan yang dibicarakan banyak orang, tepi sungai bengawan solo. Raden Soponyono mengajak Raden Jotruno untuk melihat dari dekat.

“Wahai adikku, kejadian alam luar biasa yang dibicarakan oleh banyak orang itu tidak akan terlihat dengan jelas manakala kita tidak melihatnya dari seberang sungai bengawan solo ini.”

“Wahai kakakku, alangkah lebih terhormatnya jika sang kakak menyebrang terlebih dahulu,jadi kakak silahkan menyebrang terlebih dahulu, nanti adinda akan menyusul.”

Raden Soponyono pun mengiyakan dan mulai berjalan secepat angin melewati bebatuan sungai yang tampak dan menjadi jembatan baginya. Setelah sampai di tepian bagian barat bengawan solo, ia mulai memanggil sang adik, dan Raden Jotruno mulai menyebrang sungai ini. Bedanya, ia tidak menggunakan alat apapun dan secara langsung berjalan begitu saja di atas air. Raden Soponyono merasa tertandingi dan tersaingi. Rasa ingin selalu menang itu muncul lagi, ia kemudian teringat bahwa bajunya masih tertinggal di seberang dan ia meminta sang adik untuk mengambilkannya, sebagai akibat dari perasaan itu, Raden Soponyono dengan sengaja meniupkan angin untuk menerbangkan pakaiannya agar tersangkut di atas pohon jati, walaupun begitu Raden Jotruno tetap berusaha mengambilkan pakaian tersebut untuk sang kakak yang ia sayangi setulus hati. Ia menggunakan kesaktiannya kembali, kali ini ia menggunakan kemampuannya dengan menundukkan pohon tempat pakaian tersebut tersangkut agar ia lebih mudah mengambilnya. Raden Soponyono terkesima dibuatnya, akhirnya ia menyadari bahwa tidak seharusnya ia merasa selalu ingin menang dari sang adik tercinta. Ia menyadari bahwa memang benar apa yang dikatakan orang-orang tentang adiknya.Itulah mengapa adiknya lebih dikenal banyak orang dibandingkan dirinya. Raden Soponyono akhirnya mengambil keputusan mutlak, ia memutuskan pamit dan pergi mengembara sendiri tanpa adiknya untuk bertapa di sebuah telaga hingga muksa.

Raden Jotruno merasa kaget bukan kepalang dengan keputusan sang kakak. Ia mencoba mencegah sang kakak pergi, namun apa daya Raden Soponyono tetap bersikeras untuk pergi. Kesedihan meluapi perasaan Raden Jotruno, ia merasa sangat kehilangan akan sosok kakak tercinta yang selama ini telah banyak mengajarkannya banyak hal.Saat itu juga, dengan emosi yang tak tertahankan ia mulai berteriak

“Perpisahanku dengan saudaraku adalah karena pakaian yang tersangkut di pohon jati, maka untuk tetap mengingatkanku pada kejadian ini dan kakakku, Raden Soponyono tempat ini kunamakan SLEMBI”

Sejak saat itu, penduduk sekitar menggunakan nama Slembi sebagai nama daerah tersebut. Slembi sendiri berasal dari singkatan Slempitan (bahasa Jawa yang artinya kaitan) dan Klambi (bahasa Jawa yang artinya pakaian) yang jika digabungkan berarti pakaian yang dikaitkan. Daerah Slembi ini menjadi cikal bakal Desa Mayangrejo, kecamatan Kalitidu, Bojonegoro, dan masyarakat sekitar masih mengenal cerita rakyat ini sampai sekarang.

Dari cerita ini, berbagai pesan kehidupan terkandung dan menunggu untuk kita terapkan.Cerita ini mengajarkan saya pribadi untuk dapat menyadari bahwa kita harus selalu berhubungan baik dengan kakak atau saudara kita yang lain karena merekalah yang akan selalu menemani kehidupan kita.Sayajuga belajar untuk dapat lebih bersyukur terhadap apapun yang kita punya sebagai pemberian dari Tuhan Yang Maha Esa. Juga, kita harus bisa seperti pepatah yang berkata “Jadilah seperti padi yang semakin berisi semakin merunduk” yang berarti, dalam masyarakat kita sudah seharusnya juga bersikap rendah hati dan tidak membeda-bedakan siapapun, seperti halnya pepatah “di atas langit masih terdapat langit yang lain” yang berarti kita tidak dapat menyombongkan apapun dari kita karena sesungguhnya masih terdapat orang lain yang lebih baik kemampuannya dibandingkan kita.

Sumber: https://litamarinanisa.wordpress.com/2015/05/14/asal-mula-nama-daerah-slembi-desa-mayangrejo-bojonegoro/

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Bekam Bali
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Bali

Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...

avatar
Marco20
Gambar Entri
Bekam Bali
Pengobatan dan Kesehatan Pengobatan dan Kesehatan
Bali

Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...

avatar
Marco20
Gambar Entri
Negeri antara: Jejak Putro aloh dan Manusia Harimau
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Aceh

NEGERI ANTARA: JEJAK PUTRO ALOH dan MANUSIA HARIMAU Karya: Mahlil Azmi Di pagi yang cerah, saat embun masih menempel di daun-daun dan suara burung hutan bersahut-sahutan, aku bersama seorang teman bernama Jupri memulai perjalanan menuju Gunung Alue Laseh, tujuan kami sederhana menangkap si kicau, burung cempala yang terkenal lincah dan bernilai mahal di kampung kami. Bekal kami pun tak seberapa: nasi, sedikit ikan asin, dan air secukupnya. Namun jarak yang jauh dan medan yang berat tak membuat semangat kami luntur. “Lil, kalau dapat cempala besar, kau traktir kopi ya,” kata Jupri sambil tertawa, memikul tasnya yang tampak lebih besar dari isinya. “Kau tenang saja, asal jangan kau makan burungnya duluan,” balasku. Kami tertawa, tawa ringan khas dua pemuda kampung yang belum tahu apa yang menanti di depan. Gunung kami memang bukan gunung biasa. Ia bagian dari hutan pegunungan Leuser di barat selatan Aceh. Di sana hidup binatang buas, termasuk sang raja hutan—harimau. Tapi ba...

avatar
Mahlilazmi_02
Gambar Entri
Genggong
Alat Musik Alat Musik
Bali

Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.

avatar
Yogaxd
Gambar Entri
Dari Rendang Hingga Gudeg: 10 Mahakarya Kuliner Indonesia yang Mengguncang Lidah
Makanan Minuman Makanan Minuman
DKI Jakarta

1. Rendang (Minangkabau) Rendang adalah hidangan daging (umumnya sapi) yang dimasak perlahan dalam santan dan bumbu rempah-rempah yang kaya selama berjam-jam (4–8 jam). Proses memasak yang sangat lama ini membuat santan mengering dan bumbu terserap sempurna ke dalam daging. Hasilnya adalah daging yang sangat empuk, padat, dan dilapisi bumbu hitam kecokelatan yang berminyak. Cita rasanya sangat kompleks: gurih, pedas, dan beraroma kuat. Rendang kering memiliki daya simpan yang panjang. Rendang adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang paling terkenal dan diakui dunia. Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, masakan ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan proses memasak yang unik. 1. Asal dan Filosofi Asal: Rendang berasal dari tradisi memasak suku Minangkabau. Secara historis, masakan ini berfungsi sebagai bekal perjalanan jauh karena kemampuannya yang tahan lama berkat proses memasak yang menghilangkan air. Filosofi: Proses memasak rendang yang memakan waktu lama mela...

avatar
Umikulsum