Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Kalimantan Selatan Kalimantan Selatan
Apam Parangge Khas Kalimantan Selatan
- 29 Desember 2017

Apam parangge merupakan makanan khas Kalimantan Selatan yang terbuat dari campuran tepung, gula merah, telur, dan bumbu-bumbu lainnya yang memberikan ciri khas rasa yang unik. Tidak berbeda dengan apam pada umumnya, apam ini juga bisa Anda sajikan bersama parutan kelapa yang memberikan sensari rasa berbeda sekaligus kenikmatan rasa yang khas. Kalau Anda sudah penasaran, silahkan mencobanya ketika berkunjung ke Kalimantan Selatan.


Bila dirasa kejauhan, Anda bisa membuatnya di rumah dengan resep apam parangge khas Kalimantan Selatan. Sangat mudah proses pembuatannya, kalau Anda benar-benar menerapkan apa yang ada dalam resep di bawah ini. Untuk itu, membaca resep apam parangge khas Kalimantan Selatan dengan cermat merupakan salah satu syarat untuk menyajikan hidangan dengan istimewa dan berhasil.

Bahan:

  • 1 kg gula merah atau gula aren
  • 1 butir telur
  • 1 kg tepung
  • 1 sendok makan emulsifier
  • 1 sendok teh baking powder
  • 2 sendok makan gula pasir
  • 1 sendok teh vanili
  • 700 ml air putih
  • Minyak kelapa secukupnya

Cara Membuat:

  1. Siapkan alat-alat dan bahan untuk membuat apam parangge sebelum mengolahnya menjadi hidangan istimewa
  2. Setelah itu, cairkan gula merah atau gula aren dengan memanaskannya serta memasaknya menggunakan air mendidih. Matikan kompor dan dinginkan
  3. Panaskan palekko atau penutup. Sementara itu, campur emulsifier, baking powder, telur, vanili dan gula lalu kocok menggunakan passebbo (pengocok) hingga merata
  4. Tambahkan gula merah yang sudah dilarutkan dan didinginkan sebelumnya bersama tepung sedikit demi sedikit sembari tetap diaduk
  5. Panaskan cetakan apam lalu olesi dengan minyak kelapa tipis-tipis. Berikutnya tuang adonan ke dalam cetakan dan tutup menggunakan palekko yang sudah dipanaskan sebelumnya
  6. Sesudah itu, ganti palekko dengan palekko lainnya, yang tentu saja sudah dipanaskan juga sebelumnya
  7. Diamkan selama kurang lebih 5 menit lalu angkat dari cetakan. Sajikan apam parangge di piring saji dan segera nikmati

Proses pembuatan sajian dari resep apam parangge khas Kalimantan Selatan memang sangat mudah dan juga unik. Selain itu, Anda bisa mengolahnya dengan santai karena tidak perlu teknik khusus untuk membuatnya di rumah. Yang terpenting Anda sudah berusaha semaksimal mungkin untuk membuatnya dengan resep apam parangge khas Kalimantan Selatan, bila hasilnya kurang istimewa, buatlah lagi di lain waktu menggunakan resep ini.

 

Sumber: http://kumpulanresepmasakan.info/resep-membuat-apam-parangge-khas-kalimantan-selatan/

 

Lokasi penjual:

Apam Peranggi
Alamat: Jl. Meranti 4, Alalak Utara, Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan 70123

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Kidung Lakbok
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Kidung Lakbok atau Wawacan Kidung Lakbok adalah karya sastra lama berbentuk wawacan yang berasal dari Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Naskah ini diterbitkan kembali dan disusun rapi oleh M. Karso Prawiraatmadja di Bandjar pada tanggal 31 Agustus 1956. Karya ini menyimpan nilai sejarah dan kearifan lokal masyarakat setempat. Dokumentasi digital dan data ini disusun serta disumbangkan oleh Henri Purwanto.

avatar
Henripurwanto
Gambar Entri
HUDON TANO (Periuk Tanah)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
Benda Magis Masyarakat Batak Toba
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker