Ornamen
Ornamen
Ornamen dan Situs Bersejarah Jawa Barat Cangkuang
Al-Quran Kuno dan Situ Cangkuang

Jawa Barat memliki berbgai macam kebudayaan yang layak untuk dilirik dan dikembangkan serta dijaga kelestariannya, baik itu budaya yang berupa ornamen maupun yang berupa sebuah kekayaan alam. Salah satunya yang menarik adalah budaya yang terdapat di daerah Cangkuang, Kabupaten Garut.

Jika berkunjung ke daerah tersebut, teman-teman akan disambut dengan sebuah danau luas yang mengitari pulau kecil di bagian tengahnya. Danau dengan kedalaman mecapai dua meter dengan kadaaan lingkungannya yang bersih, tenang, dan pemandangannya yang indah  tersebut bernama Situ Cangkuang. Untuk mengarumi danau tersebut pihak pengelola sudah memperkerjakan penduduk sekitar untuk mengayuh rakit.

Rakit ini terbuat dari bambu yang sangat panjang yang disatukan menjadi satu bagian berbentuk seperti perahu dengan tempat duduk beratap pada tengahnya. Rakit ini benar-benar sangat nyaman dan aman. Kita dapat pula berkunjung ke pulau kecil di tengah danau dengan membayar sebesar Rp 5.000 saja atau membayar sebesar Rp 100.000 agar penjaga rakitnya mau menunggu kita.

Yang membuat Cangkuang tambah menarik ialah adanya Kampung Adat Pulo dan Candi Cangkuang beserta makam yang terdapat di tengah-tengah Situ Cangkuang. Candi tersebut  berukuran  kecil  dan terdapat patung kecil sebagai perwujudan dari Dewa Siwa di dalamnya. Candi tersebut bernama Candi Cangkuang. Selain itu, ada juga sebuah makam dari leluhur kampung adat, yakni Embah Dalem Arief Muhammad yang merupakan tokoh penyebar agama Islam di daerah tersebut.

Tak jauh dari candi terdapat sebuah rumah kecil sebagai museum peninggalan Candi Cangkuang. Tempat ini menyimpan berbagai benda penting peninggalan sejarah yang ditemukan di sana dan juga sejarah mengenai tempat tersebut, dimulai dari asal usul sampai dengan tahun tempat tersebut dijadikan sebagai objek wisata.

Salah satu hal menakjubkan ialah adanya Al-Quran yang ditulis tangan yang berasal dari abad ke-18 dan masih terlihat baik sampai sekarang. Bahkan tulisannya pun masih terlihat dengan jelas. Selain itu, ada juga beberapa kitab atau buku fiqih yang berisikan ajaran Islam yang bertulis tangan dengan menggunakan bahasa arab.

Selain itu, tempat ini juga begitu terkenal di kalangan turis asing yang dibuktikan dengan adanya buku tamu khusus mancanegara yang sudah ada sejak lama. Di dalamnya terdapat berbagai komentar dari para turis yang berpendapat bahwa tempat ini sangat hebat, menarik, bersih, dan nyaman. Turis mancanegara yang datang berkunjung diantaranya berasal dari Australia, Swiss, Jerman, Inggris, dll. Benar-benar tempat yang wajib untuk dikunjungi saat luang.

 

Sumber : Pengamatan dan wawancara pribadi

Sumber media : Dokumen pribadi

 

 

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Ingin Membatalkan Pinjaman Adakami? Begini Cara Membatalkan Pinjaman Adakami
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

Cara Membatalkan Transaksi Pinjaman (AdaKami) Kamu bisa menghubungi layanan Live Chat via WA((+62821=6213=907)). jelaskan dengan baik alasan ingin melakukan Pembatalan, lalu siapkan data diri anda seperti KTP, dan ikuti langkah-langkah Pembatalan yang di instruksikan oleh customer service melalui WA.

avatar
Agustin
Gambar Entri
Ingin Membatalkan Pinjaman EasyCash? Begini Cara Membatalkan Pinjaman EasyCash
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

Berikut ini cara membatalkan pinjaman (EasyCash), Silahkan hubungi Customer Service(O822=9567•411O, melalui Live Chat via WhatsApp, dan Siapkan data diri seperti KTP" dan ikuti instruksi yang diberikan oleh agen customer service untuk melanjutkan proses Pembatalan anda.

avatar
Agustin
Gambar Entri
Rasa Sayange: Filsafat Kebersamaan dalam Senandung Anak-Anak Maluku
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Maluku

Rasa Sayange: Filsafat Kebersamaan dalam Senandung Anak-Anak Maluku Bagaimana mungkin sebuah lagu yang kerap dinyanyikan anak-anak sambil bertepuk tangan dan bersantai di pekarangan rumah bisa mengandung cetak biru lengkap tentang etika lingkungan dan tata krama bermasyarakat? Rasa Sayange , warisan lisan dari Kepulauan Maluku (Sumber 1, Sumber 2, Sumber 3), ternyata bukan sekadar lagu permainan tradisional dengan melodi ceria yang mudah dihafal. Di balik bait-baitnya yang singkat, tersimpan sistem pengetahuan tentang hubungan manusia dengan sesama dan alam—sebuah bukti bahwa pendidikan karakter di Nusantara tidak selalu memerlukan kelas formal, melainkan bisa tumbuh dari ruang-ruang bersantai yang penuh keakraban. Warisan Lisan dan Ritual Penyambutan Di Maluku, Rasa Sayange bukan lagu asing yang hanya muncul dalam buku teks pelajaran seni budaya. Lagu ini telah diwariskan secara turun-temurun dalam kehidupan masyarakat, menjadi bagian tak terpisahkan dari ritus sosial seha...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Rumah Panggung Bugis: Arsitektur Kosmologis dari Tanah Celebes
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Sulawesi Selatan

Rumah Panggung Bugis: Arsitektur Kosmologis dari Tanah Celebes Mengapa sebuah komunitas memilih mengangkat huniannya dari permukaan bumi yang subur, membangun kehidupan di atas kayu-kayu kokoh yang menjulang? Bagi suku Bugis di Sulawesi Selatan, jawaban atas pertanyaan ini tidak terletak pada pertimbangan fungsional semata—seperti perlindungan dari banjir atau serangan hewan—melainkan pada keyakinan mendalam tentang tatanan alam semesta dan struktur sosial manusia. Rumah panggung Bugis, dengan material kayu yang kokoh (Sumber 1), bukan sekadar arsitektur tradisional yang unik, melainkan perwujudan kosmogoni, strata sosial, dan falsafah hidup yang kompleks (Sumber 2). Kosmogoni Terwujud dalam Kayu Dalam tradisi arsitektur Bugis-Makassar, rumah panggung berfungsi sebagai mikrokosmos yang merefleksikan pandangan kosmologis masyarakat tentang tiga tingkat alam semesta. Konstruksi yang mengangkat lantai hunian dari tanah menggunakan tiang-tiang kayu yang solid (Sumber 1) menciptakan...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Pamali:
Ritual Ritual
Jawa Barat

Pamali: Ketika Larangan Tak Tertulis Mengatur Kehidupan Mengapa sebagian masyarakat Indonesia yang telah mengenyam pendidikan modern dan hidup di tengah kemajuan teknologi masih enggan memotong kuku di malam hari, bersiul saat senja tiba, atau menanam pohon kelapa di depan rumah? Fenomena ini bukan sekadar sisa primitivisme yang tertinggal, melainkan manifestasi dari pamali —sistem norma yang secara mengejutkan masih eksis sebagai pengatur sosial yang efektif. Pada titik tertentu, pamali menghadirkan paradoks budaya yang menarik: ia adalah "hukum" tanpa tulisan, "polisi" tanpa seragam, namun memiliki kekuatan mengikat yang seringkali lebih efektif dari peraturan tertulis. Kearifan Ekologis dalam Selubung Larangan Di tataran praktis, pamali seringkali berfungsi sebagai mekanisme pelestarian alam yang diselimuti narasi mistis. Masyarakat Sunda, misalnya, mengenal berbagai bentuk pamali yang sejatinya merupakan bentuk adaptasi terhadap lingkungan dan ekosiste...

avatar
Kianasarayu