Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Jawa Tengah Tegal
Air Tajin - Tegal - Jawa Tengah
- 28 Februari 2018

Air tajin adalah air yang mengental pada saat memasak nasi. Air yang telah mengental ini diambil dan diberi sedikit garam dan bisa langsung dimakan pada saat panas.

Air tajin merupakan cairan putih ketika kita memasak beras. Air tajin mengandung protein. Dahulu, biasa diberikan kepada bayi sebagai pengganti susu pada keluarga miskin, tetapi pada jaman dahulu pemberian air tajin dipraktekan semua kalangan di berbagai pelosok Nusantara. meskipun kandungan gizinya jauh di bawah susu hewan ataupun ASI. Air tajin juga dianggap sangat baik untuk membantu mengatasi dehidrasi pada bayi ketika mengalami diare.

Pakar beras yang juga merupakan peneliti pengolahan hasil pertanian, profesor Djoko Said Damardjati mengatakan pada dasarnya air bekas rebusan beras memiliki banyak zat dan vitamin yang bermanfaat bagi tubuh. khususnya beras yang belum melalui proses sosoh atau dibersihkan hingga kulit arinya. Kandungan yang ada dalam air tajin diantaranya adalah enzim, mineral, antioksidan, serta Vitamin B dan Vitamin E.  Selain itu ada mikro selenium yang sangat bermanfaat untuk tubuh, khususnya bayi.

Pembuatan air tajin
Bahan :

  1.     Satu Genggam Beras
  2.     Satu Gelas Air
  3.     Garam (sesuai selera)


Cara membuat :

  1.     Cuci beras sampai bersih kemudian tiriskan
  2.     Masukkan dalam panci, tambahkan air dan rebus hingga mendidih
  3.     Aduk sesekali hingga kental
  4.     Bisa ditambah garam (jika ingin rasa asin)
  5.     Angkat kemudian saring, pisahkan beras dari airnya
  6.     Air tajin siap diminum


Manfaat Air Tajin

Air tajin yang dibuat dari bahan dasar berupa beras biasa atau beras merah memilik banyak manfaat yang terkandung di dalamnya. Berikut adalah manfaat atau khasiat dari air tajin baik itu dari beras biasa ataupunberas merah.

  1.     Dapat mencegahnya terjadinya kanker
  2.     Mengobati panas dalam
  3.     Meningkatkan kesehatan kulit wajah
  4.     Mampu mencerahkan bibir
  5.     Mampu mengurangi obesitas
  6.     Mampu mengobati penyakit akibat infeksi
  7.     Melengkapi kebutuhan nutrisi untuk bayi
  8.     Meningkatkan kesehatan jantung
  9.     Dapat menjaga kadar kolesterol
  10.     Dapat melindungi kulit dari sinar matahari
  11.     Mencegah terjadinya pikun atau alzheimer
  12.     Mengatasi permasalahan pada organ pencernaan
  13.     Dapat meningkat energi

 

Sumber:

  1. https://id.wikipedia.org/wiki/Air_tajin
  2. Mustikarasa, Resep Masakan Indonesia, Warisan Soekarno
  3. https://www.vemale.com/kesehatan/92641-minum-air-tajin-setiap-hari-ini-yang-akan-terjadi-pada-tubuhmu.html
  4. http://jateng.tribunnews.com/2016/03/29/biasakan-minum-air-tajin-manfaatnya-sungguh-menakjubkan

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Kidung Lakbok
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Kidung Lakbok atau Wawacan Kidung Lakbok adalah karya sastra lama berbentuk wawacan yang berasal dari Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Naskah ini diterbitkan kembali dan disusun rapi oleh M. Karso Prawiraatmadja di Bandjar pada tanggal 31 Agustus 1956. Karya ini menyimpan nilai sejarah dan kearifan lokal masyarakat setempat. Dokumentasi digital dan data ini disusun serta disumbangkan oleh Henri Purwanto.

avatar
Henripurwanto
Gambar Entri
HUDON TANO (Periuk Tanah)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
Benda Magis Masyarakat Batak Toba
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker