Makanan Minuman
Makanan Minuman
Kuliner Nusa Tenggara Timur NTT
Acar ketimun khas NTT
- 1 Desember 2017

Bahan-bahan

  1. 4 buah ketimun iris sesuai serong (isi dalamnya jangan di buang)
  2. 3 buah wortel iris tipis seperti korek api
  3. 1 bks kacang tanah goreng (ulek kasar)
  4. Bumbu halus:
  5. 7 siung bawang merah
  6. 5 siung bawang putih
  7. 1 jempol kunyit
  8. 1/2 sdt ketumbar
  9. 1 buah kemiri
  10. 5 buah cabe rawit
  11. Bumbu geprek:
  12. 1-2 batang serai
  13. 1 jempol lengkuas
  14. 3 lembar daun jeruk sobek2
  15. 2 sdm cuka
  16. 1/2-1 sdm gula pasir
  17. 1/2 sdt garam

Langkah-langkah

  1. Ketimun yang sudah di iris serong beri sedikit garam aduk2 lalu sisihkan (30menit) sampai ketimun layu, gunanya agar ketimun cepat mateng tapi rasanya masih krenyes (garing) setelah 30 menit lalu cuci bersih dan tiriskan
  2. Tumis bumbu halus sampai berubah warna, masukan bumbu geprek dan daun jeruk beserta sereh masak sampai harum. Tambahkan wortel masak sampai agak empuk
  3. Masukan ketimun bolak balik bentar agar bumbu menyatu lalu masukan cuka, gula pasir dan garam cek rasa kalo sudah pas matikan kompor lalu tambahkan kacang tanah yang sudah di ulek kasar tadi lalu aduk2 bentar agar tercampur rata dan angkat
  4. Selamat mencoba
  5. cuka bisa di ganti air jeruk nipis ya (1/2 buah sampai 1 buah) tergantung selera

Sumber: https://cookpad.com/id/resep/1853860-acar-ketimun-khas-ntt

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Kebaya Kutubaru: Bef di Dada, Saksi Bisu Sejarah Jawa?
- -
-

Kebaya Kutubaru: Bef di Dada, Saksi Bisu Sejarah Jawa? Identitas dan Asal-Usul Kebaya janggan merupakan salah satu jenis busana tradisional Jawa untuk perempuan yang secara historis digunakan sebagai pakaian sehari-hari, khususnya di wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Yogyakarta [S2]. Berbeda dengan jenis kebaya lain yang umum dikenal, kebaya janggan memiliki ciri khas berupa kerah tinggi yang menutupi leher, sebuah desain yang diadaptasi dari model seragam militer Eropa pada masa Perang Diponegoro sekitar tahun 1830-an [S5]. Keberadaan kerah tinggi ini menjadi pembeda utama yang langsung mengidentifikasi jenis kebaya ini di antara ragam kebaya Nusantara yang masing-masing memiliki karakteristik tersendiri [S1]. Asal-usul kebaya janggan tidak dapat dilepaskan dari lingkungan Keraton Yogyakarta, yang menjadikannya bukan sekadar pakaian, melainkan juga warisan budaya yang sarat dengan filosofi mendalam [S3][S5]. Busana ini menyimpan sejarah panjang yang berkaitan erat dengan keh...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Nama Tarumanagara mengandung kata "tarum" yang berarti nila
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Barat

Nama Tarumanagara mengandung kata "tarum" yang berarti nila Identitas dan Asal-Usul Tarumanagara merupakan kerajaan tertua di kawasan Sunda berdasarkan bukti-bukti prasasti yang ditemukan [S2]. Kategori objek budaya ini masuk dalam Naskah Kuno dan Prasasti, sebab fondasi pengetahuan mengenainya dibangun terutama dari sejumlah prasasti, catatan asing, dan peninggalan arkeologis [S3][S4]. Nama "Tarumanagara" yang mengandung kata "tarum" mengacu pada tanaman nila, sekaligus menjadi asal-usul nama Sungai Citarum yang membentang dari kaki Gunung Wayang di Kabupaten Bandung hingga Muara Gembong di Bekasi [S1]. Keberadaan kerajaan ini ditandai secara jelas pada abad ke-5 Masehi melalui Prasasti Ciaruteun, yang diakui sebagai bukti tertua peninggalan Tarumanagara [S1][S5]. Prasasti lain seperti Jambu dan Tugu juga memuat nama raja yang berkuasa, yakni Purnawarman [S1]. Baris-baris inskripsi pada prasasti-prasasti tersebut tidak hanya meneguhkan eksistensi p...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Kebaya Kutubaru: Bef di Dada, Saksi Bisu Sejarah Jawa?
- -
-

Kebaya Kutubaru: Bef di Dada, Saksi Bisu Sejarah Jawa? Identitas dan Asal-Usul Kebaya janggan merupakan salah satu jenis busana tradisional Jawa untuk perempuan yang secara historis digunakan sebagai pakaian sehari-hari, khususnya di wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Yogyakarta [S2]. Berbeda dengan jenis kebaya lain yang umum dikenal, kebaya janggan memiliki ciri khas berupa kerah tinggi yang menutupi leher, sebuah desain yang diadaptasi dari model seragam militer Eropa pada masa Perang Diponegoro sekitar tahun 1830-an [S5]. Keberadaan kerah tinggi ini menjadi pembeda utama yang langsung mengidentifikasi jenis kebaya ini di antara ragam kebaya Nusantara yang masing-masing memiliki karakteristik tersendiri [S1]. Asal-usul kebaya janggan tidak dapat dilepaskan dari lingkungan Keraton Yogyakarta, yang menjadikannya bukan sekadar pakaian, melainkan juga warisan budaya yang sarat dengan filosofi mendalam [S3][S5]. Busana ini menyimpan sejarah panjang yang berkaitan erat dengan keh...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Lombok: Simbolisme Tersembunyi di Setiap Helai Tenun
Motif Kain Motif Kain
Nusa Tenggara Barat

Lombok: Simbolisme Tersembunyi di Setiap Helai Tenun Identitas dan Asal-Usul Tenun adalah teknik pembuatan kain yang menggunakan benang yang disusun secara memanjang dan melintang, menghasilkan berbagai jenis kain yang kaya akan makna dan simbolisme. Di Indonesia, tenun memiliki banyak variasi yang berasal dari berbagai daerah, termasuk Lombok, yang dikenal dengan kain tenun ikatnya. Kain tenun ikat Lombok tidak hanya berfungsi sebagai pakaian, tetapi juga mencerminkan identitas budaya dan nilai-nilai sosial masyarakat setempat [S1][S4]. Lombok, sebagai salah satu sentra tenun di Indonesia, memiliki sejarah yang panjang dalam tradisi ini. Kain tenun di daerah ini sering kali dibuat dengan teknik ikat, di mana benang diberi pola sebelum proses penenunan dimulai. Teknik ini menghasilkan motif yang khas dan beragam, mencerminkan keunikan budaya Lombok [S2][S5]. Selain itu, kain tenun dari Lombok sering kali dipadukan dengan makna simbolis yang mendalam, yang berkaitan dengan kehidu...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Nama Tarumanagara mengandung kata "tarum" yang berarti nila
- -
-

Nama Tarumanagara mengandung kata "tarum" yang berarti nila Identitas dan Asal-Usul Tarumanagara merupakan kerajaan tertua di kawasan Sunda berdasarkan bukti-bukti prasasti yang ditemukan [S2]. Kategori objek budaya ini masuk dalam Naskah Kuno dan Prasasti, sebab fondasi pengetahuan mengenainya dibangun terutama dari sejumlah prasasti, catatan asing, dan peninggalan arkeologis [S3][S4]. Nama "Tarumanagara" yang mengandung kata "tarum" mengacu pada tanaman nila, sekaligus menjadi asal-usul nama Sungai Citarum yang membentang dari kaki Gunung Wayang di Kabupaten Bandung hingga Muara Gembong di Bekasi [S1]. Keberadaan kerajaan ini ditandai secara jelas pada abad ke-5 Masehi melalui Prasasti Ciaruteun, yang diakui sebagai bukti tertua peninggalan Tarumanagara [S1][S5]. Prasasti lain seperti Jambu dan Tugu juga memuat nama raja yang berkuasa, yakni Purnawarman [S1]. Baris-baris inskripsi pada prasasti-prasasti tersebut tidak hanya meneguhkan eksistensi p...

avatar
Kianasarayu