Makanan Minuman
Makanan Minuman
bahan pelengkap Jawa Timur Pacitan
ABON TUNA khas Pacitan
- 8 September 2017

Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, dikenal memiliki garis pantai yang sangat panjang, yakni 71 kilometer. Karena letaknya di wilayah pantai selatan Pulau Jawa itu, ikan di Pacitan melimpah, khususnya ikan tuna. Produk turunan ikan tuna yang kini terkenal adalah abon tuna dan tahu tuna.

Berikut, resep untuk abon tuna khas pacitannya..

Bahan :

  • ikan tuna segar 2 kg
  • santan kelapa kental 300 ml
  • minyak goreng 500 ml
  • 1 batang serai dimemarkan
  • 2 cm jahe dimemarkan

Bumbu halus :

  • daun jeruk 2 lembar
  • garam secukupnya
  • 2 cm kunyit
  • bawang putih 5 siung
  • ketumbar 1 sendok makan
  • bawang merah 10 butir

Cara Membuat Abon Ikan Tuna :

  1. Cuci ikan tuna dengan air hingga bersih
  2. Kukus ikan tuna yang sudah bersih sampai matang dan lunak
  3. Angkat ikan tuna lalu suwir-suwir dagingnya hingga halus
  4. Tumis bumbu halus dengan sedikit minyak bersama batang serai dan jahe hingga harum
  5. Masukkan ikan tuna yang sudah disuwir kedalam bumbu tumis
  6. Tuang santan kedalam campuran ikan tuna dan diamkan hingga mendidih sambil diaduk-aduk
  7. Tunggu sampai kuah mengering sambil terus diaduk
  8. Panaskan minyak lalu masukkan ikan tuna yang sudah diolah dan goreng sampai kering
  9. Angkat ikan tuna lalu tiriskan dengan cara diperas dengan tangan untuk mengurangi minyaknya
  10. Abon ikan tuna siap untuk disajikan

 

Tempat yang Menyediakan:
 
nona tuna abon ikan tuna  
Health Food Restaurant
Address: perumnas bumi telukjambe blok MN 16 Karawang, Sukaluyu, Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, Jawa Barat 41361
Phone: 0812-8598-3665

 

sumber : http://resepmembuat.com/resep-membuat-abon-ikan-tuna-enak-renyah/

 

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Kidung Lakbok
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Kidung Lakbok atau Wawacan Kidung Lakbok adalah karya sastra lama berbentuk wawacan yang berasal dari Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Naskah ini diterbitkan kembali dan disusun rapi oleh M. Karso Prawiraatmadja di Bandjar pada tanggal 31 Agustus 1956. Karya ini menyimpan nilai sejarah dan kearifan lokal masyarakat setempat. Dokumentasi digital dan data ini disusun serta disumbangkan oleh Henri Purwanto.

avatar
Henripurwanto
Gambar Entri
HUDON TANO (Periuk Tanah)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
Benda Magis Masyarakat Batak Toba
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker