Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan dan Minuman Jawa Tengah Solo
5 Kuliner Solo yang Wajib Dicoba
- 12 Agustus 2018

5 Makanan yang Patut Dicoba Ketika di Solo

Oleh Nisrina Mozza Khairunnisa Ariseno

 

Kota Solo akhir-akhir ini makin sering kencang terdengar di telinga masyarakat Indonesia sebagai salah satu destinasi wisata yang sangat populer. Dengan slogan “The Spirit of Java”, Solo berhasil memikat banyak pelancong untuk datang berkunjung, tidak hanya dengan segudang budaya Jawa yang menarik hati para wisatawan, namun juga berbagai jenis makanan yang tidak dapat kalian temui di daerah lain. Sebagai orang Solo, hal favorit yang sudah menjadi sebuah kewajiban ketika berkunjung ke kota itu adalah untuk berkeliling ke destinasi-destinasi kuliner yang tidak boleh dilewatkan. Berikut adalah 10 makanan ikonik kota Solo yang harus kalian cicipi!

 

  1. Nasi liwet

Jika ditanya tentang kota Solo, pasti hal pertama yang muncul di benak kita adalah nasi

liwet. Makanan yang satu ini sudah menjadi symbol kota Solo karena keunikan dan tentunya kelezatannya. Nasi liwet merupakan sebuah makanan yang terdiri dari nasi gurih yang ditemani oleh beberapa lauk pauk seperti ayam suwir, telur rebus, sayur labu siam, dan kumut (semacam saus yang terbuat dari telur dan santan). Sekilas, konsep dari nasi liwet ini tidak terlalu berbeda dengan nasi uduk. Namun, penyajian nasi liwet cenderung lebih ‘basah’ karena kuah dari sayur labu siam. Makanan ini sering disantap sebagai menu sarapan kebanyakan orang Solo.

 

  1. Soto Solo

Tentunya di setiap daerah di Indonesia memiliki versi soto masing-masing. Solo pun tidak mau kalah. Soto Solo sudah sangat terkenal sebagai menu sarapan yang ringan namun mengenyangkan. Yang membedakan soto Solo dengan soto dari daerah lain adalah kuahnya yang bening namun tetap memiliki cita rasa yang kaya. Gurihnya kaldu soto berpadu dengan irisan daging sapi atau ayam (tergantung pilihan), tauge, bihun, dan tentunya bawang goreng. Memang isi dari semangkuk soto tersebut tidak terlalu banyak, namun dijamin akan mengenyangkan. Selain itu, jika kalian berkunjung ke rumah makan soto Solo, anda akan melihat jejeran lauk yang tersedia diatas meja, seperti sosis solo, risoles, tahu dan tempe, aneka sate, aneka gorengan, serta kerupuk dan karak (kerupuk dari beras).

 

  1. Cabuk Rambak

Jangan takut dulu dengan nama dari makanan yang satu ini ya! Makanan ini termasuk salah satu makanan yang bisa dibilang susah untuk ditemukan di luar Kota Solo. Makanan yang terdiri dari irisan tipis ketupat, sambal wijen, dank arak ini merupakan makanan yang populer sebagai menu sarapan dan juga camilan. Porsinya yang relatif kecil dan rasanya yang unik membuat siapapun yang menyantap makanan ini ingin memesan lagi karena satu porsi saja tidak akan cukup! Pedagang cabuk rambak pun juga cukup mudah untuk ditemui, biasanya berdampingan dengan penjual nasi liwet. Tentunya makanan ini tidak boleh untuk dilewatkan.

 

  1. Serabi Solo

Serabi merupakan salah satu camilan yang sudah terkenal di penjuru Nusantara sebagai salah satu kue tradisional yang lezat. Namun, serabi Solo memiliki penampilan yang sedikit berbeda dari serabi pada umumnya. Serabi Solo berbentuk seperti piring, dengan lapisan tipis yang renyah di sekitar adonan putih yang lembut. Varian rasa nya pun sangat beragam, namun varian yang paling populer adalah polos/original dan cokelat. Uniknya, jika kalian berkunjung ke tempat penjual serabi, di depan toko tersebut pasti berjejer kompor dan wajan-wajan kecil tempat para karyawan membuat serabi, dan proses pembuatannya yang cepat serta keterampilan para pekerja membalik serabi bisa menjadi sebuah hiburan sembari mengantri.

 

  1. Es Dawet Telasih

Belum afdol rasanya mengunjungi Solo jika belum mencicipi es dawet telasih. Minuman menyegarkan ini dapat ditemui di pasar-pasar di penjuru kota Solo yang bisa dijadikan pilihan pelepas dahaga di hari yang panas. Meskipun mirip es cendol, namun es dawet telasih memiliki lebih banyak komponen dalam satu mangkuk, yaitu cendol, ketan hitam, bubur sumsum, tape ketan, telasih, dan kuah santan serta gula merah. Rasa manis, asam, gurih, berpadu dengan tekstur yang kenyal akan menjadi suatu santapan yang unik untuk melepas dahaga.

 

Nah itu dia 5 makanan khas kota Solo yang wajib kalian cicipi jika datang berkunjung. Sebenarnya masih banyak makanan lainnya yang tidak kalah lezat, namun 5 makanan diatas menurut saya adalah yang paling terkenal dan wajib untuk dicoba!

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
HUDON TANO (Periuk Tanah)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
Benda Magis Masyarakat Batak Toba
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
PESAN INDUK TI KIDUNG LAKBOK
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

PESAN INDUK TI KIDUNG LAKBOK Hikmah Karuhun Pikeun Kahirupan Ditulis ku: Henry Purwanto Kategori: Etika, Moral & Pepatah PENDAHULUAN Kidung Lakbok lain ukur carita baheula. Lian ti éta, ieu naskah kuno nyimpen pituduh anu jero pisan pikeun kahirupan urang di jaman kiwari. Karuhun urang teu ngan ninggalkeun carita, tapi ogé pangalaman, peringatan, jeung hikmah. Ieu pesan induk jadi pondasi pikeun urang hirup: ngajaga jati diri bari tetep maju ka hareup. Hayu urang bahas hiji-hiji. ULAH POHO KA ASAL-USUL (Jangan Lupa Pada Asalnya) Makna: Saha urang, ti mana asalna, naon sajarah karuhun urang – kabehna kudu dipikanyaho. Ulah isin ku sajarah sorangan, sabab dinya tempat urang tumuwuh. Kaitan jeung Lakbok: Karajaan Bandjarpatroman téh akar ti wewengkon ieu. Lamun urang poho sajarah, sarua jeung neangan leungit jati diri. Urang bakal gampang kaileng ku budaya deungeun anu teu saluyu jeung ajén-inajén lembur. Pesen: Sugema jeung bagja téh mimitina mah nya tina n...

avatar
Gulamerah