Cerita Rakyat
Cerita Rakyat
Cerita Rakyat Bengkulu Bengkulu
5_Asal Mula Dusun Pandan Narang
- 20 Mei 2018
Asal Mula Dusun Pandan Narang ~ Terkisahlah disuatu Dusun, cerita tentang empat orang bersaudara, tiga orang laki-laki dan seorang perempuan. Empat bersaudara ini dianggap sebagai nenek moyang/Puyang dari dusun Pandan Narang. Oleh karena itu namanya dikenal dengan Puyang Ratu yang paling tua. Puyang Rio Magawan yang kedua, Puyang Rio Muncak yang ketiga dan yang keempat bernama Puyang Rebia. Pada waktu kecil keempat bersaudara ini telah menjadi yatim piatu. Pernah tercoret didalam riwayat hidup mereka sebagai orang peminta-minta.
 
ceritera-rakyat-daerah-bengkulu.jpg

Empat bersaudara ini tak kenal dengan keangkuhan tak mengenal hidup dan yang menghidupinya. Tawakal dan takabur semilu dilesung hatinya Iman menjadi landasan amalnya, karena itulah mereka dianugrahi oleh Yang Maha Kuasa dengan ilmu kebatinan dan kepandaian Pencak Silat, pernah pada suatu hari berkat kebatinannya dapat menghidupkan kembali orang yang sudah mati. Mereka dikenal oleh masyarakat pada masa dulu tergolong orang alim ulama.

Pada suatu kali saudara yang paling tua yaitu Puyang Ratu berkeinginan mengumpulkan adik-adiknya, berbincang-bincang tentang kehidupan di dunia ini dan di akhirat nantinya. Pertemuan pun diadakanlah. Pembicaraan diawali dulu Puyang Ratu, dia mendahului pembicaraan. "Hai adik-adik, kita orang dusun yang bodoh, kebodohan ini harus kita perangi, salah satu jalannya ialah kita harus berpisah. Karena berkumpul, berkenalan, berakraban dan perpisahan itu adalah saat-saat dari hidup manusia yang membahagiakan. Apalagi kita sudah dewasa. Tegakah kita hidup di dusun ini dengan nasib seperti ini?"

Kemudian serentak adik-adik Puyang Ratu menjawab dengan "Tidak," Puyang Ratu pun melanjutkan tuturnya siapa yang memiliki rencana besar maka laksanakanlah atau kesannya selesaikanlah dengan cara bersama-sama. Adik-adik Puyang Ratu masih memberi seribu bahasa dan mendiam seribu kata. Apakah diantara kita tak ingin hidup berumah tangga menyebarkan anak-anak kita dapat menggembur tanah, menghijaukan hamparan daratan dan menyuburkan tanaman. Setelah diam agak sebentar atas pertanyaan yang diajukan Puyang Ratu kepada adik-adiknya, barulah Puyang Magawan menjawab dengan nada lemah sekali, "Kakanda, kalau aku memang sudah berniat membahagiakan diri dan orang banyak, yaitu ingin merantau ke negeri orang dan kalau ada jodoh, yah aku pun tak mengelak untuk berkeluarga, dan kalau dapat menjadi orang berguna, orang berjasa dan orang besar dirantau orang.

Kemudian menyela pula Rio Muncak. Katanya, "Memang hidup di dunia dan dilain dunia hari yang akan datang harus berprinsip dan bertujuan tiadakah yang paling banyak didunia, tiadakah itu selain ilmu pengetahuan, tiadakah sepahlawanan orang yang paling mempertahankan dusun Negeri. Tentang hidup berumah tangga . Kakanda tiada aku elakkan. Dan kalau aku berkeluarga kelak ingin yang berhadapan dengan lubuk buntak. Masalah cerita kakanda turut sebentar baru ini memadu janji suatu ikatan suci, apalagi dengan sang gadis dari keturunan Dewa-dewa dusun Gang." Demikianlah tutur kata mereka adik  beradik yang dapat disimpulkan bahwa mereka semua ingin merantau untuk menambah ilmu mereka, karena tak puas dengan ilmu mereka sekarang.

Sewaktu mereka akan saling berpamitan. Terbetik berita dari orang dusun, orang Banten akan menggempur dusun Pandan Narang tempat kediaman empat orang bersaudara itu. Terpaksalah keempat bersaudara itu menggagalkan niat mereka untuk menyelamatkan dusun mereka lebih dahulu. Semua tetua dusun mereka panggil semua saudara mereka berkumpul untuk berembuk  dalam menyambut pasukan musuh. Dari perembukan mereka bersama, mereka semua bersepakat untuk tidak mengorbankan rakyat, pasukan musuh harus disambut dengan baik, sesudah melihat gelagat. Sementara itu pasukan musuh telah sampai ke dusun Pandan Narang. Mereka mengirimkan utusan kepada tetua dusun Pandan Narang. Kebetulan tetua  Dusun Pandang Narang adalah Puyang Ratu.
 
 

Diwaktu utusan sampai, disambut oleh Puyang Ratu dengan arif dan bijaksana. Ketiga adiknya diperintah oleh Puyang Ratu, melayani dengan sebaik-baiknya, seakan-akan tidak mengetahui maksud kedatangan utusan musuh. Sebelum utusan musuh membuka suara, Puyang Ratu bertanya lebih dahulu, "Tuan ini siapa dan ingin kemana anak muda?" Utusan pasukan Banten menjawab, "Tuan tetua dusun, ketahuilah, kami datang ke sini ingin mencari daerah yang makmur untuk tempat tinggal anak cucu kami di kemudian hari. Oleh sebab itu semua peraturan di dusun ini dan kekuasaannya harus diserahkan kepada kami."  Adik-adik Puyang Ratu mulai gusar hendak menghajar utusan itu, tetapi Puyang Ratu arif bijakasana dan berkata kepada adik-adiknya. "Betapapun jahatnya utusan musuh, dia adalah tamu kita."


Adik-adik Puyang Ratu menjadi turun amarahnya dan mengikuti nasehat kakak mereka, empat bersaudara itu menawarkan perjamuan kepada mereka sebagai utusan itu yang menjadi tamu dan sebagai musuh. Tiga ekor kerbau akan disembelih disiapkan untuk menjamu semua musuh itu, lengkap dengan sayur mayurnya. Tibalah saatnya semua musuh itu dijamu. Mereka makan bersama sambil berdialog juga bersenda-gurau. Ketika hendak merokok, para perwira musuh mengalami kesulitan untuk menghisapnya, karena api yang akan membakar rokok itu belum disiapkan. Lalu ia meminta api kepada puyang Ratu. Puyang Ratu terus memerintahkan anak buahnya Rio Muncak untuk mencari api. Rio Muncak pergi ke tungku api dan langsung mengambil bara api, kemudian  diletakkannya di telapak tangannya dan langsung diedarkannya ke tempat tamu yang mau merokok tadi. Semua tamu itu cengar-cengir, kecut sekecut bagaikan kambing yang diseret ke dalam air melihat kekebalan tangan Rio Muncak yang tidak terbakar oleh api.

Melihat kenyataan itu pasukan musuh mulai gelisah, duduk bagaikan diatas bara api yang sedang menyala. Belum habis makanan yang disajikan dimakan, mereka berlari tunggang langgang. Sesampai keinduk pasukan, mereka melapor kepada atasan, menceritakan pengalaman yang baru mereka alami. Dengan kenyataan itu komandan pasukan musuh memutuskan untuk mengundurkan diri dari dusun Pandan Narang.nDusun Pandan Narang lepas dari bahaya, keeempat beradik bertambah dicintai masyarakat. Kemudian keempat beradik berkumpul kembali ingin merembukkan niat mereka untuk merantau mencari ilmu dan pengetahuan untuk memajukan dusun Pandan Narang. Dalam perembukan ini, diputuskan bahwa ketiga beradik akan pergi merentau ke Negeri orang. Adik mereka puyang Rebia tinggal di dusun. Mereka berjanji bahwa keempat beradik dalam waktu tidak lama akan berada kembali di dusun Pandan Narang. Kemudian mereka bertiga ini berangkat merantau untuk mencapai cita-cita mereka masing-masing. Adapun tempat yang akan mereka tuju adalah Puyang Ratu merantau ke Negeri Cina, Rio Muncak merantau ke Negeri Bangka dan Rio Magawan merentau ke Negeri Arab.

Setelah mereka kembali, rakyat bertambah yakin dengan kemampuan ketiga bersaudara tersebut, sehingga ketiga beradik diperkokohkan menjadi tetua dusun. Puyang Ratu sebagai ketua Dusun Pandan, Puyang Rio Muncak sebagai ketua dusun Narang, sedang Puyang Rio  Magawan menjadi penghulu Dusun Bajur. Di waktu ketiganya menjalankan kewajibannya masing-masing sebagai ketua dusun, rakyat di masing-masing dusun baik dan sejahtera, semua ini berkat ketua dusunnya yang arif, bijaksana serta sakti dan mantra guna. Kemudian terpikir oleh ketiganya untuk meningkatkan kesejahteraan penduduk, yaitu dengan menyatukan ketiga dusun, Berdasarkan pikiran itu maka mereka mengumpulkan rakyat masing-masing dusun, untuk membicarakan hal penyatuan itu. Setelah hal itu dikemukakan kepada rakyat masing-masing, semua rakyat setuju. Akhirnya berdirilah suatu bentuk pemerintahan yang berupa Kerajaan.

Dalam menentukan pucuk pimpinan ini rakyat setuju bahwa Puyang Ratu sebagai Raja, Rio Muncak sebagai wakilnya, Rio Magawan sebagai Penglima, sedangkan Puyang Rebia sebagai Bendahara Negara. Setelah pucuk pimpinan dinobatkan, maka nama kerajaan diresmikan bernama Pandan Narang. Selama keempat beradik ini menjadi pucuk pimpinan Kerajaan Pandan Narang, kerajaan sangat aman dan makmur, sehingga banyak kerajaan lain yang segan dan senang kepada kerajaan Pandan Narang. Pada waktu akhir hayatnya keempat beradik ini tetap dihormati oleh orang, sebab tempat makamnya dijadikan Keramat oleh rakyatnya. Keramat ini bernama keramat Pandan Narang.
 
Sumber: http://alkisahrakyat.blogspot.co.id/2016/04/asal-mula-dusun-pandan-narang.html

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Bekam Bali
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Bali

Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...

avatar
Marco20
Gambar Entri
Bekam Bali
Pengobatan dan Kesehatan Pengobatan dan Kesehatan
Bali

Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...

avatar
Marco20
Gambar Entri
Negeri antara: Jejak Putro aloh dan Manusia Harimau
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Aceh

NEGERI ANTARA: JEJAK PUTRO ALOH dan MANUSIA HARIMAU Karya: Mahlil Azmi Di pagi yang cerah, saat embun masih menempel di daun-daun dan suara burung hutan bersahut-sahutan, aku bersama seorang teman bernama Jupri memulai perjalanan menuju Gunung Alue Laseh, tujuan kami sederhana menangkap si kicau, burung cempala yang terkenal lincah dan bernilai mahal di kampung kami. Bekal kami pun tak seberapa: nasi, sedikit ikan asin, dan air secukupnya. Namun jarak yang jauh dan medan yang berat tak membuat semangat kami luntur. “Lil, kalau dapat cempala besar, kau traktir kopi ya,” kata Jupri sambil tertawa, memikul tasnya yang tampak lebih besar dari isinya. “Kau tenang saja, asal jangan kau makan burungnya duluan,” balasku. Kami tertawa, tawa ringan khas dua pemuda kampung yang belum tahu apa yang menanti di depan. Gunung kami memang bukan gunung biasa. Ia bagian dari hutan pegunungan Leuser di barat selatan Aceh. Di sana hidup binatang buas, termasuk sang raja hutan—harimau. Tapi ba...

avatar
Mahlilazmi_02
Gambar Entri
Genggong
Alat Musik Alat Musik
Bali

Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.

avatar
Yogaxd
Gambar Entri
Dari Rendang Hingga Gudeg: 10 Mahakarya Kuliner Indonesia yang Mengguncang Lidah
Makanan Minuman Makanan Minuman
DKI Jakarta

1. Rendang (Minangkabau) Rendang adalah hidangan daging (umumnya sapi) yang dimasak perlahan dalam santan dan bumbu rempah-rempah yang kaya selama berjam-jam (4–8 jam). Proses memasak yang sangat lama ini membuat santan mengering dan bumbu terserap sempurna ke dalam daging. Hasilnya adalah daging yang sangat empuk, padat, dan dilapisi bumbu hitam kecokelatan yang berminyak. Cita rasanya sangat kompleks: gurih, pedas, dan beraroma kuat. Rendang kering memiliki daya simpan yang panjang. Rendang adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang paling terkenal dan diakui dunia. Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, masakan ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan proses memasak yang unik. 1. Asal dan Filosofi Asal: Rendang berasal dari tradisi memasak suku Minangkabau. Secara historis, masakan ini berfungsi sebagai bekal perjalanan jauh karena kemampuannya yang tahan lama berkat proses memasak yang menghilangkan air. Filosofi: Proses memasak rendang yang memakan waktu lama mela...

avatar
Umikulsum