Secara Universal rumah tinggal di kalangan suku bangsa Tolaki disebut Laika (Konawe) dan Raha (Mekongga) yang berarti “rumah” dan ada juga istilah yang menunjukan rumah seperti poiaha. Bangunan ini berukuran luas, besar, dan berbentuk segi empat terbuat dari kayu dengan diberi atap dan berdiri diatas tiang- tiang besar yang tingginya sekitar 20 kaki dari atas tanah. Bangunan ini terletak disebuah tempat yang terbuka di dalam hutan dengan dikelilingi oleh rumput alang-alang. Pada saat itu bangunan tingginya sekitar 60-70 kaki. Dipergunakan Sebagai tempat bagi raja untuk menyelenggarakan acara-acara yang bersifat seremonial atau upacara adat.
Suku Tolaki dan suku Wolio merupakan dua suku yang sangat menonjol di pulau Sulawesi Tenggara yang menerapkan sistem nilai budaya ketika membangun suatu rumah untuk ditinggali ataupun rumah untuk berkumpul, yang disebut dengan pembagian secara kosmologi alam dan pembagian yang mengacu pada analogi tubuh.
Tampak dari atas bagian depan rumah adat Tolaki, dianalogikan sebagai tangan kanan dan kiri dan tengahnya dagu. Bagian tengah dianalogikan dua lutut dan tengahnya tali pusar, Pada bagian belakang dianalogikan dua kaki kiri dan kanan dan ditengahnya alat vital.
Dilihat secara vertikal rumah pada orang Tolaki terbagi menjadi tiga bagian, yaitu:
a. Bagian bawah/kolong bermakna sebagai aplikasi dari dunia bawah (puriwuta), yang dimaksud untuk menghindari banjir, tempat binatang ternak, tempat bersantai, tempat menyimpanan alat pertanian, agar rumah menjadi dingin dan terhindar dari binatang buas.
b. Bagian atas merupakan tempat ruang yang berfungsi sebagai tempat beraktivitas
c. Bagian tengah mewakili dunia tengah sebagai pandangan falsafah perwujudan alam semesta.
Dilihat secara horizontal bagian depan rumah berbentuk simetris, berkaitan dengan bentuk formil. Sedangkan asimetris terkait dengan dinamis. Makna tersebut terkait dengan sifat orang Tolaki yang dinamis dan formil. Tampak dari depan atau disebut fasad bagian bawah atau rangka dan lantai dianalogikan dengan dada dan perut manusia. Bagian loteng atau bagian atas dianalogikan punggung manusia sedangkan penyangga dianalogikan sebagai tulang punggung manusia. Sedangkan atap adalah rambut atau bulu. Bagian atap dianalogkan muka dan panggul manusia.
Sumber: https://gpswisataindonesia.info/2015/03/rumah-adat-sulawesi-tenggara/
Hubungi BNI melalui WhatsApp di nomor (+62.O85178692617) Opsi lainnya anda bisa mencoba mereset password melalui Aplikasi atau kunjungi cabang terdekat.
Hubungi BNI melalui WhatsApp di nomor (+62.O85178692617) Opsi lainnya anda bisa mencoba mereset password melalui Aplikasi atau kunjungi cabang terdekat.
Hubungi BNI melalui WhatsApp di nomor (+62.O85178692617) Opsi lainnya anda bisa mencoba mereset password melalui Aplikasi atau kunjungi cabang terdekat.
Hubungi BNI melalui WhatsApp di nomor (+62.O85178692617 Opsi lainnya anda bisa mencoba mereset password melalui Aplikasi atau kunjungi cabang terdekat.
Hubungi BNI melalui WhatsApp di nomor (+6285178692617) Opsi lainnya anda bisa mencoba mereset password melalui Aplikasi atau kunjungi cabang terdekat.