Banyak yang tidak mengenal jajanan tradisional khas Betawi ini. Rasanya legit manis paling enak dimakan dalam keadaan dingin, sluuurp nikmat! Meskipun jajanan yang satu ini sudah jarang ditemui, tapi masih tetap diminati oleh para penikmat kuliner. Selendang mayang, mungkin beberapa orang masih asing dengan nama makanan yang satu ini. Makanan ini mungkin bisa dibilang salah satu pusaka kuliner dari Betawi. Hal ini dikarenakan keberadaannya yang sudah sangat jarang sekali ditemui di Jakarta. Menurut para penjual yang masih tersisa, es selendang mayang merupakan resep yang didapat turun temurun dari leluhur mereka. Meskipun resep warisan, ternyata bahan yang digunakan tidaklah sulit yaitu sagu aren. Adonan kuenya dibuat seprti agar-agar, biasanya berwarna merah atau hijau yang berpadu dengan warna putih sehingga menarik dilihat. Warna-warna yang cantik ini mengingatkan akan warna selendang. Karenanya disebut ‘selendang mayang’. Adonan kue yang sudah dipoton...
Martabak Lebaksiu lebih tebal dan gurih. martabak produk asli Lebaksiu dengan daerah lain berbeda. Yang membedakan pada peracikan bumbu daging sapi atau kerbau. RM/Toko yang Menyediakan: Martabak Lebaksiu Restaurant Address: Jl. Perintis Kemerdekaan No.126, Slerok, Tegal Tim., Kota Tegal, Jawa Tengah 52125 Sumber: http://tegalkotane.blogspot.co.id/2014/08/martabak-tegal-dari-lebaksiu.html
Wedang Jaselang merupakan minuman khas dari kota Malang. Walaupun memiliki khasiat dan penampilan yang hampir sama dengan kebanyakan minuman lainnya, namun tetap saja terdapat perbedaan sebagai ciri khasnya. Bahan-bahan yang digunakan adalah jahe, kayu manis, sedikit merica, kapulga, secang dan yang membuat berbeda adalah penambahan alang-alang. Khasiatnya adalah menjaga stamina, mampu menghangatkan badan, dan sebagainya. Tempat yang menyediakan: Ronde Titoni Dessert Shop Address: Jalan Zainul Arifin No.17, Sukoharjo, Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65119 Phone: (0341) 808292
Nama lokal tanaman ini adalah saliyah, azalea (Jawa). Nama latin : Rhododendrom simsii , dari famili Ericaceae. Tumbuhan ini sering dibudidayakan sebagai tanaman hias atau penghias taman. Hidup baik di dataran rendah maupu dataran tinggi, di tanah yang subur dan gembur, serta banyak mendapat sinar matahari. Tanaman yang berbunga sepanjang tahun ini termasuk semak menahun, setinggi 50-100 cm. Batangnya bulat dengan banyak cabang. Daunnya tunggal, berbulu halus. Bunganya tunggal, berkelompok, warna jingga. Buahnya lonjong sedangkan bijinya bulat kecil-kecil. Tanaman ini tersedia di penjual tanaman hias. Bagian yang digunakan untuk obat : Daun, akar, daun, bunga (segar ataupun kering). Khasiat azalea :Tanaman ini mengandung alkaloid, tanin, flavonoid, dan saponin, bisa digunakan untuk mengatasi rematik dan batuk, juga menghangatkan tubuh. Resep sederhana : § Rematik : 10 g daun segar dipotong-potong, lalu dicuci dan direbus dengan 400 ml air...
. Wedang Cemue merupakan minuman khas Kabupaten Ngawi, provinsi Jawa Timur. Minuman ini memiliki rasa yang gurih karena perpaduan dari bahan-bahan yang terkandung di dalamnya. Membuat wedang ini dengan menggunakan kacang kelinci yang gurih, roti yang lembut, santan gula tebu sebagai pemanis serta jahe untuk sensasi hangat. Dan yang membuat unik adalah dalam minuman ini diberikan bawang goreng dan juga daun pandan untuk aroma harum. Hmmmm,, tertarik untuk mencoba? Silahkan datang ke Kabupaten Ngawi untuk mendapatkannya.
Sate kambing muda menjadi makanan yang sangat khas dari kota dan kab. Tegal RM/Toko yang Menyediakan : Sate Tegal Kambing Muda 88 Makan Malam Alamat: no. beji depok, Jl. H. Asmawi No.2, Beji, Kota Depok, Jawa Barat 16421 Telepon: 0812-1233-0231 Sumber: https://www.ditegal.com/makanan-khas-tegal/sate-kambing-muda-balibul/
Lirik Lagu JALI-JALI Lagu Daerah Nusantara Provinsi DKI Jakarta Ini dia si jali-jali lagunya enak lagunya enak merdu sekali capek sedikit tidak perduli sayang asalkan tuan asalkan tuan senang di hati palinglah enak si mangga udang hei sayang disayang pohonnya tinggi pohonnya tinggi buahnya jarang palinglah enak si orang bujang sayang kemana pergi kemana pergi tiada yang m’larang disana gunung disini gunung hei sayang disayang ditengah tengah ditengah tengah kembang melati disana bingung disini bingung sayang samalah sama samalah sama menaruh hati jalilah jali dari cikini sayang jali-jali dari cikini jalilah jali sampai disini Sumber: http://lagu-lagudaerah.blogspot.co.id/2016/01/lagu-lagu-daerah.html
Anda yang pernah tinggal di Yogyakarta di era tahun 1950-an, pasti pernah minum limun Sarsaparilla. Oleh sebagian masyarakat Jogja disebut limun saparilla. Limun ini merupakan jenis minuman berkarbonasi yang populer di era tahun 1950 hingga 1970-an. Cola Jawa, kebanyakan penikmat limun sarsaparilla sepakat mengatakannya demikian. Jenis minuman yang berwarna ungu kecoklatan ini pernah menduduki rangking minuman favorit kaum berada di Yogyakarta. Ketika itu, limun Sarsaparilla merupakan jenis minuman elit yang membawa gengsi sosial tertentu pada konsumennya. Hanya orang yang punya kocek lebih saja yang mampu membeli minuman yang dianggap modern, simbol kemajuan, dan tentu saja berkelas di zamannya. Limun Sarsaparilla memiliki rasa yang khas di lidah. Namanya juga minuman berkarbonasi, tentu saja memiliki sensasi kemranyas di lidah. Begitu dicecap, aroma semriwing laiknya mint cukup terasa, sehingga mendatangkan efek lega di rongga hidung dan rongga d...
Udeng khas Banyuwangi adalah model udeng yang digunakan oleh panjak kesenian (penabuh gamelan) dan dulu banyak dipakai oleh Gandrung Semi atau gandrung yang ditarikan oleh laki-laki. Udeng khas Banyuwangi terbagi menjadi 3 jenis udeng yakni: : Tipe Nungsep dipakai kalangan generasi muda Tipe udeng Sampadan Jejeg dipakai kalangan generasi yang sudah menikah Tipe udeng Sampadan Tongkos dipakai kalangan tua atau para sesepuh Sampadan yang dimaksud adalah cara membelitkan kain udeng ke belakang dan diikat ujung dengan ujung. Sampad sendiri artinya cambuk dan sampadan artinya cambuk yang membelit. Dengan begitu akan membentuk aksesori yang "pres" seperti blangkon Jawa. Udeng khas Banyuwangi juga memiliki bagian-bagian yang membedakan jenisnya seperti Gunungan, Tumpal Jejeg atau Tumpal Nungsep, Cengger, Sampadan, Buntas Kembar, Tongkos dan Punjer. Dalam acara-acara formal di Banyuwangi hari ini, kebanyakan udeng yang dipakai adalah model serapan dari...