"Palapa Ghena" ini merupakan gabungan 10 kelompok musik tradisional, seperti musik mulut dhanggek, musik saronen, tari topeng gethak, tari rondhing, musik mulut samman dan tembang macapat. Musik "Palapa Ghena" atau bumbu lengkap ini untuk pertama kali dipentaskan dalam sebuah deklarasi Kebangkitan Seni Budaya Madura di salah satu rumah makan di Pamekasan belum lama ini. Ketiga kelompok musik yang melakukan pementasan hanya dari tiga jenis kesenian tradisional. Yakni musik saronen, tembang kejung dan sinden. Akan tetapi, seiring dengan perkembangan waktu, para penggagas kolaborasi musik tradisional itu terus melakukan penyempurnaan, hingga akhirnya tergabung sebanyak 10 kelompok musik dan kesenian tradisional. Kolaborasi 10 kelompok musik tradisional ini untuk pertema kali akan dipentaskan pada Minggu (26/8) pukul 19.00 WIB di lapangan eks PJKA Jalan Trunojoyo, Pamekasan.
Garantung adalah sejenis "gong" masyarakat budaya tradisional Kalimantan Tengah. Namun bunyi yang di hasilkan oleh garantung berbeda dengan bunyi yang dihasilkan oleh gong dari pulau Jawa misalnya. Sebagai contoh bunyi yang dihasilkan oleh gong pada Gamelan Jawa terdengar getaran bunyi lebih panjang, namun pada Garantung getaran bunyi pendek. Sebenarnya kalau menilik pada ukuran Garantung, jumlah dan cara memainkannya, apabila di bandingkan dengan perangkat musik Gamelan Jawa, Garantung lebih merujuk pada instrumen Kempul. Namun dalam hal ini, Garantung lebih mendominasi permainannya untuk hal melodi pada ansambel ritual dan merupakan instrumen utama, dan Garantung dimainkan dengan tempo yang lebih cepat. Garantung dibunyikan dengan menggunakan pemukul atau stick (alat tabuh) yang terbuat dari bahan kayu. Tak ada yang khusus dari bahan pemukul Garantung, yang terpenting kayu tersebut kuat untuk dipergunakan sebagai alat pemukulnya. Pada ujung pemukul tidak dilapisi dengan kain, ka...
Tari Ganjar Ganjur Tarian Ganjar ganjur adalah tarian tradisi budaya asli Kutai Kartanegara yang biasanya ditampilkan hanya pada upacara-upacara besar sedangkan tarian ini dibawakan oleh kerabat kesultanan sendiri,dan tarian ini ditampilkan pada acara acara seperti : Upacara Penyambutan Tamu-Tamu Agung. Upacara Adat ERAU, Upacara Adat Penambalan Sultan Kutai Kartanegara atau penobatan Sultan yang baru dan lain-lain. Tarian ini dibawakan oleh penari pria yang disebut " Beganjar" adapun penari wanita nya disebut "Beganjur",. Kostum yang digunakan oleh penari pria disebut "Miskat" untuk bagian atas (baju) dan "Dodot" untuk bagian bawah (celana). Sedangkan untuk penariwanita menggunakan pakaian "Ta’wo" untuk bagian atas (baju) dan "Tapik" untuk bagian atas. Dalam pelaksanaan tarian ini masing-masing penari membawa aksesoris tari yang disebut "Gada" untuk penari pria dan "Kipas" untuk penari wanita. Musik pengiring tari Ganjar Ganjar adalah musik gamelan yang terdiri dari "Bonang" seba...
Bahan dari kuningan berbentuk binatang simbolis. Teknik pembuatan dengan cara cetak. Dibuat di Thailand pada tahun 1850. Benda ini disebut lembu suana yang merupakan lambang kesultanan Kutai Kartanegara, merupakan personifikasi kendaraan Batara Guru yangdisebut juga Paksi Leman Gangga Yakso yang artinya Lembu yang bermahkota seperti raja, berbelalai seperti gajah, bersayap seperti burung, bersisik seperti ular naga, bertanduk dan berekor seperti sapi dan bertaji seperti ayam. Koleksi Museum Mulawarman Tenggarong Kutai Kartanegara merupakan suatu daerah yang kaya akan budaya, adat istiadat dan memiliki bergam peninggalan sejarah yang semuanya dapat kita lihat di Museum Mulawarman yang beralamatkan di Jalan Dipenogoro Kelurahan Panji Kecamatan Tenggarong Kabupaten Kutai Kartanegara. Benda sejarah yang dapat kita temui di Museum tersebut salah satunya adalah patung Lembusuana. Lembusuana merupakan perwujudan hewan atau makhluk yang luar biasa sebagai simbol kekuasaan...
Pakaian daerah kerajaan Kutai Kartanegara Ing Martadipura yang sudah menjadi seragam PNS di tenggarong saat bekerja di kantor setiap hari kamis, setelah mendapatkan ijin dari sultan Kutai Kartanegara. Baju Miskat sama halnya dengan Baju Cina, di gunakan sebagai baju biasa sehari - hari, dan sebaimana fungsinya di pakai untuk upacara adat khusus dan dalam perkembangannya sekarang ini baju miskat di jadikan baju dinas Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, yang khusus di pakai pada hari kamis. Baju Miskat ini memiliki keunikan tersendiri di samping baju adat kutai lainnya, dengan bentuk design mirip baju dari Korea. Ini menunjukkan bahwa perkembangan budaya pada zaman dahulu sangatlah besar. Semua itu menandakan kejayaan Kerajaan Kutai Kartanegara Ing Martadipura pada zaman dahulu dengan bercampurnya dua budaya yang berbeda.
Anda tentu sudah pernah makan beramai-ramai dalam sebuah acara. Tapi berapa banyak orang pernah makan bersama Raja, Bupati dan Pejabat lainya. hal ini hanya bisa dilakukan dalam upacara adat Beseprah dalam upasara erau. Beseprah yaitu acara makan bersama dengan cara duduk lesehan atau bersila di atas lantai secara berkelompok. Tradisi makan Beseprah memiliki makna duduk sama rendah berdiri sama tinggi ini. Prosesi Beseprah begitu kental dengan makna filosofis yang intinya menekankan pentingnya kebersamaan, keramahtamahan, kesetiakawanan sosial, serta persaudaraan. Tradisi makan bersama ini yang sangat ditunggu masyarakat, ini terlihat dari Ribuan masyarakat tumpah ruah memenuhi jalanan di depan Pelanetarium Jagat Raya sampai di depan Museum Kutai Kartanegara, Rabu, 4 Juli 2012 lalu. Pasalnya, ada beraneka macam makanan disajikan gratis di atas hamparan kain sepanjang kurang lebih 1 km. Adapun hidangan yang disajikan berupa bermacam kue dan makanan khas Kutai Kartanega...
Tradisi idul fitri yang kental dengan muatan budaya Jawa. Tradisi Garebeg Syawal yang merupakan salah satu atraksi budaya menarik yang berlokasi di halaman Mesjid Gedhe Kauman dan jalanan sekitarnya. Kegiatannya adalah membagikan gunungan raksasa berupa hasil bumi kepada masyarakat di Masjid Gede Kauman. Gunungan sendiri memilik makna tauhid yang artinya manusia hendaknya selalu berdoa kepada Allah SWT. Sebagai acara masyarakat Jogja, upacara ini memiliki harapan agar Sri Sultan panjang umur dan selalu sejahtera, serta Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat selalu lurus dan diberkahi.
Tedong-tedong minanga atau kuburan tedong-tedong yang terletak di Desa Buntu Balla, Mamasa. Tedong-tedong ini adalah salah satu kuburan tua berusia sekitar 400 tahun yang terbuat dari kayu berbentuk seperti kerbau. Dalam bahasa Mamasa kerbau adalah Tedong yang didalamnya berisi rangka mayat manusia. Memang tak banyak literatur yang bisa menjelaskan asal-usul dan filosofi keberadaan kuburan tedong-tedong yang kini diperlihara pemerintah setempat sebagai salah satu objek wisata tertua di Sulbar itu. 1 versi (Ingeborg Gohlich) menyebutkan bahwa budaya ini berkembang melalui pencampuran pendatang Kamboja yang tak bisa pulang kembali ke daerah asalnya.
Batavia ( Jakarta ) sang Ratu dari Timur , memilki sejarah panjang yang tidak saja kompleks namun juga demikianmenarik . Catatan sejarah mengungkap bahwa perjalanan di ”melting pot” senantiasa diwarnai oleh dinamikakehidupan khas dan penuh cita rasa . Gabungan antara budaya dari pemukim keturunan Melayu /pribumi dan Tionghoa peranakan yang telah hidup saling berdampingan selama berabad – abad merupakan kekhasan paling menonjol dari kota ini , terutama sekali sejak abad ke – 16 . Kelahiran dan perkembangan pesat kota juga bisa sebagai akibat kolonialisme, penaklukan atau perluasan megapolis dan adanya minoritas kreatif (creative minority). 'Hukum sosio historis' ini juga berlaku bagi sejarah Jakarta. Sejarah yang berelemen percampuran berbagai unsur itu menciptakan Batavia sebagai kota kosmopolitan berenergi tinggi , senantiasa berdenyut kuat untuk menandakan perubahan cepat dan tak pernah usai yang masih terus terasa hingga kini . Kekhasan itulah yang...