Sato, Alat Musik Tradisional dari Labu Hutan

Tanggal oleh Aze
Kategori: Alat Musik
Elemen Budaya: Alat Musik
Provinsi: Nusa Tenggara Timur
Asal Daerah: Kabupaten Ende

Alat musik Sato tentu tak setenar alat musik lainnya sehingga membuat banyak orang tentu penasaran bila mendengar namanya. Kekhasan alat musik gesek sato ini hanya bisa ditemukan di Kabupaten Ende, tepatnya di Desa Waturaka, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende.

Keunikan sato adalah alat musik ini terbuat dari bila atau labu hutan. Dulu sato dimainkan sendirian untuk mengusir kesepian di tengah kebun atau di rumah. Sato juga biasa dimainkan bersamaan selama ritual adat.

Sato yang sempat hilang, perlahan bangkit kembali dengan menampilkan permainannya pada berbagai pentas di tingkat kabupaten.Sato terbuat tidak sembarang labu, tetapi labu hutan yang banyak dijumpai di hutan sekitar Waturaka. Labu hutan ini pun sering digunakan untuk wadah penyimpan air ataupun sirih pinang. Biasanya dipakai labu yang sudah tua, dibelah dan dibuang isinya lalu dikeringkan sampai benar-benar kering dan berwarna kecoklatan, baru dapat dipergunakan.

Kesulitan mencari buah labu untuk membuat alat musik saat ini, kadang menyebabkan sato juga sering dibuat dari buah maja atau batok kelapa berbentuk bulat dan berukuran besar. Namun demikian, sato berbahan labu hutan lah yang tebaik, karena memiliki bunyi yang khas.

Sato pada dasarnya merupakan alat musik gesek sama seperti biola. Teknik memainkannya pun hampir sama. Dahulu, dawai sato dibuat dari serat daun lidah buaya yang dikeringkan lalu dijalin dengan getah kenari. Saat ini, senarnya menggunakan senar gitar nomor 4. Alat geseknya berbentuk busur kecil dengan tali dari bahan ijuk.

sumber :http://www.mongabay.co.id/2016/11/21/sato-alat-musik-tradisional-ini-terbuat-dari-labu-hutan/

azeee__sato1.jpg

azeee__sato2.JPG