×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Kategori

cerita rakyat

Elemen Budaya

Cerita Rakyat

Provinsi

Sulawesi Selatan

Asal Daerah

Enrekang

Legenda Goa Ronggan dan Manggan

Tanggal 22 Aug 2015 oleh Arifayani .

Di desa Buttu –Batu, Kecamatan Enrekang, Kabupaten Enrekang provinsi Sulawesi Selatan terdapat sebuah goa yang terletak di gunung Buttu Teang. Gowa tersebut menyimpan kisah kelam percintaan sepasang muda mudi yang bernama Ronggan dan Manggan. Kisahnya di ceritakan turun temurun dari generasi ke generasi. Yang tersisa di goa tersebut hanyalah keranda berisi tulang belulang mayat mereka.

Alkisah, ratusan tahun lalu hiduplah seorang gadis cantik bernama Ronggan. Sebagai gadis desa yang ayu dan belum juga menginjak usia baligh, Ronggan tinggal di rumahnya bersama kedua orang tuanya. Ia hanya sesekali keluar rumah jika ada hal penting dan mendesak yang harus ia kerjalan.

Seperti biasa, Ronggan menenun kain diatas rumahnya ketika kayu yang ia gunakan untuk meluruskan benang terjatuh dari rumah panggungnya. Sontak ia turun dari rumah dan mengambil kayu tersebut. Saat itulah Ronggan dilihat oleh pemuda sebelah rumah bernama Manggan yang terpesona oleh kecantikannya.

Mengetahui tinggal seorang gadis rupawan tidak jauh dari rumahnya, Manggan sering datang dan ‘nangkring’ di sekitar rumah Ronggan. Menggoda anak gadis yang cantik rupawan itu. Bak gayung tersambut, Ronggan juga tertarik pada Manggan, namun Ia hanya bisa tersipu malu setiap kali digoda oleh anak muda itu.

Suatu ketika, Manggan bertingkah usil dan menaruh buah berwarna merah di tempat duduk Ronggan. Buah tersebut dikenal dengan nama ‘salipe’ oleh masyarakat kampung. Bentuknya sebesar biji jagung dan mengeluarkan cairan berwarna merah. Tanpa sadar, Ronggan duduk diatas salipe yang membuat bekas merah di pakaiannya. Sambil bergurau Manggan menggoda Ronggan “kamu sudah haid ya, itu ada bekas darah di pakaianmu. Berarti kamu sudah bisa dinikahkan”. Menyadari ada noda darah di pakaiannya, wajah Ronggan memerah. Ia sangat malu dan lari masuk ke rumahnya. Tak bisa menahan rasa malu, Ronggan mengambil pisau dan tanpa ragu bunuh diri.

Kejadian tersebut sangat disesali oleh Manggan. Ia sama sekali tak bermaksud menyakiti Ronggan. Kelakuan usilnya ternyata membawa gadis yang dicintainya mati bunuh diri. Dengan perasaan menyesal, Manggan mendatangi keranda Ronggan yang diletakkan di goa dekat gunung. Ia masuk kedalam keranda dan ikut mengakhiri hidup di samping mayat gadis yang dicintainya.

Sekarang, goa tempat mayat mereka beserta kerandanya dikenal dengan nama “lo’ko na Rongggan  Manggan” yang tersisa sekarang hanyalah tulang belulang beserta keranda mereka yang menjadi saksi bisu kebenaran kisah cinta Ronggan dan Manggan yang tidak berakhir bahagia.

(seperti yang dituturkan oleh Ibu)

DISKUSI


TERBARU


Permainan Tuk-T...

Oleh Widra | 11 May 2021.
Permainan

Permainan tuk-tuk ubi biasanya dimainkan 10 peserta atau lebih. Cara bermain: Para pemain melakukan hompipa. Pemain yang kalah akan berperan seba...

Doku Tampi Kehi...

Oleh Widra | 11 May 2021.
Alat

Doku (tampi) merupakan seni kerajinan yang digeluti oleh penduduk Tarlawi, Wawo. Kesenian ini telah dilakukan secara turun temurun oleh para perempua...

Permainan Bejan...

Oleh Widra | 11 May 2021.
Permainan

Permainan Bejangkrikan atau adu jangkrik merupakan permainan yang ada di daerah Lombok. Permainan ini diadaptasi dari cankranegara, Mataram. Awalnya...

Motif Kain Sasi...

Oleh Idnewsmedia | 04 May 2021.
Kain Sasirangan

Motif Kain Sasirangan Modern Pada umumnya, kain sasirangan modern ini tersedia menjadi berbagai macam motif unik dan juga menarik. Inilah alasann...

Cerita Legenda...

Oleh Idnewsmedia | 04 May 2021.
Cerita Legenda

Cerita Legenda Putri Junjung Buih Fakta menarik yang terdapat pada kain Banjar ini ( kain sasirangan adalah cerita dibaliknya. Konon katanya, Pati...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritual...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dala...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pend...

Ukiran Gorga Si...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai...