Cublak-cublak Suweng

Tanggal oleh Edasia Initiative Movement
Kategori: Permainan Tradisional
Elemen Budaya: Permainan Tradisional
Provinsi: Jawa Tengah
Asal Daerah: Yogyakarta

Bukan rahasia lagi kalau orang Jawa pada dasarnya memiliki budaya senang berkumpul, meski dalam kegiatan tersebut sekedar duduk-duduk dan mengobrolkan hal yang ‘tak penting’. Dari kebiasaan suka berkumpul itu bisa ditebak kalau mungkin dulu permainan-permaian tradisional Jawa juga muncul dari kebiasaan berkumpul. Hal itu bisa dilihat dari berbagai permainan dalam masyarakat Jawa yang kebanyakan melibatkan banyak anak. Salah satunya ya cublak-cublak suweng yang sudah saya sebutkan di atas. 

Permainan anak tradisional dilakukan tak hanya untuk mencari kesenangan, melainkan juga memberi dampak positif dan media belajar bagi anak-anak. Dampak yang paling jelas dengan melakukan permainan tradisional yaitu mengajarkan anak untuk bersosialisasi dengan teman. Selain itu, permainan tradisional juga mampu: melatih gerak motorik dan kreatifitas, melatih kemandirian, mengajarkan arti kesetiakawanan, mengajarkan bagaimana cara mengendalikan diri dan emosi, belajar saling menghargai, belajar bekerja sama, berlatih kesabaran, hingga diajarkan bagaimana cara berempati terhadap orang lain. Seperti yang telah diketahui, masa kanak-kanak merupakan masa perkembangan otak yang paling bagus untuk mengajarkan berbagai pengalaman serta pelajaran hidup yang kelak akan mempengaruhi kepribadian ketika dewasa.

Berikut adalah lirik lagu yang selalu di nyanyikan ketika bermain permainan ini:

Cublak-cublak suweng 

Suweng e ting gelenter 

Mambu ketundung gudel 

Pak Empo lirak-lirik

Sopo ngguyu ndelikkake… 

Sir, sir pong dele gosong 

Sir, sir pong dele gosong 

Sir, sir pong dele gosong…