Aruh Baharin

Tanggal oleh Usman . Revisi 1
Kategori: Syukuran
Elemen Budaya: Ritual
Provinsi: Kalimantan Selatan
Asal Daerah: Kab. Balangan

Biasa dilakukan oleh masyarakat Dayak Halongan yang merupakan pemeluk kepercayaan Kaharingan. Upacara ini dilakukan ketika musim panen huma/ padi ladang. Pada prakteknya upacara ini dilakukan oleh seluruh warga apapun kepercayaannya. Aruh Baharin bertujuan mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan YME dan juga leluhur yang menjaga hingga diperoleh hasil panen melimpah. Upacara ini harus dilakukan sebelum masyarakat menikmati/ mengkonsusmi hasil panen. Tapi belakangan, upacara ini diselenggarakan 3-5 tahun sekali. Upacara ini berlangsung selama 7 hari 7 malam dengan penyembelihan beberapa hewan/ hadangan kerbau, kambing, dan ayam. Di upacara ini, kaum perempuan mengenakan baju Tapih Bahalai, yg bercorak/motif khas. Susunan ritualnya: ritual Balai Tumarang, ritual Sampan Dulang, dan ritual Kelong, ritual Hyang Lembang, ritual Dewata, ritual Hyang Dusun. Rangkaian ritual tersebut meliputi pemanggilan arwah leluhur dan penggambaran kisah raja-raja Dayak. Kurban hewan adalah bagian penting upacara ini. Biasanya darah dioleskan ke badan untuk memperoleh keselamatan. Selain daging nya dimakan bersama-sama, sebagian digunakan untuk sesajian yang dimasukan ke miniatur perahu naga, rumah adat, dan tempat sesajian lain/ancak. Sesajian juga dihanyutkan ke sungai Balangan setelah diludahi oleh semua anggota kelompok adat. Ini dimaksudkan membuang hal-hal buruk agar terhindar dari malapetaka.