Batik Fraktal IACI
Dari BudayaIndonesia
Jika "batik" merupakan seni budaya tradisional Indonesia yang dikerjakan dalam proyek kriya tradisional secara turun-temurun, maka "fraktal" adalah sebuah bentuk karya yang muncul dari perkembangan lanjut geometri kontemporer. Keduanya berbicara tentang bentuk dan upaya "pengisian ruang yang kosong" dalam bidang dua dimensi yang diciptakan secara generatif dan iteratif. Generatif karena ia dapat dikonstruksi ulang dengan teknik yang sama, dan Iteratif karena cara mengkonstruksinya dilakukan dalam pola pseudo-algoritmik yang mirip secara berulang.
"Batik Fraktal" (CFB=computational fractal batik) adalah bentuk konstruksi yang mengakuisisi keduanya: antara tradisi Indonesia dan tradisi matematika Barat yang dilakukan secara komputasional. Desain kriya yang lahir dari tangan pembatik ditiru dalam teknik komputasional melahirkan tak terbatasnya inovasi kreasi dari apa yang disebut sebagai Batik.
Batik Fraktal Komputasional mewujud dalam 3 bentuk:
- Batik Fraktal Sederhana: hasil simulasi komputer dalam bentuk fraktal yang memiliki kemiripan dengan desain batik tradisional.
- Batik Hibrida: Pola motif dalam fraktal dan motif batik digunakan sebagai bahan ornamentasi dan dekorasi untuk desain batik secara bersamaan.
- Batik Inovatif: Pola motif batik tradisional didesain ulang dengan menggunakan teknologi komputasional fraktal.
Berikut beberapa hasil desain Computational Fractal Batik yang dapat anda download:
|
|
catatan
Metode konstruksi yang secara komputasional diterapkan di sini menggunakan pola kerja yang dilakukan oleh berbagai tradisi batik tradisional Indonesia. Untuk melihat dengan lebih detail analisis algoritmik atas ketiga jenis kategorisasi pola algoritmik dan komputasional dari tiga tipologi Batik Generatif ini dapat dilihat di makalah:
Situngkir, H. (2008). The computational generative patterns in Indonesian batik. BFI WP-Series WP-V-2008.
